PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
SIAPA BRIAN/JAEDEN?



Setelah Harond menyetujui persyaratan nya, kini Samuel dan dua anak buah nya pergi menuju Ke perusahaan KC Group untuk melakukan hal sama seperti yang dia lakukan kepada perusahaan JN's Group.


Setelah sampai dan membuat persyaratan itu, dan Aries menyetujui nya serta mendatangani nya, Samuel pun kembali dan kini membuat janji dengan Chloe untuk bertemu.


Mereka berdua kini sedang duduk di sebuah restoran, di sebuah ruang VVIP.


"Nona, ini berkas nya," Samuel menyerahkan berkas pembelian perusahaan KC Group dan JN's Group.


Chloe membuka nya. Di lihat nya dan di telitinya, setelah merasa puas dia menutupnya kembali. "Bagus. Terimakasih Paman."


"Sudah tugas saya Nona. Oh ya, kapan anda akan datang ke perusahaan itu Nona?" tanya Samuel.


"Nanti akan aku kabari jika aku ingin ke tempat itu," jawab Chloe. "Baiklah, simpan berkas ini untuk ku. Aku harus kembali," sambung nya dan berjalan pergi meninggalkan Samuel yang masih di tempat.


Melihat Chloe pergi, Samuel mengambil ponsel nya dan menghubungi anak buah bayangan nya. "Jaga Nona, aku tadi melihat beberapa orang mengikuti nya saat bersama ku," perintahnya.


"Baik Tuan," jawab Ketua bayangan itu.


.


.


Chloe yang sudah keluar kini sedang menunggu ojek. Setelah ojek pesanan nya datang, dia meninggalkan Restoran itu. Namun saat di perjalanan pulang di jalan yang sepi, dia di hadang beberapa pria berawakan besar dengan memegang senjata di tangan nya.


Tukang Ojek itu berhenti saat melihat orang orang berdiri menghadang nya.


"Siapa mereka? Berani sekali menghadang ku," gumam Chloe kesal.


Chloe turun dari Motor dan berdiri di depan mereka yang sedang menatap nya dengan niat membunuh.


"Siapa kalian? Dan mau apa menghadang ku?" tanya Chloe tanpa rasa takut.


"Kau tidak pantas mengetahui siapa kami semua. Dan untuk niat kami, kami semua ingin nyawa mu. Jadi gadis manis lebih baik serahkan diri mu sendiri kepada kami, kami akan memperlakukan mu dengan lembut," jawab Seorang yang mengetuai kelompok itu.


Chloe yang mendengar tertawa terbahak bahak. "Hahahahahha........ Kalian pikir aku ini bodoh ha__? Bagaimana mungkin aku akan menyerahkan diri ku sendiri kepada kalian, yang ada kalian lah yang harus menyerahkan diri kalian semua untuk ku bunuh," jawab Chloe berubah dengan nada dingin.


"Hahaha.....Ternyata gadis ini pintar sekali berkhayal. Hei gadis manis, kamu pikir kamu bisa membunuh kami semua? Jangan bermimpi di siang hari dapat membunuh kami! Aku pribadi akan membangunkan mimpi itu agar kamu cepat sadar dan menyesali apa yang kamu katakan barusan," jawab Ketua kelompok itu.


Chloe diam, namun pandangan nya benar- benar sangat dingin, seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.


"Jangan banyak bacot," ucap Chloe dan melempar pisau tajam ke arah ketua itu hingga mengenai lengannya.


"Argh!!! Sialan!! Berani nya kau melukai ku!" marah nya saat melihat lengan nya terdapat pisau yang menancap.


"Itu akibat jika mulut mu banyak bicara," jawab Chloe dengan senyum menghina nya.


"Dasar gadis jala*ng! Tangkap gadis itu," perintahnya menyuruh anak buah nya.


Beberapa orang itu maju, namun saat mereka hendak ingin menyerang Chloe, anak buah bayangan nya muncul menembakkan senjatanya ke arah mereka.


Dooor.....


Dooor.....


Dooor.....


Argh!


Beberapa orang yang hendak menyerang itu langsung mati saat peluru itu menembus tubuh mereka.


