
Argh!
Pekik Ibu Elice saat paha nya di tembak oleh Chloe.
Semua nya langsung melihat ke arah istri Aries yang menjerit, dan setelah itu semua mata menatap Chloe. Namun yang di tatap sama sekali tidak memperdulikan tatapan mereka semua.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa menembak Mama ku?" teriak Elice keras.
Namun lagi-lagi Chloe menembakkan peluru nya, tapi kali ini bukan Ibu Elice yang terkena tembakan itu, melainkan Papa nya, Aries.
Door.....
Peluru masuk ke paha Aries, dan darah pun keluar mengalir.
Aries memekik karena sakit yang luar biasa. Lagi-lagi Elice yang melihat Papa nya di tembak berkata dan Chloe menembak lagi dan itu terus menerus.
Semua terkena tembakan itu, tapi tidak untuk Elice. Aries yang sudah tidak tahan merasakan sakit akhirnya buka suara.
"Elice jangan berkata lagi. Apa kau ingin kami mati secepatnya?" tanya Aries dengan lirih.
Alice yang melihat Papa nya sepeti tidak berdaya, meneteskan mata. Ia menangis, setelah itu menatap Chloe.
Chloe yang di tatap hanya diam, namun wajah nya terlihat jelas jika dia sedang marah.
Elice kembali menunduk, ia tahu penyebab semua nya di tembak oleh Chloe itu karena dirinya yang terus berbicara kasar terhadap wanita yang ada di depan nya.
Elice kembali mendongak, menatap Chloe. Perlahan bibir nya terbuka ingin berbicara. Namun sebelum suara itu keluar ChLoe menembak Kepala Aries, dan membuat semua nya terkejut setengah mati.
Door...
Satu peluru bersarang di kepala Aries, darah keluar dan menetes di wajah nya. Dan sedetik kemudian, Aries jatuh tengkurap di depan mereka semua.
Elice dan Istri Aries yang melihat itu menjerit dan menangis.
"Papa!" Panggil mereka berdua, namun mereka berdua sama sekali tidak bisa menyentuh Tubuh Aries yang sudah tidak bernyawa karena di tahan oleh anak buah Chloe.
Melihat ke matian Aries, ibu dan anak itu menatap tajam dengan mata memerah. "Kenapa kau membunuh suami ku?" marah Istri Aries dengan nada tinggi.
"Kenapa ya? Em, aku tidak tahu. Aku hanya ingin membunuh nya saja," jawab Chloe santai.
Mendengar itu Emosi istri Aries meledak. "Dasar Jala*ng! Ku bunuh kau!" marah nya meronta agar terlepas dan bisa mencekik leher Chloe.
"Kau itu terlalu berisik."
Dooor....
Chloe kembali menembak, dan di tembakan nya ke kepala Istri Aries yang menurutnya sangat berisik itu. Dan sedetik kemudian dia meninggal.
Saat ini tinggallah keluarga Harond, Gusman dan Elice. Tubuh mereka gemetar, keringat membanjiri punggung, dan tidak berani menatap ataupun berbicara sepatah katapun terhadap Chloe.
Chloe yang melihat menaikkan satu alisnya, "Kenapa diam? Tidak adakah yang ingin berbicara?"
Semua nya tetap diam, dalam hati merkea berkata, "Siapa yang mau berbicara dengan wanita gila seperti itu! Bisa bisa kau akan langsung menembak kami dengan senjata yang ada di tangan mu itu."
Mereka larut dalam pikiran mereka, takut Chloe akan menembaknya setelah dia membunuh Aries dan istri nya.
"Jadi kalian tidak mau berbicara dan memohon pengampunan?"
Semua nya mendongak. Harond yang menatap wajah cantik tapi mengerikan itu berkata, "Apakah jika aku memohon kau akan mengampuni kami?"
Senyum seringai terbit di bibirnya, "Tergantung bagaimana cara kalian memohon," jawab Chloe menopang kepala nya dan menyilangkan kaki.
"Tapi, jika kami berlutut dan mencium kaki nya, bukan kah itu sangat memalukan?" batin mereka.
