
malam telah tiba , nampak dua orang gadis tengah berbaring di ranjang yang sama, satu gadis sedang tertidur lelap sedangkan yang satu nya sedang bergulat dengan ranjang nya. dia membolak balik kan tubuh nya mencari posisi yang pas . tapi dari tadi dia tidak mendapatkan posisi nya.
dia beranjak dari ranjang nya , keluar kamar dan hendak menuju dapur untung mengambil segelas air .
" quen, kamu belum tidur " tanya rendra yang berada di dapur .
" belum yah " ucap zella lalu duduk di meja makan
" kenapa kau belum tidur syg " ucap rendra mengikuti putri nya duduk di meja makan.
" aku tidak bisa tidur dari tadi, jadi aku berniat untuk minum , siapa tau setelah aku minum aku bisa tertidur " jelas zella sambil menuangkan air kedalam gelas.
" apa yang kau pikir kan quen , kenapa sampai tidak bisa tidur hmm" ucap rendra lembut.
zella terdiam, tiba tiba saja dia mengingat kejadian di roftoop sekolah.
" ayah" panggil zella menatap ayah nya.
" hmmm" jawab rendra.
" tadi siang, rei mengutarakan perasaannya pada ku" ucap zella malu malu. rendra yang mendengar itu pun tersenyum.
" hmm , ternyata putri kecil ayah sudah besar " ucap Rendra menggoda.
" ayahh" rengek zella mendapat godaan dari ayah nya. rendra terkekeh.
" jadi kau menjawab apa hmm" tanya rendra .
" aku belum menjawab nya" ucap zella
" kenapa belum, apakah kau tidak menyukai nya" tanya rendra . zella menggeleng kan kepala nya.
" bukan begitu ayah, hanya saja aku bingung "
"bingung kenapa" tanya rendra.
" aku takut terluka karna cinta lagi" ucap zella sedikit sedih.
" hmmm apakah kamu pernah jatuh cinta sebelum nya" tanya rendra.
zella mengangguk.
"siapa cinta pertama mu, dan kenapa kau sampai terluka karna itu" tanya rendra.
" sudah lah ayah, aku tidak mau membahas masalah yang sudah berlalu "ucap zella.
rendra pun mengangguk.
" jadi apa jawaban kamu untuk rei hmm" tanya rendra kembali ke topik utama.
" ntah lah ayah, aku juga bingung" jawab zella.
" apakah kau menyukai nya"
" atau menyayangi nya"
" aku juga bingung " jawab zella.
" kamu harus ikuti kata hati mu quen, yakin kan diri mu dengan jawaban mu, jangan sampai kau menyesal nanti nya" ucap rendra menepuk bahu putri nya lalu bergegas menuju kamar nya
zella masih terdiam , dia masih bergulat dengan pikiran dan batinnya.
zella berjalan menuju kamar nya. pikiran nya masih kacau . jam menunjukan pukul 11 malam. zella membaringkan tubuh nya diranjang , dia sebelah alsa yang sedang tertidur pulas , zella mencoba memejamkan mata nya , setelah lama di paksa akhir nya dia pun terlelap.
keesokan hari nya.
" pagi paman" sapa Reihan saat rendra membuka kan pintu rumah nya.
" pagi rei, ayo masuk, sebentar paman panggil kan quen nya dulu" ucap rendra menuju kamar putri nya.
" quen, rei sudah menunggu mu" ucap rendra membuka pintu kamar putri nya. nampak putri nya sedang menyiapkan tas nya.
" alsa mana quen" tanya rendra yang tak melihat alsa.
" ehh ayah, alsa dia sedang di kamar mandi " ucap zella.
zella pun keluar menuju ke tempat dimana reihan berada.
" sudah " tanya reihan.
" sudah, ayo" ajak zella.
" kalian sudah mau berangkat ya , hati hati ya" ucap alsa yang baru datang.
" ehh alsa , kamu tidak sekolah juga " tanya reihan.
" emhh, seperti nya aku akan berhenti sekolah" ucap alsa .
" loh kenapa" tanya reihan penasaran.
" jika aku sekolah, papa ku pasti akan menemukan ku, dan memaksakan ku untuk menikah dengan om om kayak lagi" jelas alsa dengan raut sedih nya.
" ouhhh yasudah, nanti aku akan minta tolong pada ayah ku untuk membantu mu" ucap reihan.
" ehh tidak usah, aku tidak mau merepotkan" ucap alsa sambil menggeleng kan kepala nya.
" tidak apa apa, tidak merepotkan" ucap reihan. alsa pun menyetujui nya.
reihan dan zella pun berpamitan pada rendra dan alsa. lalu mereka pergi menuju sekolah.
" alsa , paman berangkat dulu, paman titip rumah, jika ada apa apa telepon saja paman" ucap rendra .
" iyaaa paman, paman hati hati" ucap alsa. lalu rendra pun pergi meninggal kan rumah.
tinggallah alsa sendiri, dia mengunci pintu dan semua jendela, seakan akan didalam tidak ada orang, dia takut kalau anak buah papa nya menemukan nya,
" untuk sementara ini aku harus bersembunyi dari ayah, maafkan aku ayah, tapi aku tidak mau di paksa seperti ini" ucap alsa.