
zella sedikit bingung mendengar pertanyaan dari andini.
" mbak kan sudah tau alasan aku mengikuti mbak kesini" ucap zella
" haha , baik lah, aku hanya ingin menyakinkan saja " ucap andini.
" jadi apa pekerjaan ku mbak, dan siapa mereka " tanya zella.
" mereka ini adalah sampah negara zell, mereka telah korupsi uang negara , dan juga mereka telah merugikan banyak perusahan, mereka juga sering menindas orang orang miskin" ucap andini.
" lalu " tanya zella.
" jadi tugas mu adalah melawan mereka , bahkan kau boleh melenyapkan mereka " ucap andini dan membuat zella kaget.
" kenapa aku harus melenyapkan mereka " tanya zella
" karna mereka sampah negara sayang, bukan kah sampah harus di musnahkan" ucap andini.
" hmmm tapi apakah " ucap zella terpotong.
" tenang saja zell, ini tida melanggar hukum , bahkan polisi akan berterimakasih pada mu karna telah membantu mereka membasmi sampah seperti mereka ini " ucap andini meyakinkan.
zella tampak berpikir.
" benar juga apa yang di katakan mbak andini, lagi pula aku juga sudah terbiasa dengan ini , sekalian bermain main, sudah lama aku tidak bermain main" ucap zella dalam benak nya.
" bagaimana zell, apa kau berminat, kau akan langsung mendapat kan uang jika bisa menghabisi mereka " ucap andini.
" baiklah mbak, aku terima" jawab zella tersenyum.
" ehh tunggu, apakah gadis ingusan ini yang akan kami lawan " tanya laki laki tahanan itu.
" iyaa kalian harus mengalahkan nya jika kalian ingin menang" ucap andini.
" hahah silahkan" ucap andini lalu menyuruh anak buah nya melepas kan borgolan tangan laki laki itu.
mereka menatap zella sinis , tapi zella menatap mereka dengan wajah polos nya.
zella kembali memainkan peran yang sudah lama tidak ia pakai.
" huh hanya bocah polos seperti ini , gampang sekali " ucap laki laki itu.
" hahaha benar sekali" sambut laki laki satu lagi.
andini dan anak buah nya menatap permainan yang ada di depan mereka . andres keluar dari ruangan nya dan juga ikut menyaksikan permainan itu.
" apa kalian sudah selesai berbicara paman " ucap zella pada kedua laki laki itu.
" hahah seperti nya kau memiliki keberanian yang cukup besar" ucap laki laki itu.
" paman paman , sudah ingin bertemu dengan ajal aja masih belagu" ucap zella meledek.
kedua laki laki itu sudah terbakar emosi , lalu mereka langsung berlari kearah zella dan langsung menyerang zella tapi zella selalu saja menghindar . dan ntah kenapa sesaat zella lengah dan salah satu laki laki itu berhasil memukul pipi zella. zella tertunduk, nampak sisi bibir nya mengeluarkan darah.
zella tersenyum , lalu mengangkat wajah nya dan nampak pupil mata nya berubah menjadi coklat pekat . semua yang ada di situ terkejut sekaligus heran, karna mereka rasa pupil mata zella tadi berwarna coklat muda transparan tapi kenapa sekarang telah berubah.
" sudah puas main main nya, sekarang giliran saya" ucap zella dingin mencekam.
zella berjalan ke arah laki laki itu, lalu langsung menghajar mereka .zella menghajar mereka tapi masih menyisakan nyawa pada mereka. zella memberhentikan aksi nya membuat semua nya menatap penasaran.
" huh aku haus paman, apa boleh aku minum sebentar" tanya zella dengan suara ngos-ngosan.
" mbak andin, apakah aku boleh numpang dapur nya , aku sangat haus" ucap zella menatap andini. semua nya terkejut , sempat sempat nya zella kehausan .
" menarik" batin andres