
"Berani nya kalian mengganggu orang ku. Lihat saja jika aku sudah kembali, aku akan membuat kalian menyesal," gumam Chleo dengan suasana hati yang kesal.
..
..
Di rumah sakit Jaeden mulai sadar, Meli yang melihat begitu senang. "Nak, akhirnya kamu sadar juga," seru Meli mengelus kepala Jaeden dengan lembut.
Jaeden mengangguk dan tersenyum kepada ibu asuh nya.
"Nak, tadi Chloe menghubungi mu, dan ibu mengatakan jika kamu terluka. Kamu tidak marah kan dengan Ibu?" tanya Meli takut Jaeden marah kepada nya karena terlalu lancang mengatakan itu semua tanpa meminta persetujuan nya terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa bu. Lagian jika pun ibu tidak mengatakan dia juga pasti akan tahu."
"Oh ya, tadi dia berpesan jika kamu sudah sadar meminta ibu untuk menghubungi nya. Apakah kamu ingin menghubungi nya?" tanya Meli
"Menghubunginya? Baiklah, berikan ponsel ku bu!" pintanya. Dan Meli pun memberikan nya.
Jaeden mengambil nya, dan setelah itu menghubungi Chloe. Dia takut jika tidak menghubungi Gadis itu, pasti nantinya Gadis cantik itu akan marah dan merajuk dengan nya.
Di tempat Chloe berada, Chloe yang melihat handphonenya berdering langsung mengangkat nya dengan cepat. "Bri, kau tidak apa apa kan?" tanya Chloe khawatir.
"Aku tidak kenapa-napa! Memangnya aku ini kenapa?" tanya Jaeden balik bertanya.
"Kata Ibu______" Chloe menceritakan apa yang di katakan Meli.
"Hais, aku ini tidak apa apa, hanya luka kecil seperti ini tidak akan membunuh ku Chloe."
"Jangan berkata seperti itu, walaupun menurut mu itu luka kecil tapi aku tetap mengkhawatirkan mu."
"Terimakasih sayang karena menghawatirkan ku," jawab Jaeden sambil terkekeh.
Chloe yang mendengar langsung merona. "Jangan bercanda."
"Tidak! Aku tidak bercanda sayang," jawab Jaeden masih terkekeh mendengar dirinya memanggil dengan sebutan sayang.
"Briaaan....." kesal Chleo yang merasakan pipinya panas, di tepuk-tepuk nya wajah nya untuk menghilangkan rona di pipinya. "Sial! Dia pasti menggoda ku," batin Chloe.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Jika aku, sudah jelas aku pasti akan baik-baik saja," jawab Chloe. "Aku ingin segera pulang," gumam Chloe pelan namun masih dapat di dengar oleh Jaeden.
"Lah, bukankah kamu sekarang sudah pulang?"
"Bukan pulang kesini, maksud ku pulang di Negara K," jawab Chloe.
"Kenapa harus buru buru? Nikmati dulu saja waktu mu disana. Kamu kan sudah lama tidak berkumpul dengan keluarga mu, jadi Kamu tidak perlu khawatir dengan ku, aku akan baik baik saja."
"Tapi tetap saja aku khawatir!"
"Khawatir sebagai apa? Calon kekasih atau teman tapi mesra?" tanya Jaeden menggoda lagi. Jaeden tahu Chloe pasti akan bersemu lagi, entah kenapa dia suka sekali menggoda Chloe yang menurut nya sangat menggemaskan. Dan sudah di pastikan Chloe akan susah untuk menjawab.
Dan benar saja apa yang di katakan Jaeden, wajah Chloe langsung bersemu kembali, dan dia juga bingung mau menjawab apa. Calon kekasih atau Teman teman tapi mesra?
"Kau bicara apa, ngelantur," jawab Chloe malu. Jaeden yang tidak tahan menahan tawa, akhirnya tawanya pun meledak.
Chloe yang mendengar begitu kesal, "Jangan tertawa. Jika kamu masih menertawakan aku, aku akan menghukum mu nanti saat aku pulang."
"Hukumlah aku, aku menunggu hukuman mu Teman Tapi Mesra ku," jawab Jaeden masih dengan menahan tawa.
.
.
Ini acara kemaren, alhamdulilah berjalan lancar.
Ini acara hari ini rewang di masjid buat pengajian Akbar besok. Jika tidak Up besok Autor minta maaf ya.🙏🙏🙏