
Di warung Chloe, Jaeden yang melihat menjadi sangat geram karena Alvin terus menerus memohon seperti laki laki yang tidak tahu malu.
Jaeden datang mendekati Chloe, dan langsung menepis tangan Alvin dari tangan Chloe. Alvin yang melihat langsung menatap tajam Jaeden. "Jangan ikut campur urusan ku!" kesal nya.
"Aku tidak akan ikut campur jika Chloe merasa nyaman dengan mu. Tapi sebaliknya, jika Chloe merasa tidak nyaman, aku akan ikut campur dalam urusan kalian. Bahkan jika sampai kau membuat nya risih aku bisa menendang ku sekarang."
"Berani kau pada ku orang miskin?" marah nya.
"Kenapa tidak berani? Bagi ku kau itu sampah," jawab Jaeden menghina. Chloe yang mendengar matanya berbinar, tampan sekali jika Jaeden sedang membela.
"Kurang ajar!" Alvin melayangkan tinju nya ke arah Jaeden. Tapi Jaeden langsung menangkap pergelangan tangan itu dan menekannya dengan kuat. "Jangan berani menyentuh tubuh ku dengan tangan kotor mu itu, karena tubuh ku sangat berharga," jawab nya dan langsung menepis tangan Alvin. Jaeden menepuk tangan nya yang seolah jijik dengan tangan Alvin.
Alvin yang melihat semakin geram. "Kau itu hanya orang miskin. Lihat lah apa yang akan ku lakukan pada mu," ancam nya sambil menunjuk wajah Jaeden.
"Aku tidak takut dengan ancaman murahan mu itu," jawab Jaeden santai. Dan lagi lagi Chloe yang melihat terpesona dengan keberanian dan kegagahan itu. "Uh, tambah cinta aku," batinnya sambil bibir itu tersenyum bahagia.
"Cih! Lihat lah, sebentar lagi kau akan menyesal karena berani berurusan dengan keluarga Johnson," serunya dengan marah dan setelah itu meninggalkan mereka berdua. Jaeden hanya menaikkan satu alisnya mendengar ancaman itu.
"Hanya keluarga lemah saja berani mengancam ku," gumamnya pelan.
Setelah melihat Alvin pergi, Jaeden menoleh ke arah Chloe. Di lihatnya Chloe tersenyum tidak jelas ke arah nya. "Ada apa dengan nya? Kenapa dia aneh sekali semenjak aku datang," batin Jaeden bingung.
Jaeden menyentil kening Chloe hingga mengaduh kesakitan. Padahal itu tidak sakit sama sekali, hanya berlebihan saja.
"Kenapa menyentil ku? Sakit tahu," keluh Chloe cemberut sambil mengusap keningnya.
"Itu karena kamu senyum senyum tidak jelas. Kenapa senyum senyum seperti itu?" tanya Jaeden.
"Tidak! Siapa yang senyum-senyum!" jawab nya pergi meninggalkan Jaeden. Jaeden hanya menaikkan sebelah alisnya melihat Chloe yang tidak mau menjawab pertanyaan nya.
"Dasar Gadis nakal!" gumam nya mengikuti langkah Chloe masuk ke dalam warung sate.
Jaeden kembali melakukan aktifitasnya membantu Chloe berjualan, mengipas sate untuk para pelanggan nya.
.
.
.
Sedangkan di tempat lain, Aries memerintahkan Asisten nya untuk mencari seseorang untuk membunuh Chloe.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Seorang memiliki Tato di tubuhnya.
"Bunuh Gadis ini, Tuan ku akan membayar mu dengan mahal jika kau berhasil membunuhnya," Perintahnya sambil menyerahkan satu lembar Foto Chloe.
Orang bertato itu mengambil Foto Chloe dan mengamati nya, setelah itu mengangguk. "Baik Tuan. Saya akan membunuh Gadis itu. Anda jangan Khawatir, tunggu kabar baiknya dari saya."
"Oke, aku tunggu kabar baik nya itu. Ini uang DP nya, jika kamu sudah menyelesaikan tugas, sisanya akan ku berikan."
"Baik Tuan," Jawab nya menerima Amplop Coklat itu.
Asisten Aries pun pergi setelah meminta bantuan kepada Ketua Geng Joker. Ketua Geng Joker yang menerima misi itu pun langsung menginformasikan kepada anak buah nya untuk menjalankan perintah Tuan itu.
"Kalian berdua pergilah, bunuh gadis itu. Tidak perlu banyak mengirim anggota, karena gadis itu hanya lah gadis lemah. Cukup kalian berdua. Lakukan dengan benar dan jangan sampai gagal," perintah ketua Geng Joker.
