
zella dan alsa telah sampai di rumah orang tua zella . zella memarkirkan mobil nya di garasi . dia dan alsa masuk kerumah.
" bun" teriak zella memanggil bunda nya.
" zella kau sudah pulang " tanya bunda zella
" siapa ini" tanya bunda zella menatap alsa.
" ini teman aku , alsa bun" jawab zella.
" teman" tanya papa zella yang tiba tiba datang.
" sejak kapan kau punya teman" ucap papa zella dengan sinis.
" siapa lagi yang kau bunuh " tanya nya lagi.
" iyaa zella kau telah membunuh siapa, kenapa baju mu penuh noda darah " tanya bunda zella
" tadi ada yang menghalang kami bunda , dia ingin menculik kami " jawab zella.
" baiklah sekarang kamu bersihkan diri dikamar " jawab bunda nya zella.
zella dan alsa pergi menuju kamar yang di atas. mereka menaiki tangga . saat sudah sampai di puncak tangga , ada seorang laki laki berbadan tinggi dan atletis.
" sekali pembunuh tetap saja akan jadi pembunuh " ucap nya sinis , dia adalah kakak laki laki zella , Nicko.
zella tidak memperdulikan , dia terus berjalan saat sampai di sebuah kamar zella membuka pintu nya.
" sementara waktu kamu tidur di sini dulu, ini dulunya kamar adik ku tapi sekarang dia sudah tidak ada. apa tidak masalah jika kay tidur disini " tanya zella
" iyaaa tidak apa apa, terima kasih banyak" ucap alsa.
zella mengangguk dan pergi menuju kamar nya.
zella membersihkan tubuh nya , dan merebahkan diri nya di atas kasur. lalu dia tertidur sampai malam tiba.
sudah satu minggu lebih zella sekolah di SMA kebangsaan garuda, dia tidak pernah melakukan hal hal yang aneh, dan semenjak zella membunuh laki laki suruhan papa nya alsa saat di jalan itu, tidak pernah lagi ada yang mengganggu.
hari ini zella berangkat sendiri, karna alsa sakit jadi alsa tidak bisa masuk sekolah.
zella telah sampai di sekolah nya dan dia berjalan melewati lorong lorong kelas . lalu sampai lah dia di kelas nya , saat dia masuk kelas , kelas menjadi hening. zella tidak memperdulikan itu.
tak lama bel berbunyi dan guru pun masuk.tapi kali ini buk ira tidak sendiri , dia bersama dengan laki laki.
" selamat pagi anak anak, hari ini kita kedatang teman baru lagi " ucap buk ira menatap zella lalu berpindah ke anak baru tersebut sambil tersenyum.
" baiklah, reihan kamu boleh duduk di bangku yanv masih kosong" ucap buk ira kepada reihan.
reihan melihat keseluruh penjuru kelas , mencari bangku yang masih kosong, dan dia melihat bangku ujung yang masih kosong tepat nya di meja zella. dia pun berjalan menuju meja zella.
dia langsung duduk begitu saja, zella pun tak memperdulikan anak baru itu. dia hanya fokus ke pelajaran yang di bahas oleh buk ira.
bel istirahat pun berbunyi.
semua siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju tempat favorit mereka.
zella mengemas peralatan belajar nya.
zella berdiri dan hendak keluar kelas untuk pergi ke kantin, karna dia sudah sangat lapar. tapi langkahnya terhenti dan dia berbalik badan. alis nya naik sebelah.
" kenapa kau mengikuti ku " tanya zella kesal.
" aku mau ke kantin" jawab reihan datar .
" yasudah pergi saja sendiri" zella menjawab tak kalah datar nya.
" aku tidak tau dimana letak kantin" jawab reihan.
" kau bisa bertanya pada murid disini , kenapa malah mengikuti ku" ucap zella kesal.
" aku tidak mengenal murid disini , makannya aku mengikuti mu " jawab reihan
" lalu apa bedanya dengan ku, aku tidak mengenal mu ,kamu tidak mengenal ku , kenapa kamu mengikuti ku " ucap zella sedikit berteriak.
" kau teman sebangku ku " jawab reihan datar tak memperdulikan emosi zella.
" aishh terserah kau lah" zella berucap malas. dan berjalan menuju kantin. reihan terus membuntuti nya dari belakang.
hawa dingin terasa saat mereka melewati siswa siswa , mereka sama sama dingin , tapi bedanya zella berdarah dingin sedangkan Reihan bersifat dingin. tapi sama sama dingin.
setelah selesai makan di kantin mereka berdua pergi dari kantin dan menuju ke kelas.
skipppppppppppppppp.
bel pulang pun berbunyi zella dan reihan keluar kelas. mereka menuju ke parkiran. letak mobil reihan dan zella sangat jauh, reihan memarkirkan mobil nya berdekatan dengan pintu gerbang. sedang zella dia memarkirkan mobil nya di ujung parkiran.
mereka keluar menuju ke rumah masing masing.