Psychopath Girl

Psychopath Girl
7



saat di perjalanan pulang, tiba tiba mobil yang di kendarai oleh zella pun dihadang oleh mobil lain yang berwarna hitam. keluar lah beberapa orang laki laki dengan baju serba hitam.


" shittt ! siapa mereka , mengganggu saja" ucap zella yang marah saat jalan nya di hadang.


" zella mereka pasti suruhan papa ku, tolong aku zella aku tidak mau pulang " lirih alsa sambil menangis.


" kamu tenang saja , mereka akan menjadi urusan ku, mereka tidak akan ku biarkan membawa kamu " ucap zella menyiapkan diri


dia memakai sarung tangan nya lalu mengambil sebuah pisau , tapi kali ini pisau itu kecil . tidak seperti pisau yang kemarin.


" kamu tunggu disini, kunci mobil nya, jangan sampai ada yang masuk, tunggu aku baru datang baru kamu buka " jelas zella pada alsa .


alsa mengangguk tanda mengerti.


" hati hati " ucap alsa memperingati.


zella keluar dengan wajah sumringah. pupil matanya berubah menjadi coklat tua.


" mana nona alsa , kenapa kamu yang keluar, kami mencari nona alsa bukan kamu " ucap salah satu dari laki laki itu.


" untuk sekarang kalian bermain dengan ku saja, jika aku sudah kalah, baru kalian bermain dengan alsa " ucap zella dengan tatapan polos nya.


" ahh bacot " ucap laki laki itu sambil menghajar zella . tapi sayang zella berhasil menghindar semua pukulan yang di layang kan oleh laki laki itu.


" kalian curang, kalian bermain keroyok. aku sendiri dan kalian beramai ramai , ahh tidak asik, aku akan membawa teman juga kalau begitu " ucap zella sambil mengeluarkan pisau kecil nya dari saku baju nya.


" heyy , meskipun kau membawa celurit atau pistol sekali pun kau tetap akan kalah , karna kau itu hanya lah wanita lemah " ejek salah satu laki laki itu.


" aishh ejekan kamu sama seperti teman mu kemarin, tapi sayang teman mu itu tidak bisa mengejek ku lagi, mungkin sekarang dia sudah tenang di surga" ucap zella tersenyum smrik.


" jadi kau yang telah membunuh mereka " tanya laki laki itu dengan emosi.


" tidak aku tidak membunuh mereka , aku hanya mengajak mereka bermain , tapi sayang nya ajal mereka sudah lebih dulu menjemput" jawab zella dengan wajah sedih nya.


" arghhhh" teriak laki laki itu memegang perut nya yang sudah robek


" upss maaf paman, aku tidak sengaja , paman juga mau mengajak bermain tidak bilang bilang dulu, jadi nya aku kaget , sekali lagi aku minta maaf paman " ucap zella menunduk kan kepala nya seperti merasa bersalah.


semua ekspresi yang di keluar kan zella hanyalah tipuan semata . jika sedang berkelahi hanya dua ekspresi yang Jujur yang di lihat kan oleh zella yaitu marah dan senang. kali ini dia sangat senang .


" hahhahaha" tawa zella membuat semua laki laki itu memandang ke arah nya.


" kenapa kau , apakah kau sudah gila karna membunuh teman ku, apakah mental mu terganggu" tanya laki laki itu dengan senyuman sinis.


zella langsung berlari menuju kearah laki laki itu, dia langsung menghantam, memukul, menusuk, dan mencabik cabik semua laki laki itu tidak ada yang tersisa.


" bulshit kalian , mengganggu waktu ku saja " ucap zella saat sudah menghabisi nyawa semua laki laki itu tadi. dia pun tersenyum senang.


zella sangat senang telah menghabiskan begitu banyak nyawa hari ini, tapi kebahagiaan nya pudar saat mobil yang dimiliki oleh orang yang sudah ia bunuh berjalan meninggalkan nya.


" ahh shit , kenapa masih ada yang hidup, bisa bisa nya aku terlepas , lengah sekali aku" ucap zella frustasi dia menuju mobil nya.


" kau baik baik saja " tanya alsa


" aku tidak baik baik saja, ada yang melarikan diri , dia terbebas . dan aku membiarkan dia bebas , ahh aku pasti sudah gila. bagaimana bisa aku lengah seperti ini " jelas zella sangat frustasi.


" sudahlah yang terpenting mereka tidak melukai lagi" ucap alsa


" ayo pulang" ajak alsa lagi. zella pun mengangguk dan mereka menuju jalan pulang.


" kita mau kemana" tanya alsa heran, karna ini bukan jalan menuju apartemen zella.


" kita pulang kerumah ku, aku takut jika kau ditinggal sendiri , pasti orang suruhan papa mu itu tau " jelas zella dan hanya diangguki oleh alsa.