"Baik Bos," jawab nya dan langsung pergi.
.
.
Kedua orang itu pun pergi untuk mengintai Chloe. Jika waktunya sudah tepat, mereka akan langsung membunuh gadis yang menurutnya lemah itu.
Sesampainya di tempat itu, mereka mengintai di tempat yang sedikit jauh. Namun sial nya saat mereka berdua mengawasi Chloe di tempat yang sepi, seseorang tiba tiba menghampiri mereka dan berdiri di belakang nya. "Apa yang kalian lakukan di tempat ini?" tanya Seorang penjaga bayangan Chleo. Dia menatap dengan tatapan membunuh.
Dua orang yang mengintai itu menoleh ke arah belakang tubuhnya. Wajah nya terkejut, melihat wajah laki laki yang menurut nya menyeramkan.
Perlahan dua orang itu berdiri di depan Anak buah Chloe, mereka saling tatap. "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya nya mengulang pertanyaan.
"Siapa kau?" tanya mereka berdua balik bertanya.
"Kalian berani balik bertanya kepada ku," tanya nya anak buah Chloe dan langsung mencekik leher mereka.
Buk...
"Apa kau bilang? Berani nya menghina kami. Kau belum tahu siapa kami."
"Memang nya siapa kau?"
"Kami adalah anggota____" belum selesai berkata, teman nya menahan agar rekan nya itu tidak mengatakan dirinya dari Geng mana.
"Tidak perlu banyak bicara dengan nya, kita bunuh saja dia."
"Oke," jawab Rekan nya.
Anak buah Chloe hanya diam menatap dengan dingin. Namun sebelum kedua orang itu menyerangnya, Anak buah Chloe meninju wajah salah satu dari mereka.
Buk....
"Jangan pikir kalian bisa membunuh ku. Tapi kau lah yang akan ku bunuh," Seru nya dengan senyum menyeringai.
"Kurang ajar! Berani nya kau memukul ku," marah nya dan langsung menyerang seorang itu.
Mereka berdua pun bertarung melawan Anak buah Chloe, menyerang, nya dengan memukul dan menendang. Namun serangan itu sama sekali tidak pernah mengenai tubuh lawan nya. Anak Chloe menatap penuh hina terhadap mereka. "Lemah."
Buk....
Buk....
Anak buah Chloe meninju perut salah satu mereka dan menendang tubuh satu nya lagi. Hingga membuat mereka berdua mundur beberapa langkah. "Bajingan! Ku bunuh kau." Marah nya kembali menyerang.
Mereka bertiga sibuk berkelahi, sedangkan anak buah Chloe lainnya hanya menonton pertarungan itu tanpa ada yang membantu. Menurut mereka satu dari mereka sudah cukup untuk membunuh dua anggota Geng Joker itu.
Buk...
Buk...
Anak buah Chloe menghajar mereka berdua dengan membabi buta hingga membuat kedua nya kalah dan kini berada dalam injakan kaki itu. "Berani sekali kau mengintai Tuan kami! Apa kaliam tidak sayang nyawa?" tanya nya dengan kaki menekan.
"Lepaskan dia!" perintah seorang dari mereka yang terluka sambil memegang dada nya yang sangat sakit.
"Kau memerintah ku? Tidak ada yang berhak memerintah ku selain Tuan kami," jawab nya.
"Siapa kau itu? Kami tidak ada urusan dengan mu?"
"Aku?" tunjuk nya pada diri sendiri. "Aku adalah malaikat yang akan mencabut nyawa kalian," jelas nya dan mengeluarkan pistol dan mengarahkan nya ke arah orang yang berbicara itu.
Mata orang itu melotot melihat lawan nya mengeluarkan senjata pistol, pikirnya orang itu pasti bukanlah orang sembarangan.
"Mati saja kau," serunya dan langsung menembak Satu orang itu.
Door....
Door....
Satu orang itu langsung mati dengan bersimbah darah. Satu orang yang tersisa dalam injakan kaki nya melotot tidak percaya jika orang yang di lawan nya itu langsung membunuh rekannya dengan cepat.
"Beraninya kau membunuh nya!"
"Kenapa tidak berani? Bagi ku kalian itu hanya sampah."Injak nya dengan menekan kuat. "Katakan siapa yang menyuruh mu?"
"Cih! Aku tidak akan mengatakan nya. Walaupun kau membunuh ku aku tidak akan mengatakan siapa yang memerintah kami." Jawab nya dengan keras kepala.
"Dasar keras kepala! Lebih baik kau mati saja."
Door...
Door...
Anak buah Chloe menembakkan senjatanya, hingga membuat orang itu mati seketika.
.
.
.
Bersambung.