
reihan mengemudi mobil menuju ke rumah rendra. mereka semua diam tidak ada yang memulai percakapan.
zella sudah tidak menangis lagi, dia hanya termenung , tatapan nya kosong.
tak lama sampai lah mereka di sebuah rumah yang sederhana, tidak terlalu mewah tapi nampak nya rumah itu sangat nyaman, banyak pohon yang mengelilingi, bunga bunga juga di tanam di pekarangan rumah nya.
rendra dan reihan menurun kan koper koper yang berisi pakaian zella . zella berdiam diri di dekat mobil.
" ayo sayang kita masuk, ini rumah ayah, ya meskipun ini tidak sebagus rumah lama mu , tapi semoga kamu suka dan nyaman tinggal disini" ucap rendra yang membuat zella menoleh menatap nya.
zella tersenyum lalu dia mengikuti rendra masuk kerumah begitu juga dengan reihan dia mengikuti zella dan rendra masuk.
rendra membawa zella ke kamar nya . membereskan pakaian pakaian zella dan meninggal kan zella di dalam kamar nya. rendra keluar dia pergi menemui Reihan.
" paman dimana zella " tanya reihan karna melihat rendra hanya sendiri.
" zella ada di kamar nya " jawab rendra sambil menatap ke arah kamar zella.
reihan hanya mengangguk.
rendra mengajak Reihan duduk di ruang tengah, mereka mengobrol ngobrol.
" rei " panggil rendra , reihan menoleh kearah sumber suara.
" apakah kau mencintai zella " tanya rendra to the poin. reihan terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut rendra. reihan bingung harus menjawab apa karna dia juga tidak tau apakah dia mencintai zella apa tidak.
" aku tidak tau paman, aku takut aku hanya terobsesi pada zella " jawab reihan memandang ke arah depan.
" saat pertama aku kenal zella , yang aku tau dia adalah gadis yang dingin , dia tidak banyak bicara , dia juga baik, aku pernah melihat nya membantu dan bermain main dengan anak jalanan , aku kagum padanya . saat aku bersama nya aku merasa nyaman, bahkan aku tidak pernah merasa senyaman ini jika bersama nya, aku tidak pernah merasa seperti ini sebelum nya. " jelas reihan pada rendra.
rendra tersenyum mendengar penjelasan Reihan itu.
" jaga lah putri ku, dan jangan pernah kau sakiti dia , jika aku tau dia menangis karna mu , habis lah nyawa mu" ucap rendra mengamanah sekaligus mengancam.
reihan mengangguk
" baik paman, aku akan selalu menjaga nya , aku tidak akan menyakiti nya " jawab reihan yakin.
" aku percaya pada mu, sekarang kamu temani zella, aku ada urusan , aku titip zella dan rumah ya " jelas rendra . reihan mengangguk . lalu rendra pergi keluar rumah , dia menggunakan motor nya.
reihan pergi ke kamar zella untuk bertemu dengan zella.
" zell" panggil reihan mengetuk pintu kamar zella. tak ada sautan yang ada suara isak tangis. karna takut zella kenapa napa reihan memilih masuk saja.saat membuka pintu reihan melihat zella sedang duduk memeluk lutut nya sambil menangis.
reihan menghampiri zella.
" zell, kau kenapa" tanya reihan . zella menoleh ke arah reihan , tangisan nya semakin kencang.
" rei, bukan aku yang membunuh clara , bukan aku, saat itu aku ingin menolong Clara, dia ingin menyebrang dan ada sebuah motor yang ingin menabrak nya, aku mendorong nya berharap dia tidak tertabrak , tapi saat aku mendorong clara ada mobil yang melintas tepat di arah clara dan , dan " zella tidak bisa melanjut kan Kalimat nya. dia terus menangis
" sudah zella , jangan menangis lagi, itu semua sudah di tentu kan, itu adalah kecelakaan dan kamu tidak bersalah , kamu sudah membantu nya" jelas reihan , dia memeluk tubuh zella membawa zella kedalam dekapan nya , memenangkan zella. dan cara itu ternyata ampuh karna zella sekarang sudah berhenti menangis.
" makasih rei, kau sudah mau percaya pada ku" ucap zella.