PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
PERMAINAN UNTUK ELICE



Wajah Elice begitu ketakutan, tubuhnya bergetar saat Chloe menghampiri nya. "Jangan mendekat! Jika kau berani melakukan sesuatu terhadap ku, kau akan tahu akibat nya. Orang tua ku sudah menyewa kelompok Mafia untuk membunuh mu. Jika kau berani melukai ku, ku pastikan kau akan tamat setelah ini," ancam nya.


"Mafia? Ah, aku takut sekali," jawab Chloe dengan menampilkan wajah ketakutan nya.


Elice yang melihat tersenyum, berpikir Chloe benar-benar takut dan tidak akan menyakiti dirinya. Namun dugaan nya salah, Chloe malah dengan berani nya menendang tubuh itu.


Buk....


"Argh! Apa yang kau lakukan?"


"Menyiksa mu dan membunuh mu!" jawab nya menatap tajam.


Buk...


Buk...


Buk...


Argh! Teriak Elice saat Chloe terus menendang tubuh Elice. Alvin yang melihat Chloe menghajar Elice terus berteriak, meminta Chloe untuk berhenti.


"Hahahhah.........Teruslah meminta dan memohon agar aku berhenti menghajar nya."


Plak...


Plak...


Plak...


Selain menendang, Chloe juga menamparnya berungkali. Dia berasa geram saat mengingat gadis di depan nya dengan angkuh nya selalu menghina nya dengan sebutan jalan*g. Apalagi saat mengingat keluarga Koch yang berulangkali ingin membunuh nya.


Wajah yang semula cantik kini penuh dengan lebam. Elice yang sedari tadi di hajarnya kini sudah tidak berdaya, tubuhnya terkulai lemas di lantai.


Alvin yang melihat mengepalkan tangan nya, ia begitu marah karena Chloe memperlakukan Elice begitu keji.


Chloe melirik ke arah Alvin, namun ia malah tersenyum jahat. "Kau marah? Aku memperlakukan wanita mu seperti itu?" tanya nya dengan bersedekap dada menatap Alvin.


Alvin tidak menjawab, namun nafasnya memburu pertanda dia sangat marah dan geram.


"Ini belum seberapa! Kau akan tahu setelah ini," Chloe menepuk tangannya dua kali, memberi tanda untuk membawa orang yang di minta nya. Tiga orang yang di tangkap anak buah nya untuk permainan Chloe terhadap Elice.


Tiga laki-laki di seret paksa oleh anak buah Chloe dan membawa nya sampai di depan Tuan mereka.


Ketiga orang itu langsung mengangkat wajahnya, menatap Chloe.


Ketiga orang itu adalah preman yang di tangkap paksa oleh anak buah Chloe dengan ancaman akan di bunuh jika tidak menuruti permintaan nya.


"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku meminta kalian datang kemari?" Ketiga orang itu mengangguk dengan cepat karena takut.


"Aku tidak akan membunuh kalian. Tapi__ jika kalian membantah perintah ku, anak buah ku siap menambak isi perut dan kepala mu," ancam nya.


"Ka-kami akan melakukan apa ya-yang anda minta No-nona," jawab ketiga nya serempak.


"Bagus! Itulah yang aku inginkan dari jawaban kalian. Coba kau lihat wanita itu," tunjuk nya pada Elice yang meringkuk di lantai. "Tugas kalian adalah, buat dia puas dengan pelayanan kalian. Jika kalian keberatan untuk melakukan nya, kalian akan tahu akibat nya."


Ketiga orang itu menelan ludah dengan kasar, melihat pandangan tajam itu. Mereka bertiga beralih melihat ke arah Elice. Melihat wajah yang babak belur itu mereka sedikit enggan, menurutnya itu tidak menggairahkan. Tapi saat mengingat ancaman dari Nona cantik di depan nya, mereka tidak bisa menolak. "Anggap saja sedang bercinta dengan babi," batin mereka bertiga dan berjalan menghampiri Elice.


Alvin yang mendengar perintah Chloe terhadap ketiga laki-laki itu untuk melakukan hal bejat melotot tidak percaya, "Apa yang kau lakukan Chloe!" teriak nya.


"Tentu saja membuat nya puas. Aku memberikan gratis untuk nya. Lihat lah permainan mereka, ku yakin kau pasti senang," Chloe mendekati Alvin dan mencengkram dagu itu. "Ini balasan untuk nya atas pembuatan mu karena kau berani berbuat seperti itu pada ku," bisik nya di telinga Alvin.


"Apa? Dasar gila! Itu bukan salah nya, itu salah ku."


"Bagi ku sama saja."


"Kurang ajar! Dasar gadis sialan! Kau akan tahu akibat nya karena berani melakukan itu kepada kami," marah nya.


"Aku tunggu apa yang bisa kalian lakukan kepada ku."


Chloe beralih menoleh ke arah ketiga laki-laki itu. "Cepat lakukan," perintahnya dengan suara keras.


Dengan cepat dan tergesa-gesa, ketiga orang itu langsung melepas pakaian nya di depan Chloe. Sedangkan Jaeden yang tak jauh dari Chloe langsung menghampiri dan menutup mata itu dengan tangan nya, berharap Chloe tidak melihat tubuh telanjang ketiga laki-laki itu.


"Aku tidak mengizinkan mu melihat mereka," bisik nya di telinga.


.


.


.