Ketua kelompok yang menghadang itu mengerutkan kening melihat beberapa orang datang mengganggu kesenangan nya. "Siapa kalian? Berani nya menganggu urusan ku."


"Kau tidak pantas mengetahui siapa kami. Yang kalian harus tahu, kalian akan mati di tangan kami. Bunuh orang orang lemah itu, jangan biarkan mereka hidup," perintahnya kepada anak buah bayangan nya.


Mereka langsung menyerang kelompok itu, dan mereka saling bertarung. Chloe dan tukang ojek itu hanya diam sebagai penonton, melihat pertarungan kedua nya yang cukup sengit. Chloe yang melihat merasa bosan, "Ah, bagaimana kalua aku ikut menghajar mereka He...He...He..." gumam nya sambil mengepalkan kepalan tangan nya yang merasa gatal.


Saat ia hendak melangkah, tangan nya di cekal oleh seseorang. "Disini saja, biarkan mereka melawan orang-orang itu," Seru orang yang tak lain adalah tukang ojek.


Chloe menoleh, di lihat nya tukang ojek itu. Dia merasa tidak asing dengan suara itu. "Siapa kau?" tanya Chloe menyelidik.


Tukang ojek itu membuka Helm nya, dan terlihat lah wajah tampan di balik helm itu.


"Brian!"


"Kamu terkejut?"


"Tentu saja. Kenapa kamu bisa menjadi____"


"Aku memang berniat menjemput mu," jawab Jaeden.


"Benarkah? Kau tidak membuntuti ku kan selama ini?" tanya Chloe selidik takut Jaeden tahu siapa dirinya sebenar nya


"Tidak!" jawab Jaeden membuang muka tidak mau melihat wajah Chloe yang penuh selidik itu.


Saat mereka berbincang, seorang dari orang yang hendak membunuh itu datang dan menyerang Chloe dari belakang. Jaeden yang melihat langsung memutar tubuh nya dan menendang orang itu hingga terpental.


Buk ....


"Berani nya me terang wanita ku," serunya dengan nada dingin dan tatapan tajam.


Chloe yang mendengar dan berada dalam dekapan Jaeden hanya bisa terus melihat wajah yang serius itu. "Wanita! Apakah dia menganggap ku sebagai wanita nya?" batin Chloe berpikir keras.


Orang yang di tendang tadi bangun, dan menatap Jaeden dengan sengit. "Berani nya kau sialan! Mati saja kau!" teriak nya dan mengeluarkan senjata nya.


Door...


Door...


Jaeden yang melihat menghindar sambil melindungi Chloe dalam pelukan nya. "Kau pikir hanya kau saja yang memiliki senjata,"


Jaeden mengeluarkan senjata nya dari balik jaket dan menembakkan senjata itu, membalas serangan orang itu.


Door...


Door...


Chloe yang melihat Jaeden menembak dengan senjata terus menatap tanpa berkedip. "Dia pandai berkelahi. Dia juga pandai menembak." batinnya dan matanya melihat ke arah senjata yang di gunakan Jaeden. "Senjata itu____ Siapa dia? Kenapa bisa memiliki senjata dari perusahaan Daddy? Jika hanya orang biasa, aku yakin seseorang tidak akan mampu untuk membeli senjata dengan harga yang fantastis itu." Batinnya dengan mata melihat Jaeden yang masih menembakkan senjatanya.


Chloe benar benar penasaran akan Jaeden yang bisa memiliki senjata itu. Dia terus bertanya tanya dalam otak nya. Pikir nya apakah Jaeden bukan orang biasa? Tapi jika iya, kenapa dia hanya menjadi seorang anak dari wanita biasa. Atau mungkin Jaeden juga sama seperti dirinya, menyembunyikan identitas aslinya.


Itulah yang di pikirkan Chloe dalam benak kecil nya.


...__________...


Hai hai...Satu Minggu ini Autor benar benar super sibuk. Kemaren seratus hari meninggalnya Mbah saya. Dan besok acara Hadrohan ibuk ibuk dusun di rumah saya pribadi, jadi maaf ya, jika update nya ga pernah Doble.🙏🙏🙏


Salam sayang dari Autor, Saadahrafael 😘😘😘😘😘