PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
JAEDEN BRIANDY TESLA



Setelah menghubungi Chloe, Brian menyandarkan kepala nya di kursi kerja sambil senyum senyum tidak jelas.


Seorang yang berdiri di depan Brian hanya menunduk, menatap tulisan nama Bos nya yang ada di atas meja kerja. JAEDEN BRIANDY TESLA. Itulah nama panjang laki laki tampan dan mapan yang sedang di Landa cinta itu. Asisten bernama Mayang itu sama sekali tidak berani menatap wajah bos nya, karena memang itulah aturan nya. Aturan yang melarang dia untuk menatap lama wajah tampan itu dengan alasan takut Asisten nya akan jatuh cinta dengan nya. Sungguh peraturan yang aneh bukan?


"May, bisakah kau membuat janji kepada Raja Tian Dominic? Aku ingin bertemu dengan nya."


"Tian Dominic? Apakah maksud anda Raja dari kerajaan NEVOLEON yang berada di Negara N?" tanya Mayang menatap lalu menunduk kembali.


"Ya. Jika kamu bisa, kosongkan waktu ku besok malam."


"Baik Tuan," jawab Mayang.


"Sekarang pergilah, kerjakan pekerjaan mu. Dan hubungi aku jika Raja Tian mau."


"Baik Tuan," Mayang mengangguk, setelah itu pergi keluar dari ruangan Bos nya.


.


.


.


Di Perusahaan TESLA Crop's pusat, Affandra menghubungi Asisten Tian, Samuel.


"Hallo Tuan Affandra, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Samuel mengangkat panggilan orang penting dari keluarga Tesla.


"Hallo juga Sam, bagaimana kabarmu? Lama ya kita bertemu."


"Benar Tuan. Untuk kabar, saya sangat baik dan sehat. Bagaimana dengan anda sendiri?" tanya balik Samuel.


"Kabar ku juga baik. Oh ya, apakah Tuan mu sibuk?" tanya Affandra.


"Tuan Tian sedang berada di ruang kerja nya. Apakah anda ingin berbicara dengannya Tuan?" tanya Samuel yang sudah tahu apa tujuan Tuan Tesla itu menghubunginya. Yang pastinya ingin berbicara dengan Tuan nya.


"Apakah tidak akan menganggu?" tanya Affandra


"Mungkin saja tidak Tuan." jawab Samuel dan pergi menuju ruang kerja Tian. Sesampainya, Samuel mengatakan jika Tuan Affandra ingin berbicara dengan nya.


Tian pun mengambil ponsel itu dan berbicara dengan Tuan Affandra, " Hallo Tuan Affandra, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Tian.


"Ah, tidak ada. Hanya ingin berbicara dengan anda," Jawab Affandra.


"Oh, begitu."


"Oh ya, Yang mulia saya hanya ingin bertanya kepada anda, apakah anda ada waktu senggang. saya ingin bertemu dengan anda?"


"Apakah itu hal penting?" tanya Tian penasaran.


"Bisa di katakan penting, ini menyangkut putra saya," jawab Affandra.


"Putra? Memang putra anda kenapa Tuan?" tanya Tian tidak mengerti.


"Sebenarnya___" Affandra menceritakan kepada Tian tentang putra nya yang tertarik dengan putri Tian. Tian yang mendengar terkekeh karena putri nya, Chloe tidak tertarik dengan putra keluarga Tesla.


"Baiklah, baiklah. Kita buat janji saja. Kira kira kapan kita bisa bertemu?" tanya Tian.


"Bagaimana dengan Minggu depan? Sekalian saya akan memperkenalkan Putra saya kepada anda."


"Baiklah. Jadi Minggu depan ya Tuan."


"Iya," jawab Affandra.


Setelah mereka membuat janji untuk bertemu, Tian dan Affandra pun mengatakan kepada istri mereka masing masing. Tapi tidak untuk anak mereka.


.


.


Setelah mendapatkan panggilan dari Affandra, Samuel kembali mendapatkan panggilan dari Mayang, Asisten Jaeden.


"Tadi bapak nya, sekarang anak nya. Ada apa dengan dua orang ini?" gumam Samuel.


"Hallo juga Tuan Samuel. Maaf mengganggu waktu anda," jawab Mayang.


"Tidak masalah. Oh ya, ada apa Nona Mayang menghubungi ku? Apakah ada hal penting?"