Chloe yang menunggu mereka berbicara, lama kelamaan menjadi bosan.
"Waktu kalian berpikir telah habis. Dan bersiap lah di jemput oleh malaikat maut," ucap nya berdiri di depan mereka dan mengarahkan dua senjata di tangannya ke kepala mereka.
"Tolong, jangan bunuh kami," mohon Semua putus asa
"Sudah terlambat. Aku dari tadi sudah memberikan waktu untuk memohon, tapi seperti nya kalian begitu enggan. Oleh sebab itu aku tidak mau mendengar apapun yang kalian katakan."
Door....
Chloe menembak Harond dan ia langsung mati. Alvin dan Ellie yang melihat melotot.
"Kenapa kau membunuh suami ku?" bentak Ellie emosi.
"Karena dia berani ingin membunuh ku sama seperti dia," tunjuk nya pada Aries. "Dan kematian lah yang pantas untuk nya."
"Apa kau tidak memandang ku Chloe, aku pernah menjadi kekasih mu, dan kita pernah saling mencintai. Seharusnya kau memberikan pengampunan kepada kami," ucap Alvin mengingatkan bahwa dirinya pernah memiliki hubungan dengan Alvin.
Chloe diam mendengar itu, Jaeden yang ada di samping Chloe menggenggam tangan itu. Chloe melihat genggaman tangan besar itu, mendongak menatap wajah tampan Jaeden. Bibirnya tersenyum kecil, setelah itu kembali menatap Alvin. "Aku katakan pada mu, semenjak kau menghianati ku dan mencoba memperkosa ku, serta keluarga mu ingin membunuh ku. Aku sama sekali tidak peduli dengan mu," jawab Chloe tegas.
"Dan percobaan pembunuhan itu hampir setiap hari datang kepada ku untuk mengambil nyawa ku. Kau pikir aku akan berbelas kasih kepada kalian setelah apa yang kalian pada ku? Tidak! Aku tidak akan bermurah hati kepada kalian. Dan oh ya, sebelum kalian semua mati di tangan ku, aku akan mengatakan siapa diri ku sebenar nya. Wanita yang selalu kalian rendahkan dan kalian hina dan caci maki sebagai wanita miskin dan Jala*ng ini."
"Dengar baik-baik, wanita yang kalian hina ini adalah Chloe Dominic, Putri Mahkota Kerajaan NEVOLEON, putri dari Raja Tian Dominic." Jelas Chloe membuat Alvin dan Ellie terkejut.
"Dan untuk mu Gusman, aku akan mengatakan kenapa aku memiliki pasukan bersenjata. Itu karena aku lah penerus kelompok ini. Calon Ketua Mafia GEROGRE LORIZD, yang di dirikan oleh Daddy ku, Tian si Raja dunia bawah."
Semua yang ada di tempat itu terkejut dengan apa yang di katakan Chloe, begitupun dengan Jaeden. Jaeden tidak menyangka jika Raja Tian Dominic juga seorang ketua Mafia dunia bawah yang di takuti karena kekejaman dan memiliki keanggotan besar di dunia.
Bukankah setelah ini dia akan menikahi calon ketua Mafia? Jaeden menatap Chloe dengan pandangan rumit. Chloe yang merasakan genggaman kuat Jaeden menoleh, ia tahu Jaeden pasti terkejut dengan apa yang dikatakannya. Tapi biarlah dia tahu, Chloe ingin mengetahui apakah setelah ini dia akan mencintai nya atau malah kabur karena mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Gusman yang mendengar langsung lemas, ia tahu siapa ketua Dunia Bawah itu. Tian! Siapa yang tidak mengenal laki laki itu. Namun sepertinya nasi sudah menjadi bubur, ia seakan mengantarkan nyawa nya sendiri di sebuah kandang buaya.
Dan dia siap menerima kematian nya di tangan sang ahli waris, pasrah dengan nasib nya sendiri. Jika waktu bisa berputar, Gusman tidak akan mau berurusan dengan kelompok Mafia GEROGRE LORIZD.
.
.
.
lagi khilaf jadi jumlah kata banyak🤭🤭
.
.
.
.
.
.
.