
di up ini mengandung kekerasan ya , jangan di tiru , ini cuman khayalan aja fantasi author aja, kalian jangan coba coba mengikuti nya.
" paman apa kau sudah tidak sabar" ucap zella pada laki laki yang masih bernyawa.
" tolong lepaskan saya , saya janji akan menjadi budak mu, saya mohon" ucap laki laki itu.
" maaf paman , aku tidak berniat untuk mencari budak" ucap zella polos.
" tolong lepaskan saya tolong" mohon laki laki itu.
" aishh paman berisik, mbak , tuan apa kalian punya selotip aku sangat risih mendengar suara nya" ucap zella pada andini dan andres. andini langsung melirik anak buah nya , dan anak buah nya langsung mengambil pesanan zella.
tak lama selotip nya pun sudah di dapat , zella langsung menyelotip mulut laki laki itu.
" emhhh emhhh" laki laki itu berusaha menjerit tapi tidak bisa.
" paman , apa paman suka melukis" tanya zella. dan laki laki itu hanya melenguh berusaha untuk menjerit.
" apa paman tau, aku sangat suka melukis " ucap zella lalu menggores lengan laki laki itu dengan ujung pisau nya yang tajam.
darah segar menetes seirama dengan goresan yang di buat oleh zella.
zella terus menggores kulit kulit laki laki itu. laki laki itu terus saja memberontak karna kesakitan , ingin menjerit tapi tidak bisa .
" aku bosan melukis, hmmm apa lagi yang akan aku lakukan" tanya zella bosan.
dia menatap laki laki itu dari ujung kepala sampai ujung kaki , dia sedikit berpikir. sedangkan laki laki itu terus saja berusaha menjerit.
" potong saja alat vital nya " teriak anak buah andini.
" iyaa benar itu, lalu potong telinga nya juga " sambut anak buah yang lain nya.
" sekalian kuliti kepala nya " sambung yang lain nya lalu mereka tertawa bersama.
andini dan andres tidak marah mendengar ucapan anak buah nya , malahan mereka ikut senang, seperti nya mereka menikmati permainan dan drama zella .
"ahh paman ini, ucapan kalian sangat vulgar, apa kalian tidak tau jika aku masih polos , mata ku masih suci belum pernah melihat hal hal seperti itu" ucap zella dengan nada seperti anak kecil.
dia lalu memotong telinga laki laki itu, yang pertama kiri lalu di lanjutkan dengan yang kanan.
lalu dia beralih ke leher laki laki itu , dia membuat garis dari telinga sampai ke leher laki laki itu. dan tanpa sengaja dia memutuskan urat leher laki laki itu yang otomatis nyawa laki laki itu telah hilang.
zella menyadari itu dan dia membulatkan mata nya , dia kesal , dia marah dia belum puas bermain tapi mainan nya sudah tidak bergerak. zella sangat tidak suka bermain dengan mainan yang sudah tidak bernafas.
semua nya menatap zella dengan bingung.
" akhhhhh" teriak zella dan membuat semua nya kaget.
" bagaimana ini" ucap zella .
" kamu kenapa zell" tanya andini.
" mbak , dia sudah mati" ucap zella kesal.
" lalu , kan tujuan kita agar dia mati " ucap andini bingung begitu juga dengan yang lain nya.
" mbak aku belum selesai , aku masih mau bermain main , akhhh" teriak zella kesal dia sangat kesal.
" huh dasar, sudah lah nanti kamu akan bermain lagi" ucap andini.
" sekarang ayo " ajak andini dan zella hanya menuruti dengan wajah cemberut, pupil mata nya masih belum normal.
" kalian urusi mereka " ucap andini pada anak buah nya.
andini mengajak zella masuk kedalam ruangan andres . sebelum nya andres sudah terlebih dahulu masuk.
" zella menatap mereka berdua.
" ayah jadi bagaimana" tanya andini .
" sekarang kau keluarlah ayah ingin bicara dengan nya" ucap andres menatap zella andini menuruti ayah nya . lalu keluar ruangan itu.
" duduk lah " suruh andres pada zella sambil menunjuk kursi yang ada di depan meja nya.