
reihan dan zella kembali bersekolah , kini kondisi zella sudah pulih. saat pulang sekolah zella terpaksa pulang sendiri, karna reihan tidak bisa mengantar dia di suruh pulang cepat oleh roy, dan ayah nya sedang bekerja , ayah nya sekarang bekerja sebagai pelayan di sebuah cafe.
zella berjalan kaki menunggu , berharap ada sebuah angkutan yang bisa ia tumpangi untuk sampai kerumah. pada saat di tengah jalanan yang lumayan sepi dia melihat sosok yang sangat tak asing bagi nya , gadis itu berlari dan di belakang nya ada beberapa laki laki berpakaian serba hitam. zella langsung mengejar gadis itu . karna terlalu panik gadis itu tidak tau arah jalan nya sehingga ia berhenti di sebuah jalan buntu. dia semakin panik karna laki laki itu mendekati nya.
" tolong" teriak gadis itu.
"heyy jangan sakiti dia " ucap zella .
" zella " teriak gadis itu. laki laki yang mengejar gadis itu membalikkan tubuh nya menghadap ke arah zella.
" alsa cepat cari tempat berlindung" teriak zella kepada alsa . alsa segera menjauh dari tempat dia berdiri tadi.
" pergi kau, jangan ikut campur , ini urusan kami" ucap salah satu laki laki itu
" iyaa , jangan sok menjadi pahlawan kesiangan kamu" sambut laki laki lain nya , mereka tergelak bersama.
zella mengambil sesuatu dari tas nya, nampak sebuah pisau panjang yang terbungkus sabuk. pisau kesayangan nya yabg selalu ia bawa. zella tersenyum smrik sambil membuka sabuk dari pisau nya , pisau itu nampak kilat dan tajam. laki laki itu menelan Saliva nya dengan kasar melihat ketajaman pisau itu, baru melihat nya saja sudah merinding.
" heh kamu kira kami takut, mentang mentang kamu membawa pisau, meskipun kamu membawa pistol atau celurit sekali pun kami tidak akan takut" ucap salah satu laki laki itu . hanya dia yang berani bersuara.
" aku seperti nya sering mendengar kata kata itu " ucap zella mengingat ingat.
" aaaa aku tau , teman mu dulu juga menyebut kan kata itu" ucap zella tersenyum. muka nya terlihat sangat polos.
sretttt
leher salah satu laki laki itu tergores akibat pisau zella yang sempat ia beri nama jeki itu. laki laki itu tergeletak tak bernyawa . laki laki lain nya menyerang zella lagi tapi mereka kalah.
satu persatu laki laki itu tergeletak ke tanah. akhir nya semua nya pun mati tak bersisa. zella segera mencari sesuatu , wajah nya sedikit panik . alsa yang melihat laki laki itu sudah mati semua nya sangat senang , dan melihat wajah panik dari zella dia mengerut kan dahi nya. biasanya zella akan senang jika lawan nya mati tapi kenapa kali ini dia terlihat takut .
alsa mendekati nya.
" kamu kenapa terlihat panik" ucap alsa saat sudah di dekat zella.
" aku telah membunuh mereka , nanti jika polisi tau bagaimana" ucap zella panik. kali ini wajah panik nya sungguhan tidak di buat buat nya lagi. alsa menaikan alis nya dia heran.
" dulu kamu juga pernah membunuh orang tapi kenapa sekarang kamu terlihat panik sekali" tanya alsa lagi.
" sidik jari ku pasti ada di mereka , dan lihat di sini ada jejak kaki ku juga , aduhh bagaimana ini, kenapa aku bisa seceroboh ini " ucap zella panik.
alsa melihat lihat sekitar , lalu pandangan nya tertuju pada sebuah dirigen yang ada di sudut tembok itu. dia tersenyum senang. segera alsa mengambil dirigen itu, dirigen itu berisi sebuah bensin.
" ini " beri alsa kepada zella, zella pun tersenyum senang.