Psychopath Girl

Psychopath Girl
115



zella terus mengikuti manager itu sampai ke sebuah hotel . manager dan istri perdana menteri itu memasuki hotel dan zella memasuki hotel itu juga , dia ikut mengantri di belakang manager itu, topeng nya sudah dia buka agar mereka tidak curiga , toh mereka semua yang ada di situ tidak kenal dengan nya pikir zella.


zella mendengar bahwa manager itu membooking kamar sampai besok pagi dan resepsionis itu juga memberikan kamar yang di booking oleh manager itu. zella tersenyum sinis yang hampir tak di lihat oleh orang orang.


setelah mendapat nomor dan kunci kamar nya manager dan istri perdana Mentri tersebut pergi menuju ke kamar nya.


sedangkan zella masih berada di depan meja resepsionis.


" ada yang bisa saya bantu mbak" tanya resepsionis ramah


" emhh mbak, apakah di hotel ini ada yang membooking kamar atas nama quendly" tanya zella.


dia hanya pura pura bertanya, agar tak di curigai , dan soal nama nya dia memilih nama nya sendiri karna jika dia mengasal takut nya nama yang di sebut nya memang ada di hotel ini , bisa gawat itu.


" sebentar ya mbak, saya periksa dulu" ucap resepsionis tersebut sambil melihat ke sebuah buku besar.


" maaf mbak, tamu atas nama quendly tidak tertera di sini, mungkin mbak salah hotel" ucap resepsionis tersebut.


" ahh benarkah , hmm yasudah lah , terima kasih mbak" ucap zella lalu keluar dari hotel tersebut.


lalu zella memasuki mobil nya. dia mengambil laptop kesayangan nya , dan meretas cctv yang ada di kamar tersebut.


" ehh aku lupa , hotel ini kan menjaga privasi tamu nya " ucap zella saat mencari cctv yang berada di kamar manager tadi tapi tidak ketemu.


dan zella akhirnya meretas cctv yang ada di luar kamar. lalu dia menyalin ke sebuah file. dan di kirim nya ke perdana mentri.


" silahkan pergi ke hotel xxx dan lihat pertunjukan yang sangat menakjubkan tuan" tulis pesan zella setelah mengirim vidio berbentuk file kepada perdana mentri. zella tersenyum smrik .


zella masih bermain dengan laptop nya mencari sesuatu . zella sedang mencari bukti atas kejahatan si manager tersebut. dan akhir nya tanpa membutuhkan waktu yang panjang zella dapat menemukan bukti bahwa manager tersebut telah menggelapkan uang perusahaan. setelah zella mengirim bukti ke email asisten perdana mentri , zella menutup laptop nya dan melajukan mobil nya menuju ke kota asal nya.


" tugas saya sudah selesai"tulis zella saat mengirim email bukti tersebut.


di lain tempat.


saat memasuki restoran sudah terdengar alunan musik yang sangat lembut.


rendra mengajak linda duduk di meja yang sudah di siapkan oleh rendra sebelum nya. lalu tak lama mereka duduk pelayan datang membawa makanan . linda mengernyitkan kening nya.


" aku sudah memesan nya sebelum nya " ucap rendra seakan tau apa yang linda pikir kan.


linda dan rendra melahap makanan di atas meja hingga tandas.


setelah selesai makan pelayan kembali lagi untuk membersihkan meja.


jantung rendra berdegup kencang karna malam ini akan menentukan kisah hidup nya.


rendra menggenggam tangan milik linda . linda menatap heran pada rendra.


karna di tatap oleh linda membuat rendra semakin gugup.


" linda , kita udah sama sama cukup lama , walaupun gak terlalu lama sih, tapi waktu itu aku gunakan untuk mengenal kamu lebih dalam lagi, dan akhir nya aku tau seluk beluk hidup kamu, perasaan kamu selama ini, kesunyian kamu, dan ketersiksaan kamu, maaf mungkin aku datang terlambat, andai saja sudah dari dulu dulu kita bertemu pasti kamu gak akan ngerasain tersiksa dan kesunyian " ucap rendra setelah menarik nafas panjang.


" linda aku sayang sama kamu, aku gak tau ini cinta apa bukan, tapi aku ngerasa nyaman saat sama kamu, aku ngerasa gak rela kamu sama orang lain , dan aku ngerasa pengen buat kamu bahagia terus" ucap rendra . linda hanya mendengar .


" kita udah sama sama dewasa , jadi aku gak mau menjalin hubungan pacaran sama kamu" ucap Rendra terpotong


linda mengernyitkan kening nya , dia bingung, kata nya cinta , sayang tapi gak mau jalin hubungan pikir linda.


" aku mau kita secepat nya langsung menikah , aku gak mau nunggu lama lama lagi" ucap rendra membuat linda bahagia


" Will you married me " ucap rendra menatap penuh pada linda.


" aku....."