
Aries yang melihat Asistennya seperti terkejut bertanya, "Memang apa itu?"
"Ma-mayat Tuan," jawab Asisten nya.
"Mayat? Mayat siapa?" tanya nya dengan wajah terkejut.
"Jika di lihat seperti nya Ketua Geng Joker Tuan, orang yang saya perintahkan untuk membunuh Gadis itu," jelas nya.
"Apa! Kenapa bisa? Bagaimana mungkin dia mati seperti ini? Ini tidak masuk akal, tidak mungkin gadis itu mampu membunuh nya!" ucapnya tidak percaya dengan kenyataan itu dan melihat sendiri mayat yang ada dalam Box besar itu.
"Mungkinkah Gadis itu benar benar ahli dalam bela diri, sehingga mampu membunuh Ketua Geng ini? Jika dia benar benar ahli dalam hal ini, kita harus segera menyingkirkan nya sebelum dia bertindak kepada kita Tuan."
"Tapi aku tidak yakin dia akan melawan kita. Dia hanya sendirian, aku pastikan dia tidak akan berani macam macam dengan kita. Jika memang dia berani pastinya dia akan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Mungkin dia memang mampu, tapi untuk melawan kekuasaan keluarga Koch, aku yakin dia tidak akan mampu," jawab Aries.
Aries menoleh ke arah istrinya di lihat nya istri nya masih tetap ketakutan dengan hal yang di lihat nya tadi. "Aku tidak mau tahu, kau harus mencari orang yang lebih kuat untuk membunuh gadis itu. Gara-gara dia mengirim orang mati ini kesini, istri ku jadi ketakutan seperti ini. Jika perlu culik gadis itu, aku ingin menyiksanya dan memberinya pelajaran dengan tangan ku sendiri karena berani membuat istri ku menjadi seperti ini." perintahnya
"Baik Tuan, saya akan mencari orang yang lebih kuat dari ini," jelas Asisten.
"Em! Sekarang buang mayat itu, aku tidak ingin melihat nya," perintahnya sambil menunjuk.
Asisten itu mengangguk, dan dengan di bantu oleh beberapa pelayan, Asisten itu membawa mayat itu ke dalam mobil untuk si buang nya ke suatu tempat.
Setelah Box besar itu masuk kedalam mobil, Asisten itu pun membawa nya pergi dengan di temani seorang penjaga rumah.
Aries yang melihat Asisten nya sudah pergi langsung menghampiri Istrinya. "Tenanglah Ma, mayat itu sudah di buang oleh Asisten ku," jelas Aries mengelus kepala Revina.
"Pa, aku sangat takut! Itu sangat mengerikan," jawab nya masih dengan tubuh bergetar.
"Mama tidak perlu takut, ada Papa di samping Mama."
"Tapi mayat itu sungguh sangat menakutkan. Siapa yang melakukannya Pa?"
"Pasti Gadis itu, Gadis yang ingin kita bunuh," jawab Aries.
"Ta-tapi kenapa bisa Pa? Tidak mungkin Gadis itu mampu membunuh nya. Dan jika itu benar, ba-bagaimana kalau gadis itu membunuh kita?"
"Itu tidak akan terjadi Ma! Sebelum Gadis itu membunuh kita, kitalah yang akan membunuh Gadis itu terlebih dahulu. Lagian Papa yakin Gadis itu tidak akan berani berurusan dengan keluarga kita. Papa janji akan membuat Gadis itu menyesal karena dengan berani nya mengirim mayat ini ke tempat kita."
"Papa benar-benar akan membuat Gadis itu menyesal kan? Mama tidak ingin kejadian ini terulang lagi," Pinta nya dan di angguki Aries.
.
.
.
Di tempat Asistennya Aries.
Asisten itu menurunkan Box besar itu dari mobil dengan di bantu seorang penjaga kediaman Koch. Mereka mengeluarkan Mayat itu dari Box untuk di buang nya. Namun setelah mengangkat mayat itu mata mereka melihat sebuah tulisan di sebuah kertas yang berada dalam genggaman mayat itu.
Asistennya Aries mengambilnya dan membuka nya. Setelah membaca nya dia memasukkan kertas itu ke dalam saku nya untuk ia tunjukkan kepada Tuan nya.
Setelah selesai membuang mayat itu, Asisten itu kembali ke Kediaman Koch untuk mengatakan jika tugas nya sudah selesai. Dan dia juga akan memberikan surat yang di temukan nya dalam genggaman Mayat Ketua Geng Joker itu.
"Tuan," panggil nya.
"Bagaimana? Sudah kamu buang mayat tidak berguna itu?"
"Sudah Tuan. Oh ya, saat saya membuang nya tadi saya menemukan ini," tunjuk nya pada kertas yang di temukan nya.
Aries pun mengambil kertas itu dari tangan Asistennya. Di bukanya kertas itu dan di bacanya.
"***Tuan Koch, kau ternyata hanya seorang pecundang. Kau tidak pantas di katakan orang Nomor satu di Negara K ini jika hanya mengirim begundal sampah itu pada ku. Jika kau hanya mengirimkan sampah sampah seperti itu untuk membunuh ku, kau sampai mati pun tidak akan pernah bisa membunuh ku. Dan mungkin malah sebaliknya, aku lah yang akan lebih dulu membunuh mu."
^^^Chloe***^^^
Aries yang membaca itu langsung marah dan merobek kertas itu. "Kurang ajar! Berani nya dia menghina ku. Dasar gadis jala*ng rendahan, akan ku bunuh kau cepat atau lambat. Cepat kirim kan orang yang memiliki kuasa kuat untuk membunuh nya. Jika perlu cari Mafia kuat untuk membunuh gadis Jala*ng itu," perintahnya dengan wajah yang sudah memerah karena marah.
"Baik Tuan," jawab Asisten itu.
.
.
Sore hari Jaeden dan Chloe bersiap untuk kembali, namun saat Jaeden ingin mengantarkan Chloe, Chloe menolak dengan alasan ada kepentingan dengan Aldirch dan Daffin. Dan Jaeden pun akhirnya pulang lebih dulu tanpa Chloe bersama nya.
Namun tanpa Chloe ketahui Jaeden bukan lah pulang, tapi dia membuntuti kemana Chloe berada.
Chloe yang melihat Jaeden pergi, dia pun menghubungi Anak buah nya. "Apa yang ingin kau laporkan?"
"Maaf Tuan Putri mengganggu waktu anda."
"Katakan!" perintah nya.
"Ada sekelompok Orang yang seperti nya berniat sesuatu kepada anda, dan dari yang saya selidiki orang itu di perintah atas nama keluarga Johnson." jelasnya
"Keluarga Jonhson? Hahaha....Mulai bergerak juga mereka. Baiklah, aku dan Al yang akan menghadapi mereka. Kalian istirahat saja, tapi sebelum itu antarkan senjata untuk kami," perintahnya
"Baik Tuan putri," jawab nya.
panggilan pun terputus. Aldirch dan Daffin yang ada di samping Chloe bertanya. "Apa ada masalah?"
"Ya, bersiaplah, kita akan berolahraga sebentar," jawab nya dan langsung di angguki Aldirch dan Daffin yang tahu arti dari kata olahraga itu.
.
.
.
Selamat membaca.
Maaf batu Up, Autor tadi lagi rewang di tetangga, dan malam ini tidak bisa Up lagi karena akan solawatan rutinan ibu ibu.
Jangan lupa Like nya dan Komen nya ya.