Psychopath Girl

Psychopath Girl
26



zella tersenyum mendengar ucapan alsa.


" sebenar nya " zella menceritakan tentang kematian clara.


" jadi papa sama kak nicko mikir aku punya niat buat nyelakain clara, mereka mikir kalau aku iri sama clara . soal nya nenek cuman punya dua anak , bunda sama mama ku, dan nenek ingin sekali punya cucu perempuan, saat itu cuman aku cucu perempuan nenek , karna anak pertama bunda laki laki, dan aku disayang sama nenek, itu buat papa dan kak nicko iri sama aku. saat Clara lahir aku senang, soal nya aku punya teman. meskipun udah ada Clara nenek tetap sayang sama aku. tapi hari ke hari papa dan kak nicko selalu kayak ngejebak aku, ngehasut clara supaya dia benci sama aku. dan semua itu berhasil clara jadi gak suka sama aku. pas saat kejadian clara meninggal , papa dan kak nicko selalu nyalahin aku, sampai sampai nenek juga ikutan benci sama aku" ucap zella mencerita kan semua nya.


" ya ampun zell, kamu yang sabar ya, aku gak tau kalau kamu punya masalah sebesar itu , mungkin juga ini udah di tentuin sama tuhan" ucap alsa pada zella . sebagai sahabat alsa sangat kasihan ternyata ada orang yang lebih menderita dari nya, secara batin alsa memang selalu bahagia , karna masalah yang di hadapi nya tak terlalu dianggap pusing oleh nya, tapi jika masalah fisik dia selalu tersiksa , tapi itu tak masalah bagi nya jika fisik itu tidak terlalu sakit dan gampang di sembuh kan tapi jika batin kita yang tersiksa itu akan sangat amat menyakitkan, dia pernah depresi karna terlalu memikirkan tentang pernikahan yang papa nya buat , itu membuat nya sangat frustasi.


" sekarang aku beruntung punya ayah reihan, dan juga kamu, cuman kalian yang bisa ngertiin dan percaya sama aku" ucap zella


" lalu kenapa kamu bisa punya jiwa psikopat gitu" tanya alsa . zella terkekeh mendengar pertanyaan dari alsa.


" ntah lah, mungkin karna masalah yang aku hadapin sehingga buat aku bisa kayak gini" ucap zella.


" tapi kenapa harus psikopat sih, kenapa gak yang lain aja gitu, ngeri loh harus bunuh orang gitu" ucap alsa sedikit merinding mengingat saat zella dengan senang nya menghabisi lawan nya.


alsa mendengar nya saja sudah merinding. dia terus saja bergidik ngeri kala mengingat korban korban yang sudah zella habiskan.


" yaudah yok tidur" ajak zella membuyar kan lamunan alsa. mereka pun terlelap dalam mimpi mimpi nya.


" astaga quen, ternyata kamu selalu tersiksa " ucap rendra, tanpa sepengetahuan zella dan alsa , rendra sedari tadi mendengar semua percakapan kedua nya. saat itu rendra ingin mengecek apakah gadis gadis nya sudah tidur . tapi saat hendak membuka pintu Rendra mendengar percakapan itu. dia sangat kasihan dengan zella yang harus menghadapi semua nya.


" maaf kan ayah , seharus nya saat itu ayah mencari kamu , seharus nya ayah bisa menemukan kamu quen, ayah janji ayah akan jaga kamu, gak akan ada yang bisa nyakitin kamu lagi" ucap rendra.


dia masuk ke kamar putri nya. dia memperbaiki selimut kedua gadis nya itu, rendra memang sudah menganggap seperti putri nya. mungkin karna umur alsa dan zella sama jadi ketika melihat alsa dia seperti melihat putri nya. rendra mengecup kening zella.


" good night quendly" ucap rendra tersenyum. lalu dia keluar dari kamar putri nya tak lupa dia mematikan lampu kamar itu.