
Ellie menatap tajam Aldirch yang berani mencekik leher nya. "Awas kau anak muda, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja. Aku akan membuat perhitungan kepada ku karena berani dengan keluarga Johnson."
"Ah, aku takut sekali," Aldirch memasang wajah takut nya, namun sekian detik Aldirch tertawa keras mendengar ancaman itu.
Hahahahha........
"Ah, perut ku sakit sekali," Aldirch terus tertawa menertawakan ancaman Ellie.
Ellie yang melihat Aldirch malah menertawakan nya mengerutkan kening, bingung dengan apa yang dia lihat. Apakah ada yang lucu pikirnya?
"Kenapa kau tertawa? Apakah kau sekarang menjadi gila setelah mendengar ancaman ku?" tanya Ellie sedikit percaya diri bahwa Aldirch tertawa karena takut.
"Takut! Kau tanya aku takut?" tanya Aldirch dan di angguki Ellie.
"Dengar ya Nenek lampir! Aku sama sekali tidak takut dengan mu, sama sekali tidak takut," jawab Aldirch mencondongkan tubuh nya. "Jika pun kau membawa seribu keluarga Johnson atau pun lainnya yang berkuasa di Negara ini, aku sama sekali tidak takut dan aku malah akan melawan mu."
"Cih! Sombong sekali diri mu. Kau pikir kau siapa? Kau itu hanya udik dalam lumpur. Jadi jangan sombong mulut mu itu. Nanti jika kami membuat kalian menderita, jangan sampai menangis karena berani melawan kami, orang terkaya no 2 di Negara K ini," Jawab Ellie kesal karena Aldirch malah menantang nya.
Chloe hanya diam, malas ikut campur. Dia berpikir Aldirch pasti bisa mengatasi wanita lampir ini. "Aku ini tidak sombong Nenek lampir. Aku ini berbicara kenyataan. Mungkin malah sebalik nya, kau lah yang akan menangis. Jika itu terjadi jangan pernah memohon kepada kami."
"Kau itu benar benar sombong. Vin, lihat lah, kau itu benar benar tidak cocok dengan mereka. Mereka itu sangat sombong, padahal hanya orang miskin yang bisanya hanya menjual sate saja, tapi gaya nya belagu," ucap Ellie pada Alvin
Alvin hanya diam, dia juga membenarkan apa yang di katakan oleh Mamanya, bahwa Aldirch memang lah sombong. Alvin menoleh menatap Chloe yang sangat santai dan tanpa takut dengan ancaman Mama nya. Padahal jika mamanya sudah mengatakan itu, pasti semua nya akan menjadi kenyataan. Mama nya pasti akan melakukan hal yang benar benar akan membuat mereka menderita.
"Chloe," panggil Alvin.
Chloe hanya melirik tanpa menjawab. Malas pikir nya.
Hah, Alvin menghela napas melihat Chloe yang acuh pada nya. "Ma, lebih baik kita pergi dari sini."
"Baiklah. Tapi tunggu sebentar, Mama masih ingin mengatakan sesuatu pada wanita itu," tunjuk ya pada Chloe.
"Kau!" tunjuk Ellie pada Chloe. "Ku ingat kan pada mu, malai saat ini jauhi putra ku, karena kau tidak pantas untuk putra ku yang berharga ini."
"Aku sudah meminta dia menjauhi ku, namun putra mu lah yang selalu saja mendekati ku," jawab Chloe.
"Cih! Kamu pikir aku bodoh. Kau lah yang selalu mendekati putra ku, atau mungkin kau sudah menjerat putra ku dengan tubuh mu itu sehingga dia tidak ingin melepaskan mu. Atau bisa jadi putra ku telah kau guna-guna dengan mantra mu itu," jawab Ellie.
"Guna-guna! Hahahhaha......anda lucu sekali Nyonya Johnson. Apakah anda sedang ngelawak?" tanya Chloe. Namun dalam hati ia ingin sekali menyumpal mulut keongnya itu.
