Psychopath Girl

Psychopath Girl
46



tak lama mereka sampai di markas aldo , lebih tepat nya bekas markas aldo. milk dan reihan membopong tubuh Rendra yang terkulai lemah. nampak di ruang tengah semua orang tengah berkumpul menunggu rendra.


saat melihat rendra yang di bawa oleh reihan dan milk mereka segera berjalan ke arah Rendra. mereka membantu rendra menuju kamar nya.


zella mengikuti ayah nya di susul oleh linda di belakang nya. tak lama datang seorang dokter . dia memeriksa keadaan rendra.


" bagaimana keadaan ayah saya dok" ucap zella pada dokter tersebut.


" ayah anda tidak apa apa, luka luka nya sudah saya obati , dan saya juga sudah memberinya suntik vitamin karna tubuh nya sangat lemah, saya juga telah memasang infus pada nya. saat infus nya sudah habis bisa langsung di copot saja " ucap dokter itu pada zella.


" sukur lah, terima kasih dok" ucap zella .


" sukur lah " linda ikut bersukur karna rendra tidak kenapa kenapa.


zella dan linda memasuki kamar yang di dalam nya terbaring sosok laki laki .


wajah nya yang penuh lebam di sana sini, wajah yang dulu nya bersih kini telah hilang untuk beberapa saat. dan terdapat luka luka kecil juga di tubuh dan wajah nya. sungguh penampilan yang mengenaskan.


" ayah " ucap zella . meskipun dia sudah terbiasa dengan luka luka seperti itu atau bahkan sudah terbiasa dengan tusukan tembakan sayatan dan yang lebih ekstrim lain nya, tetap saja jika menyangkut orang yang dia sayang dia akan sangat kasihan dan merasakan kesakitan nya.


" maafin mbak , gara gara mbak Rendra jadi kayak gini" ucap linda pad azella dengan penuh penyesalan.


bahkan orang yang ada di rumah itu telah menenangkan zella tapi dia tetap saja menangis. melihat zella yang tak henti henti nya menangis membuat linda merasa bersalah.


" ini semua gara gara ku" ucap linda pada diri nya.


" sudah zell, kamu gak usah nangis lagi, dokter tadi bilang kalau paman rendra gak kenapa kenapa " ucap Alsa menenangkan.


" tapi kenapa sampai sekarang ayah gak bangun bangun " ucap zella sambil menangis . ini baru pertama kali nya dia melihat ayah nya terbaring lemah seperti ini. dia tak menyangka bahwa ayah nya bisa selemah ini. selama ini yang dia lihat ayah nya selalu sehat, tak pernah sakit sama sekali, ayah nya selalu bisa melindungi nya dan dia juga tak pernah melihat ayah nya terkapar seperti ini.


" udah kamu tenang aja, paman rendra mungkin lagi tertidur , guna mengistirahatkan tubuh nya" ucap reihan sambil menarik zella kedalam pelukan nya.


" aku gak tega liat ayah kayak gitu rei " ucap zella sambil menangis di dalam dekapan Reihan.


" udah ya , kamu jangan sedih lagi, kamu jelek tau gak kalau nangis ,kalau nanti paman bangun terus liat wajah kamu jelek gara gara nangis gini bisa bisa paman bakalan pingsan lagi" ucap reihan menenangkan zella.


" kamu nyebelin" ucap zella.


semua nya hanya diam , mereka berdoa dalam hati agar rendra cepat sadar. mereka juga tersiksa melihat rendra seperti ini, mereka merasa gagal menjaga satu sama lain nya. mereka merutuki kebodohan mereka karna membiarkan rendra keluar seorang diri. terutama roy dia sangat merasa bersalah. apalagi dia tau kalau sebenar nya rendra itu sangat lemah dalam berkelahi, apalagi berkelahi seorang diri, tapi di depan putri nya dia tidak ingin terlihat lemah. dia menyesal telah memberikan peluang untuk orang lain menyiksa rendra bagaiman pun roy telah menganggap rendra sebagai saudara sendiri. dia menganggap rendra sebagai adik nya.