PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
KEJUTAN



Dengan langkah kaki berat, Chloe tetap menyeretnya sampai di tempat acara. Di sana sudah terdapat banyak tamu yang hadir. Acara pertunangan Aldirch dan Amora memang tidak di laksanakan di Kerajaan ZEPHYRA melainkan di Kerajaan NEVOLEON karena akan di gabung dengan acara pertunangan Chloe dengan Jaeden.


Chloe melihat sekeliling, saat melihat Adik dan Calon nya bersama, hati nya terenyuh karena dirinya tidak bisa bersama dengan Brian.


"Kamu kemana sih? Kenapa tidak bisa di hubungi," batin Chloe sedih.


Ceril yang melirik Putrinya nampak sedih menggenggam tangan itu, memberikan kekuatan agar Chloe jangan merasa sedih lagi. "Jangan cemberut seperti itu, ayo tersenyum," bisik nya pelan.


Demi menjaga citra nya, Chloe pun menampilkan senyum manisnya menuju rombongan tamu yang hadir.


Tak jauh dari sana seorang laki-laki tersenyum manis menatap Chloe, setelah itu pergi dari tempat nya.


Acara pertunangan Putra Mahkota Aldirch Dominic dan Putri Mahkota Amora dari Kerajaan ZEPHYRA pun di mulai. Acara demi acara pun terlaksana. Dan kini giliran Acara pertunangan Chloe Dominic dan Jaeden Briandy Tesla.


Namun sebelum Pihak laki laki datang, Chloe merasa resah, dia sangat tidak nyaman dengan acara yang akan berlangsung nanti. Ia berharap laki laki yang akan menjadi Tunangan nya tidak datang, dan tidak akan jadi bertunangan dengan nya, sehingga dia bisa kembali dengan Brian, laki laki pemilik hatinya.


Tak berselang lama rombongan Keluarga Tesla datang, seorang seorang berpakaian rapi, yang Chloe kira adalah calon Tunangan nya. Melihat laki laki yang berjalan di apit dia orang yang di kira orang tuanya, Chloe ingin sekali menangis, berteriak dengan kencang, ingin menolak terang terangan di depan semua para tamu.


Bagaimana tidak! Yang saat ini Chloe lihat adalah seorang laki laki dewasa, sekitar umur 40 tahunan. "Kenapa Daddy mau menerima laki laki macam itu? Aku tidak suka, aku tidak mau. Aku pilih Brian...." jerit Chloe dalam hati.


Chloe menoleh ke arah Mommy nya dengan wajah memohon agar Mommy nya membantunya membatalkan pertunangan ini.


"Jangan memohon kepada Mommy, mommy tidak bisa membantu mu," jawab Ceril lirih dengan mata masih menatap tamu nya yang mulai mendekat.


"Selamat datang Tuan Affandra, bagaimana kabar keluarga?" sapa Tian menjabat tangan


"Semua nya baik," jawab Tian.


Chloe yang bersama dengan Ceril Dan Tian hanya diam dengan senyum terpaksa nya.


Melihat semuanya sudah berkumpul, Tian pun berkata, "Baiklah karena keluarga Tesla sudah hadir, kita akan langsung kan acara pertunangan nya." Chloe yang mendengar langsung syok dengan ucapan Daddy nya.


'Tidak bisakah aku menolak? Aku tidak mau menikah dengan laki laki ini," tatap nya pada laki laki yang bersama dengan Affandra.


Sedangkan laki laki yang di tatap Chloe dia bingung dengan tatapan permusuhan itu, pikir nya, ada apa dengan Gadis di depan nya ini.


"Dasar tak tahu malu, sudah tua masih cari yang muda," gerutu nya dalam hati. Jika di tempat itu tidak banyak orang, sudah di pastikan Chloe akanbjat perhitungan kepada laki laki itu, karena terlalu berani melamarnya.


'Baiklah, untuk kedua nya silahkan," ucap Tian.


Dengan langkah berat Chloe begitu malas. Sesekali dia melirik Daddy nya yang mengantarkan ke tempat dimana dia akan memasang cincin di jari nya dengan laki laki tua itu.


"Dad."


Tian diam saja tidak menggubris panggilan yang memohon itu. Dia terus saja mendampingi Chloe sampai di tempat itu.


Kini kedua nya sudah berdiri saling berhadapan. Masing-masing di berikan Cincin untuk di pasangkan ke jari pasangan nya. Saat laki-laki itu akan memasangkan Cincin di jari manis Chloe, tiba-tiba lampu di ruangan itu mati. Dan semua yang ada di tempat itu bingung, kenapa bisa ada kejadian seperti itu.


