Psychopath Girl

Psychopath Girl
35



sebuah mobil putih sedang melintasi jalan raya dengan di ikuti beberapa mobil hitam di belakang nya.


zella , reihan, rendra , dan roy sedang berada di mobil putih, mereka menuju ke alamat markas aldo.


zella masih mengotak atik laptop nya.


setelah beberapa jam mereka melintasi jalanan , akhir nya mereka sampai di kota B.


" Kita istirahat disini dulu, kita harus merencanakan sesuatu , sebelum pergi ke markas aldo" ucap roy. mereka berhenti di sebuah villa keluarga roy.


" kenapa kita harus mencari alsa, aku yakin alsa pasti bisa jaga diri" ucap rendra yang sebenar nya tidak setuju dengan rencana ini.


" ayah, dia bukan hanya ingin menyiksa alsa, dia juga ingin menghabiskan aku, cepat atau lambat dia pasti akan menculik aku, jadi sebelum itu terjadi kita harus bergerak lebih dulu, sekarang mereka pasti belum merencanakan sesuatu , jadi kita bisa menyerang mereka" ucap zella.


" baik lah, tapi jangan sampai kau kenapa kenapa lagi quen" ucap rendra.


" tenang paman, aku akan selalu menjaga quen" ucap reihan menjawab pertanyaan rendra.


mereka pun keluar dari mobil dan memasuki villa tersebut. roy menunjukan kamar masing masing, di dalam villa itu terdapat 10 kamar, villa itu terbilang sangat besar, biasanya seluruh keluarga roy akan berkunjung di villa tersebut saat ada acara tertentu .


zella memasuki kamar nya, dia langsung merebahkan tubuh nya, kamar zella terdapat di lantai dua . setelah cukup lama berbaring zella pun berdiri dan berniat membersihkan tubuh nya. setelah di rasa cukup bersih zella pun berkemas mengenakan baju lengkap.


karna merasa lapar zella pun keluar kamar dan hendak ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan.


" rei" panggil zella saat melihat reihan yang berada di dapur.


" ehh quen, kenapa, apa kau lapar" ucap reihan yang sedang bergulat dengan alat dapur.


" aku kira kau tidak pandai memasak" ledek zella saat sudah berada di belakang reihan.


" jangan menilai buku dari sampul nya" ucap reihan yang masih fokus dengan masakan nya.


" aku tidak suka membaca buku jadi aku tidak pandai menilai sampul buku" jawab zella dengan tawa ringan.


" siap, apa kau mau juga" tanya reihan kepada zella.


" tentu , aku sudah sangat lapar" ucap zella sambil mengusap perut nya.


" hmmm anak dady sudah sangat lapar ternyata " bercanda reihan menaruh dua piring berisi nasi di atas meja lalu mengelus perut rata zella.


" aishhh , pikiran mu sangat kotor" ucap zella mengambil nasi goreng buatan reihan.


" sudah lah, jangan terlalu menghayal" jawab zella sekena nya.


" apa maksud mu menghayal, apa kau tidak mau menikah dengan ku" ucap reihan menatap ke arah zella


" siapa yang mau menikah dengan laki laki seperti mu" balas zella sambil menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.


" heyy, tapi kau menerima lamaran ku" ucap reihan sedikit kesal.


" benarkah, kapan, mungkin saat itu aku sedang tidak sadar , atau mungkin aku sedang di rasuki hantu perempuan yang ingin menikah" ucap zella semakin membuat reihan kesal.


" kau ini " ucap reihan terpotong.


" jadi rei sudah melamar mu " ucap roy yang berada di pintu dapur bersama rendra.


" ntah lah paman, aku juga tidak ingat " ucap zella terkekeh kecil melihat ekspresi wajah reihan yang cemberut.


" ayah , paman, lihat quen, dia seolah olah melupakan kejadian berharga itu, kalian tau aku sangat susah untuk memberanikan diri mengungkapkan rasa ku, tapi dia tidak menganggap nya, dia sungguh tega mempermainkan perasaan ku" ucap reihan dramatis.


semua nya terkekeh melihat tingkah laku reihan.


" paman lihat lah putra mu ini, anak seorang ketua mafia mempunyai sifat lembek seperti ini, aishhh aku tak habis pikir , jika aku jadi paman, aku akan membuang nya ke tempat sampah " ucap zella kepada roy yang duduk di depan nya.


" iyaaa kau benar juga quen, aku sangat menyesal merawat dan membesarkan nya, jika aku tau saat dia sudah besar akan tumbuh menjadi laki laki yang lembek seperti ini pasti sudah aku bunuh dia , aku akan memasukan nya lagi ke dalam perut ibu nya" ucap roy membantu zella untuk menggoda Reihan.


reihan semakin kesal melihat ayah nya dan zella menjelek jelek kan nya. hanya satu orang tersisa yaitu rendra dia berharap rendra akan membela nya.


" paman ren, apa kau tak kasian melihat calon menantu mu ini di siksa seperti ini, tolong bela aku paman, ohh tidak aku sekarang akan memanggil mu ayah , kan aku akan menjadi menantu mu" ucap reihan sambil menunjukan puppy eyes nya.


rendra , roy dan zella yang melihat itu semakin terkekeh .


" baiklah aku akan membantu mu" ucap rendra membuat reihan menampil kan senyum yang merekah.


" aku akan membantu mu untuk menjauhi quen" ucap rendra lagi membuat senyuman reihan seketika luntur.


" paman sungguh tega" ucap reihan semakin mendramatis.


" aku kasian sama putri ku, yang menerima lamaran mu itu bukan putri ku, tapi sosok hantu wanita yang memasuki putri ku, jadi jika quen menikah dengan mu pasti hantu wanita itu akan cemburu lalu menganggu putri ku" ucap rendra sok serius seakan ucapan nya memang fakta.


" huh kalian memang keterlaluan " ucap reihan lalu berjalan menuju kamar nya dengan wajah kesal nya.