"Jika bukan karena tubuh atau guna guna mana mungkin anak ku bisa tertarik dengan gadis buluk seperti mu."
"Gadis buluk! Ternyata selain mulut mu yang seperti keong, mata anda juga seliwer," kesal Chloe dan sudah berbicara kasar.
Alvin yang melihat menghentikan Mama nya yang hendak menjawab Aldirch. Alvin yakin jika Mama nya terus berbicara pasti semua ini tidak akan selesai, "Ma, lebih baik kita pulang."
"Tapi Vin dia telah menghina Mama. Mama tidak terima," jawab Ellie.
"Sudah lah Ma, kita pulang sekarang," Alvin menarik tangan Ellie dan membawa nya pergi dari tempat itu.
Alvin menoleh ke arah Chloe, Chloe yang merasa di pandang langsung membuang muka. Alvin hanya bisa menghela napas, ternyata Chloe benar benar marah kepadanya.
.
.
Di Negara N. Jaeden kini telah sampai di kerajaan NEVOLEON. Di istana Tian dan Ceril telah menunggu tamu muda itu.
"Selamat datang Tuan Jaeden," Tian menjabat tangan Jaeden.
"Panggil Jaeden saja Yang Mulia," Jaeden membalas jabatan tangan Tian dan setelah itu menjabat tangan Ceril.
"Ayo kita masuk," Tian membawa Jaeden dan Mayang masuk ke ruang perjamuan.
Sesampainya Tian dan Ceril menjamu Jaeden dengan baik. Ceril sering kali menatap Jaeden yang tampan. "Uh, dia sangat cocok dengan Chloe. Putri ku, Mommy yakin jika kamu melihat nya kamu pasti akan jatuh cinta dengan ketampanan nya. Benar benar cocok menjadi menantu idaman." batin Ceril.
Tian melirik ke arah istrinya yang senyum-senyum sendiri. "Ada apa dengan nya? Kenapa dia senyum-senyum sendiri seperti itu?" Tian mengikuti arah mata Ceril dan ternyata istrinya itu sedang menatap Jaeden. Tian yang melihat wajah nya langsung masam merasa cemburu. "Kenapa dia terus melihat ke arah nya? Jangan bilang dia terpesona dengan ketampanan nya? Sayang aku ini lebih tampan Lo dari dia! Jika sampai kamu benar benar terpesona dengan nya, akan ku buat kamu kelelahan nanti malam,"
Ceril tidak memperhatikan jika wajah suami nya sudah suram karena dia terus menatap Jaeden. Sedangkan Jaeden yang terus di tatap tidak menyadari karena dia sedang menikmati makanan yang di hidangkan oleh kerajaan.
"Dia memang tampan. Ku harap anak ku nanti jika lahir laki laki akan tampan seperti nya. Ah...Aku ingin sekali mencubit pipinya," Batin Ceril yang benar benar gemas dengan Jaeden.
Ehem....
Tian sidah tidak tahan melihat wajah Istri nya yang terus menatap calon menantu nya itu. Jaeden yang mendengar deheman Tian langsung mendongak. "Ada apa Yang Mulia?" tanya Jaeden.
"Tidak ada, hanya tenggorakan ku terasa gatal tadi," jawab nya asal.
"Oh, begitu." Jawab Jaeden dan melanjutkan makan nya lagi.
Ceril menatap suami nya tidak percaya jika tenggorokan nya gatal. Mata mereka bertemu. "Sayang jangan macam-macam dengan ku. Jika kamu masih tetap memandang nya aku tidak akan segan menendangnya," itulah yang di artikan Ceril dari tatapan mata Tian.
Ceril malah terkekeh kecil melihat suami nya yang sepertinya sedang cemburu. Pikir nya, Suami nya itu sangat aneh. Mana mungkin dia menginginkan pemuda tampan itu. Umur nya saja sudah tua, masa suami nya itu tidak berpikir sampai kesitu. Konyol sekali.