Tak berselang lama, lampu kembali menyala. Chloe masih melihat sekeliling tanpa memperdulikan laki laki yang akan memasangkan cincin di jari manis nya.


Seorang laki-laki yang memegang cincin itu berjongkok dengan kaki bertumpu sambil memegang tangan kiri Chloe.


"Maukah kamu menikah dengan ku Putri Chloe Dominic?" tanya Laki laki itu melamar.


Chloe yang malas menatap laki laki itu langsung menunduk, saat mendengar suara laki laki yang di kenal nya. Saat mata itu melihat betapa terkejutnya Chloe melihat siapa yang saat ini melamarnya.


"Brian!"


"Maukah kau menikah dengan ku?" tanya Jaeden.


Chloe seakan tidak percaya, dia menutup mulutnya dengan satu tangan. Berpikir, apakah dia mimpi.


"Apakah ini nyata?" tanya Chloe lirih.


'Tentu saja nyata Sayang. Bukankah ini yang kamu mau, melamar mu di depan Kedua Orang Tua mu?"


Melihat Chloe manangis, Jaeden berdiri dan mengusap air mata itu. "Jangan menangis, aku sudah ada disini."


"Kau jahat,"


"Maafkan aku sayang."


Dengan cepat Chloe langsung memeluk tubuh orang yang sangat di rindukan. "Nikahi aku, aku tidak mau dengan laki laki tua itu," Ucap Chloe di pelukan Jaeden.


Jaeden hanya tersenyum kecil, siapa juga yang akan menyerahkan wanita nya kepada laki laki tua. Jaeden melirik keluarga yang saat ini melihat mereka merdua.


"Aku tidak akan membiarkan mu di miliki laki laki lain. Kamu hanya milik ku dan selama nya hanya akan menjadi milik ku," ucap Jaeden melapas dan menangkup wajah itu, menatap nya dengan damba.


Jaeden memegang kedua tangan Chloe, "Mau menikah dengan ku? Aku akan menjadikan mu Ratu di hidup ku."


Mendengar itu dengan cepat, Chloe mengangguk, menerima lamaran itu.


"Ya," jawab nya singkat sambil memberikan senyum manisnya.


Jaeden tersenyum dan memasangkan Cincinnya di jari manis lentik itu, begitu pun dengan Chloe. Chloe juga memasangkan Cincin itu di jari manis Jaeden.



Setelah memasang cincin berlian itu, Jaeden mencium kening Chloe dengan lembut. Setalah itu suara tepuk tangan para tamu yang menyaksikan begitu riuh di ruangan itu.


Setelah kedua nya resmi bertunangan, pihak keluarga menghampiri mereka berdua, begitupun dengan laki laki yang Chloe kira tunangan nya.


"Selamat ya sayang," peluk Annora kepada Calon menantu nya.


"Terimakasih Tante."


"Jangan panggil Tante, panggil Mama, sama seperti Jaeden," jawab Annora.


"Jaeden?" tolehnya menatap Jaeden.


Jaeden yang di tatap hanya tersenyum. "Nama ku Jaeden sayang, Jaeden Briandy Tesla."


"Jadi__"


"Ya, sejak awal memang aku lah yang melamar mu, hanya saja aku tidak mengatakan nya pada mu."


"Lalu siapa dia?" tunjuk nya pada laki laki yang akan melamar nya sebelum Jaeden.


"Oh dia, paman ku. Maaf sayang jika membuat mu tidak nyaman " jawab Jaeden.


"Apa? Paman! Jadi kalian semua___"


"Benar, makanya jangan menolak. Untung kamu tidak membatalkan pertunangan nya. Jika itu terjadi, Mommy pastikan Kamu akan menyesal. Dan untuk semua ini adalah ide dari tunangan mu itu," jelas Ceril.


Chloe yang mendengar bahwa ini ide gila dari Jaeden, dia menatap Jaeden kesal. "Berani kamu membuat ku kesal, sedih dan marah. Awas saja, setelah ini lihat lah kamu akan menyesal," Cubitnya di pinggang Jaeden.


Jaeden yang mendengar ancaman itu menjadi takut, wajah nya pias. Ia tahu kemana arah pembicaraan Chloe, suatu yang mengarah ke arah ranjang setelah menikah lagi.


Karena tidak ingin mendampak pada malam pertama setelah menikah, Jaeden pun memohon agar Chloe tidak balas dendam.


Semua orang yang melihat itu tertawa dengan tingkah mereka beruda. Chloe yang merajuk, dan Jaeden yang mencoba merayu.


..


..


..


Bersambung