Psychopath Girl

Psychopath Girl
87



" ayo lah sa , bantu aku" ucap abigel memohon pada sasa.


sekarang abigel dan sasa berada di sebuah cafe langganan mereka.


" maaf gel, zella adalah sahabat ku, jadi aku gak mungkin mengkhianati dia " ucap sasa menolak.


abigel meminta bertemu dengan sasa karna dia ingin sasa membantu nya untuk mendapat kan Reihan kembali .


" ayo lah sa, kita dari kecil bareng bareng terus sa , masak kamu gak mau bantuin sepupu kamu sendiri" ucap abigel membujuk.


" gel , ini salah gel, seharus nya kamu bisa ikhlasin reihan sama zella , lagi pula kan kamu juga yang udah buat hubungan kamu sama reihan berakhir , jadi ikhlasin gel, di luar sana masih banyak cowok yang pantas buat kamu" ucap sasa menasehati abigel.


" au ah, aku kira kamu bisa bantu aku, kalau tau gini mendingan aku gak usah minta bantuan kamu " ucap abigel lalu pergi meninggal kan sasa sendiri , sasa geleng geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu.


" terpaksa aku harus usaha sendiri" ucap abigel berjalan menuju mobil nya.


" ini tempat apa mbak " tanya zella saat mereka sampai di sebuah mansion .


mansion tersebut nampak menyeramkan , karna di situ tak ada tumbuhan yang tumbuh selain pohon cemara dan juga ada pohon beringin yang nampak nya lumayan sudah berumur.


di tambah lagi banyak laki laki berpakaian serba hitam, dan juga ada yang mengenakan kaos oblong sehingga bentuk tubuh yang kekar terekspos yang berada di sekitaran mansion itu.


zella sebenar nya tidak takut akan orang itu, tapi dia hanya sedikit takut jika terjadi sesuatu , apalagi dia sendiri.


" tenang aja , gak ada apa apa kok"ucap andini , wanita yang zella tolong tadi.


andini mengajak zella kesebuah ruangan. mereka masuk kedalam ruangan tersebut , dan nampak lah seorang laki laki paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.


" ayah aku sudah bawa orang yang ayah ingin kan" ucap andini pada laki laki paruh baya tersebut.


laki laki itu menatap kearah andini dan zella dengan tatapan dingin, zella tak berekspresi. laki laki tersebut nampak masih bertenaga meskipun umur yang sudah tua.


" siapa yang kau bawa ini andini , ayah sedang tidak ingin bercanda" ucap laki laki itu yang ternyata ayah nya andini.


" ayah aku tidak bercanda , dia bisa menggantikan paman ale " ucap andini serius. dan ayah andini langsung menyuruh mereka duduk di sofa , jika andini sudah berkata serius seperti itu pasti dia tidak main main.


" jadi siapa nama mu" tanya ayah andini pada zella.


" zellaquen" jawab zella dengan sedikit datar dan berusaha untuk sopan meskipun tidak bisa.


" apakah kau bekerja di salah satu tempat" tanya ayah andini.


" tidak, saya baru selesai ujian Nasional dan hanya tinggal menunggu hasil, saya sekarang sedang mencari pekerjaan untuk membantu ayah saya" jawab zella.


" sebelum nya perkenalkan nama ku Andres, aku adalah ayah andini" ucap ayah andini yang bernama andres itu.


zella hanya mengangguk.


" jadi anda ingin saya bekerja sebagai apa" tanya zella pada andres . andres sedikit berpikir