"Em.. Apakah besok anda memiliki janji? Jika tidak Tuan saya ingin bertemu dengan Tuan Tian?" tanya Mayang


"Untuk besok Tidak ada Nona. Jika Tuan anda ingin bertemu, besok jam 8 malam anda dan tuan anda bisa menemui kami," jelas Samuel yang memang Tian tidak memiliki jadwal apapun.


"Baik Tuan, terimaksih karena waktu nya. Saya akan menyampaikan semua ini kepada Tuan saya."


Mayang pun mengakhiri panggilan itu dan menyampaikan jika permintaan nya di setujui. Jaeden senang karena akan bertemu dengan Tian. Sedangkan Samuel juga langsung mengatakan permintaan Mayang yang meminta bertemu dengan Tian. Tian yang mendengar tertawa.


"Hahhaha...Ternyata anak nya lebih dulu ingin menemui ku. Aku tahu maksud dia ingin bertemu dengan ku. Baiklah, besok siapkan apapun untuk menjamu nya. Aku juga penasaran seperti apa putra Affandra ini! Apakah pantas untuk putri ku atau tidak."


"Baik Tuan."


.


.


.


Keesokan harinya. Jaeden bersiap untuk pergi ke Negara N untuk menemui Tian Dominic. Affandra dan Annora yang melihat Putra nya sudah bersiap rapi bertanya. "Mau kemana?" tanya Annora selidik.


"Aku ada pekerjaan di luar Negara Ma. Hari ini aku harus berangkat, mungkin besok aku sudah kembali lagi." jawab Jaeden.


"Oh, aku kira kau mau melamar Gadis mu," jawab Annora asal. Jaeden hanya tersenyum mendengar itu.


"Sebentar lagi iya. Apakah jika aku melamar nya Mama dan Papa akan setuju?" tanya Jaeden menatap kedua orang tua.


"Tentu saja Mama dan Papa akan setuju, bukankah begitu Pa?" tanya Annora kepada Affandra dan diangguki nya.


"Baik lah, Jaeden pergi dulu." Jaeden melihat jam tangan mahal nya yang menunjukkan sudah waktu keberangkatan nya.


"Hati hati ya," Annora dan Affandra mengantarkan Jaeden hingga di depan rumah. Jaeden masuk kedalam mobil dan pergi ke bandara untuk perjalanan menuju Negara N. Negara dimana Kedua orang tua wanita yang di cintai nya berada.


..


..


Sesampai nya di Bandara Jaeden langsung masuk kedalam Jet pribadi nya, setelah itu pesawat pun siap berangkat menuju Negara tujuan. Beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di di bandara Negara N. Di sana Samuel dan anak buah nya sudah menunggu kedatangan Jaeden yang mungkin saja akan menjadi calon menantu nya.


Jaeden turun dari pesawat, dan mata nya melihat Samuel dan beberapa orang sudah menyambut kedatangan nya.


"Kenapa Tuan Samuel repot repot menjemput saya di bandara. Saya bisa langsung datang ke istana Tuan," ucap Jaeden menjabat tangan Samuel.


"Ini perintah dari Yang Mulia Tuan Jaeden. Mari kita langsung ke istana, Yang Mulia dan Ratu sudah menunggu kedatangan anda," Samuel mempersilahkan Jaeden untuk mengikuti nya menuju mobil yang sudah di siapkan.


Setelah semua nya masuk, mereka pun meninggalkan bandara dan pergi menuju Kerajaan NEVOLEON.


Jaeden melihat ke arah luar jendela, indah itulah pemandangan yang ia lihat. Saat menikmati pemandangan jalanan yang dia lewati, terbesit wajah cantik Chloe. Jaeden pun meminta ponsel nya yang di bawa oleh Mayang.


"Ponsel," minta nya. Mayang dengan cepat menyerahkan ponsel berharga milik Jaeden, Ponsel jadul khusus untuk menghubungi Chloe.


Samuel yang berada di bangku depan melirik Jaeden, matanya melihat ponsel jadul itu. Keningnya mengkerut tidak percaya jika Jaeden masih menggunakan Ponsel jaman purba itu.


..


..


..


SELAMAT MEMBACA.


AKAN AUTOR SELALU INGATKAN, UNTUK LIKE, KOMEN DAN VOTENYA SERTA HADIAH NYA. DAN JANGAN LUPA TAP FAVORIT NYA JUGA.


SEDIKIT PEMAKSAAN 😂😂😂