
" mbak , mbak yakin " ucap zella menatap sedih linda.
" nanti mbak bakalan ke sana kalau lagi gak kerja " ucap linda .
" yok quen, kita pulang " ajak reihan.
" mbak , zella pulang dulu ya , mbak jaga diri baik baik, mbak harus sering hubungin zella, terus kalau mbak mau ke sana juga harus hubungin zella biar zella jemput mbak okee" ucap zella pada linda.
" iyaaa sayang , kamu juga ya , jaga diri baik baik, sekolah yang bener , jangan sibuk pacaran terus, kurangin ngebucinnya " ucap linda sengaja sedikit menyindir zella dan reihan. reihan hanya menggaruk tengkuk nya dan tersenyum kikuk.
" yaudah zella pulang dulu ya " ucap zella lalu masuk ke dalam mobil. mobil berjalan menjauh dari rumah linda.
linda menatap kedua mobil itu sampai tak terlihat. setelah tak melihat mobil itu dia berniat untuk masuk ke dalam rumah nya, rumah nya yang sepi memang dia tinggal sendiri . orang tua nya sudah lama meninggal , dia tinggal sebatang kara , dia anak terakhir , dia memiliki kaka laki laki tapi kakak nya tak pernah menganggap nya ada , kakak nya menganggap nya sudah mati bersama orang tua mereka.
saat hendak membuka pintu , tiba tiba datang wanita gendut yang seperti nya berumur kisaran empat puluh , tapi terlihat masih muda mungkin karna make up yang dia pakai.
" heh linda , bayar kontrakan kamu" ucap ibuk itu.
" maaf buk, saya belum ada uang , kasih saya waktu buk " ucap linda pada pemilik kontrakan itu.
" buk, mohon kasih saya waktu beberapa hari, kalau saya di usir saya bakalan tinggal dimana , saya gak punya tempat tinggal lagi buk" ucap linda memegang kaki ibuk kontrakan itu.
" saya gak peduli, sekarang juga kamu angkat kaki dari sini" ucap ibuk kontrakan itu pergi meninggal kan linda.
linda masih terisak menangis , dia masuk kedalam rumah dan mengemasi barang barang nya , dia memasukan baju baju nya ke dalam tas dan koper. saat mengambil baju yang terletak di paling bawah lemari dia menatap amplop berwarna coklat dan putih , dia mengernyitkan dahi nya , dia mengingat ingat amplop apa itu.
dia mengambil amplop tersebut.
dan membuka amplop berwarna putih. amplop itu berisi uang ratusan lima lembar. dia terkejut melihat uang itu. dia kembali mengernyitkan dahi nya mengingat uang apa itu.
dan tiba tiba dia membulat kan mata nya sambil tersenyum, sekarang dia ingat.
uang itu ternyata gaji pertama nya saat pertama kali bekerja tepat nya saat orang tua nya telah meninggal. gaji nya dulu dua kali lipat dari uang itu, dia menyimpan sebagian karna dia pernah melihat mendiang ibu nya melakukan hal yang sama saat ibu nya pertama kali bekerja di sebuah toko . ibu nya bilang jika kita menyimpan uang yang pertama kali kita dapat dari hasil keringat kita maka uang itu akan membantu kita , baik dari segi keberuntungan atau pun dari membantu kala kita sedang membutuh kan uang seperti dia sekarang ini.
dia menyimpan uang itu dalam dompet kecil nya , lalu dia mengambil amplop coklat . saat membuka nya dia terkejut melihat isi nya.