Psychopath Girl

Psychopath Girl
17



" tuan, kenapa tuan tidak membebaskan saja zella itu" tanya jeri kepada aldo.


" biar kan saja, aku mau membunuh anak itu karna telah berani menyembunyikan alsa dari ku, kali ini aku ingin aku yang membunuh nya" jawab aldo dengan pandangan lurus kedepan.


jeri hanya diam mendengar jawaban dari tuan nya itu. aldo berdiri dan menuju kamar putri nya.


saat membuka pintu nampak lah alsa yang sedang melamun.


" alsa " ucap aldo memanggil nama alsa. alsa menoleh.


" papa, kenapa papa tidak mau membebaskan zella, dia tidak bersalah pa, dia tidak ada sangkut pautnya tentang masalah ini" ucap alsa menangis.


" papa tidak akan membebaskan dia, papa akan menghabiskan dia " ucap aldo .


" pa , alsa mohon jangan sakiti zella , dia tidak bersalah pa " alsa berkata sambil sesenggukan.


aldo tidak menggubris ucapan alsa , dia pergi meninggalkan alsa yang masih menangis. aldo keluar dari rumah nya dan menuju ke tempat persembunyian mereka.


tak lama menyusuri jalan , aldo pun sampai di sebuah bangunan yang nampak tak terawat. banyak laki laki berbadan besar yang menjaga diluar. mereka membungkuk kan tubuh nya saat aldo melewati mereka.


" rendra, bagaimana kabar gadis itu" tanya aldo kepada Rendra.


" dia ada di gudang tuan , dia terus memberontak untuk melepas diri" ucap rendra pada aldo.


" jaga dia, jangan sampai dia melarikan diri " ucap aldo memerintah.


" baik tuan" jawab rendra dengan tegas.


aldo berjalan menuju keruangan nya. dan dia duduk di singgasana nya.


sedang kan di tempat lain.


" pa , kenapa zella dan alsa sampai sekarang belum pulang juga " ucap bunda zella dengan nada khawatir.


" biarkan saja dia , anak tidak tau di untung seperti itu, sukur lah jika dia tidak pulang dan menginjakan kaki kerumah ini lagi" jawab pak ferdi , papa nya zella.


" pa bagaimana pun dia itu anak kita pa " jawab bunda zella dengan sedikit berteriak.


" dia bukan anak ku, dia juga bukan anak mu, dia itu anak yang tidak jelas asal usul nya, dia itu anak haram" teriak pak ferdi


dengan emosi.


" papa , sudah ku bilang jangan menyebut zella seperti itu" bunda reni ikut berteriak .


tingtong.


perdebatan mereka terhenti karna mendengar suara bel . bunda reni segera membuka kan pintu dan nampak lah seorang laki laki tampan.


" kamu siapa ya, ada apa kamu kesini" tanya bunda reni yang tak mengenal laki laki itu.


" saya reihan tante, saya teman nya zella " jawab laki laki itu yang ternyata adalah reihan.


" ohhh ayo silahkan masuk" ajak bunda reni. reihan mengikuti bunda reni dan dia duduk di sebuah sofa yang ada diruang tengah.


" emhh ada apa ya , nak reihan mencari zella" tanya bunda reni.


" begini tante, kemaren zella dan alsa tidak masuk sekolah, hari ini juga begitu, saya sudah coba menghubungi nomor zella atau pun alsa tapi tidak di jawab, nomor nya juga tidak aktif " jelas reihan.


bunda reni diam , apakah dia bercerita kalau zella dan alsa sudah 2 hari tidak pulang.


" sebenarnya ada apa tante " tanya reihan yang melihat bunda reni bingung.


" emhh jadi , sudah dua hari ini zella dan alsa tidak pulang kerumah. tante juga udah coba ngehubungin mereka tapi gak diangkat angkat juga. tante juga khawatir sama zella dan alsa, tapi tante gak bisa buat apa apa" jelas bunda reni sambil menangis.


mohon dukungan nya