Psychopath Girl

Psychopath Girl
19



" zella " ucap reihan berlari menghampiri zella yang terikat.


" rei" balas zella melihat kearah reihan


reihan membuka ikatan zella. setelah terbuka reihan langsung memeluk zella.


pelukan mereka terlepas saat beberapa anak buah aldo masuk kedalam ruangan itu.


" wah ternyata ada pengkhianat disini" ucap anak buah aldo itu menatap rendra.


" merela langsung memukul habis rendra dan roy , rendra dan roy berhasil menangkis serangan , tapi akhirnya mereka pun kalah .


" ayah" teriak Reihan saat ayah nya jatuh.


reihan membantu ayah nya menyerang anak buah aldo itu. sedangkan zella dia tidak bisa membantu karna tubuh nya sangat lemah. reihan berhasil melumpuhkan lawan nya. semua anak buah aldo terkapar tak berdaya.


tapi tanpa disadari reihan ada salah satu anak buah aldo yang sudah lemah mencoba untuk menembak ke arah reihan. zella yang melihat itu langsung berlari dan memeluk reihan .


dorrr


satu tembakan tepat terkena di punggung zella .


" zella " teriak reihan memeluk zella. zella sudah tak sadar kan diri. mendengar teriakan reihan anak buah roy pun segera berlari menuju ke arah tuan muda nya itu.


nampak banyak yang tergeletak termasuk tuan mereka dan rendra . begitu juga zella yang sedang dipeluk oleh reihan, darah mengalir keluar membanjiri baju zella.


anak buah roy segera membawa mereka ke rumah sakit , Reihan tak henti henti nya menangis.


" tenang lah rei , zella pasti baik baik saja" ucap rendra , dia sudah sadar dari pingsan nya .


" aku tidak bisa tenang paman, aku tidak mau zella kenapa napa " tangis reihan


" dia tidak akan kenapa kenapa" ucap Rendra menenangkan reihan.


tak lama sampai lah mereka disebuah rumah sakit. mereka segera membawa zella keruang UGD.


hampir dua jam zella berada di dalam sana , reihan sama sekali tidak tenang.


" rei , dimana zella" teriak bunda reni saat sampai dekat reihan.


" zella masih didalam Tante" ucap reihan kepada bunda reni. bunda reni pergi sendiri bersama sopir pribadi nya.


tak lama keluar lah dokter .


" dok bagaimana keadaan putri saya " tanya bunda reni pada dokter itu.


" keadaan pasien sangat keritis , peluru sudah berhasil kami ambil dari tubuh nya, tapi dia kehabisan banyak darah karna tembakan itu" jelas dokter itu.


" apakah anda orang tua nya, bisa kah kita tes darah anda nyonya" lanjut nya lagi kepada bunda reni. semua nya menatap kearah bunda reni.


" darah saya tidak cocok dengan zella, di keluarga kami tidak ada yang cocok dengan zella" ucap bunda reni sedih.


" kenapa tan, kenapa tidak ada yang cocok dengan zella , bukankah kalian keluarga nya " tanya reihan yang tak percaya.


" sebenarnya, aku bukan lah ibu kandung nya zella, ibu kandung zella telah meninggal , ibu kandung nya adalah adik ku " jelas bunda reni


reihan mendengar hal itu sangat terkejut. begitu juga dengan rendra .


" lalu dimana ayah kandung zella" tanya reihan lagi.


" aku tidak tau dimana ayah zella, orang tua ku membawa zella saat berusia 3 tahun, mereka bilang mereka mengambil zella dari ayah nya secara paksa. karna saat itu mereka sangat menginginkan cucu perempuan tapi aku malah mendapatkan anak laki laki" jelas bunda reni.


rendra yang mendengar itu sangat terkejut bagaimana mungkin ini sangat kebetulan, rendra yang putri nya diambil secara paksa oleh orang tua gadis itu. dan pada saat itu quendly berumur tiga tahun. jika dihitung sekarang quendly seusia dengan zella.


" raisya" nama itu keluar dari mulut rendra. bunda reni dan reihan menoleh.


" kau mengenal raisya , kau mengenal adik ku, dari mana kau mengenal nya" tanya bunda reni yang masih menangis.


" jadi zella adalah quendly, dan zella adalah putri ku" ucap rendra tanpa disadari dia menitik kan air mata nya.


" apa , ternyata kamu yang telah menghamili raisya " ucap bunda reni sedikit emosi.


" zella anak ku, zella adalah quendly, dan quendly adalah zella, ya tuhan akhir nya doa ku di kabul kan" ucap rendra dengan terisak menangis.


" jadi apakah ada yang bisa mendonorkan darah kepada pasien" ucap dokter yang masih setia menunggu dan menyaksikan drama itu.


" saya dok , saya, saya ayah dari pasien" ucap rendra . lalu dokter membawa rendra kesebuah ruangan


rendra mendonorkan darah nya. setelah selesai dia disuruh istirahat. rendra pun memejamkan mata nya .