PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
CHLOE MERAJUK



Setelah terkena amukan sang ratu galak, Jaeden pun langsung pergi membersihkan diri. Setelah selesai dengan semua nya jaeden turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama dengan Keluarga nya.




Silahkan pilih yang cocok dengan Jaeden.


"Pagi Ma, Pa, dek," Jaeden duduk di samping Papa nya.


Hmm.....Jawab Affandra


Almeta menoleh ke arah kakak nya, "Wajah kakak gak bonyok kan?" tanya nya melihat wajah kakak nya yang tetap tampan.


"Tidak! Aku melindungi nya dari serangan singa betina," bisik Jaeden di telinga Almeta.


Almeta yang mendengar panggilan Mama nya singa betina terkekeh. Pikirnya memang pas dan sangat cocok dengan kegalakan Mama nya.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Annora menatap penuh selidik.


"Tidak ada. Kakak hanya mengatakan merindukan Gadisnya," jawab Almeta dan itu membuat kedua orang tua nya menoleh menatap Jaeden penuh tanya.


"Gadis! Kau punya gadis?" tanya Affandra dan di angguki Mama nya.


Mendengar pertanyaan kedua orang tua nya, Jaeden menoleh ke arah Adiknya, "Kenapa kau berkata seperti itu?" itulah arti tatapan yang di artikan Almera.


"Maaf," Almera mengangkat dua jari nya sebagai tanda permintaan maaf.


"Jaeden..." panggil Mama nya ingin tahu.


"Hah.....Baiklah, baiklah. Ya Jaeden punya seorang gadis. Namun gadis itu tidak mencintai ku, hanya aku yang mencintai nya," jawab Jaeden dan langsung di tertawakan oleh Annora


"Hahahahahha......Malang sekali nasib mu nak, mencintai tapi tidak di cintai. Bertepuk sebelah tangan dong," Annora tertawa mendengar itu. Pikirnya ternyata masih ada yang tidak mencintai putra tampan nya ini.


"Siapa dia sampai tidak luluh melihat ketampanan mu ini? Apakah dia gadis dari keluarga lebih terpandang dari kita, sehingga dia menolak pesona mu?" tanya Affandra penasaran.


"Ya, dia seorang Putri Mahkota dari suatu kerajaan. Putri Raja Tian Dominic dari kerajaan NEVOLEON," jawab Jaeden terus terang. Dan hal itu membuat mereka bertiga batuk batuk mendengar jawaban Jaeden.


Uhuk.. Uhuk...


"Kau...Kau menyukai Putra raja dari Negara N?" tanya Affandra.


"Benar Pa, aku menyukai nya sejak pertama kali bertemu dalam Acra pengangkatan nya sebagai Putri Mahkota."


"Selera mu ternyata sangat tinggi sekali kak, pantas saja kau menolak setiap gadis yang menyukai mu," ucap Almera.


"Benar benar selera yang bagus," jawab Annora bangga.


Mereka pun melanjutkan sarapan nya, dan setelah itu melakukan aktivitas mereka masing masing. Sebelum Jaeden pergi ke kantor, dia ke belakang tempat dimana para pelayan bekerja.


"Bu," panggil Jaeden pada seorang wanita.


Wanita itu menoleh setelah itu datang menghampiri, "Ada apa? Apa ada yang bisa ibu bantu?"


"Ponsel ku," jawab Jaeden meminta ponsel.


"Ibu ambilkan dulu," wanita itu pergi kekamar nya dan mengambil ponsel Jaeden. Setelah itu menyerahkan nya.


"Terimakasih Bu. Aku pergi dulu, ada pekerjaan yang harus ku selesaikan," pamit Jaeden pada wanita itu.


.


.


.


Di Negara K. Chloe terus saja marah marah karena tidak bisa menghubungi Brian. "Awas kau nya, jika sampai ketemu akan ku hajar kau," kesal nya menatap ponsel nya.


Sejak tadi Chloe menghubungi Brian, namun tetap saja tidak aktif. Kekesalan pun juga di lampiaskan kepada Aldirch dan Daffin. Mereka berdua yang kena amukan lewat panggilan hanya diam tidak mengerti.


Saat Chloe terus menggerutu kesal, Handphone nya berdering. Di lihat nya Brian menghubungi nya. Chloe dengan cepat mengangkat panggilan itu dan langsung berbicara.


"Kemana saja kau ha...?" tanya Chloe dengan nada kesal.


Brian yang menghubungi menatap ponsel nya, benarkah ini Chloe pikirnya. "Kenapa dia nampak kesal sekali?" batin Brian bingung.


"Briaaan...."Panggil Chloe dengan keras


"Iya..iya, aku disini. Ada apa dengan mu? Kenapa kamu seperti nya sangat marah?" tanya Brian bodoh.


"Kau tanya ada apa ha...? Jelas saja aku marah karena kau susah di hubungi. Kemana saja kau ha?" Chloe benar benar marah.


"Kemarahan nya setingkat dengan seseorang," gumam Brian dan di dengar oleh Chloe.


"Siapa? Siapa yang sama dengan ku?"


"Ya ampun dia mengerikan sekali," batin Brian mendengar suara Chloe.


"Briaaan.......!"


"Ya, iya. Jangan marah ya, jangan marah! Oke oke aku akan mengatakan nya dan menjelaskan nya. Maafkan aku dulu, sebelum menjelaskan."


"Hm...tergantung bisa di maafkan apa tidak," jawab Chloe.


Brian tersenyum mendengar suara Chloe yang masih kesal. "Baiklah, akan aku jelaskan semua kenapa aku tidak menghubungi mu atau mengaktifkan nomor ku. Disini ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggal, urusan tentang keluarga. Ada masalah yang sangat serius sehingga harus aku yang mengurus nya. Maafkan aku ya, melupakan mu."


Chloe pun mengiyakan, mengerti akan kesibukan Brian. "Tapi janji besok jangan melupakan ku dan mengabaikan ku," pintanya


"Oke, aku tidak akan melupakan mu. Apakah kamu merindukan ku?" tanya Brian dan membuat Chloe merona.


"Tidak!" jawab Chloe dan membuat Brian terkekeh.


"Jangan merajuk ya," pinta Brian.


Mereka cukup lama mengobrol, melepas rindu. Entah itu rindu sebagai teman atau rindu sebagai kekasih.


.


.


.


Selamat membaca


Jangan lupa like, Komen dan Vote nya