
Tukang ojek yang saat ini membonceng Chloe sedikit was was terhadap Chloe. Dia takut jika gadis yang saat ini di bonceng nya adalah seorang penjahat. Sesekali Tukang Ojek itu melirik Chloe lewat kaca spionnya.
Chloe yang tahu hanya diam saja. Dia tahu jika bapak yang membonceng dirinya sedikit takut setelah melihat dirinya menghajar dua orang yang menghadangnya hingga babak belur.
Setelah sampai di pasar, Chloe langsung masuk ke pasar dan berbelanja keperluan dapur untuk warungnya. Namun saat dia sedang memilih belanjaan nya, tiba tiba dari arah belakang ada seorang wanita yang membawa pisau hendak menghunuskan ke arah Chleo.
Salah seorang pembeli yang melihat berteriak saat tangan wanita itu hendak menancapkan pisaunya ke arah Chleo.
"Nona awas," teriak seorang pembeli memperingati Chloe.
Chloe yang mendengar langsung menoleh dan mencekal tangan wanita itu. Chloe memukul wajah wanita asing itu dengan tangannya hingga hidung wanita itu mengeluarkan darah.
"Berani nya kau ingin membunuh ku," Chloe memelintir tangan wanita itu dan pisau yang di pegang nya akhirnya terlepas.
Argh!
"Lepas!" teriaknya memberontak.
Chloe menendang wanita itu hingga terjungkal ke tanah, dan menekan tubuh itu dengan kaki nya. "Apakah yang menyuruh mu Ellie Johnson?" tanya Chloe dengan kaki menekan kuat tubuh itu hingga wanita itu merintih kesakitan.
"Minggir dari tubuh ku, jika tidak kau akan menyesal," teriaknya.
"Kau pikir aku akan menuruti permintaan mu? Tidak! Aku tidak akan menurutinya. Dan dengar ya Nona jelek, aku sama sekali tidak takut dengan ancaman mu."
Setelah mengucapkan kata itu, dari arah depan 5 orang laki laki bertubuh kekar datang dengan suara keras. "Singkirkan kaki mu dari tubuh istri ku."
Chloe yang mendengar langsung melihat ke arah mereka berlima. "Cih! Ternyata ada sampah baru lagi yang ingin di tendang," gumam Chloe sambil melemaskan tangan nya, siap menghajar mereka berlima.
Namun sebelum Chloe menghadapai mereka, Pengawal bayangan Chloe yang mengikuti nya langsung menghampiri Chloe. "Biarkan kami yang menghabisi mereka Yang Mulia Putri," ucap salah seorang pengawal.
"Jadi sejak tadi kalian mengikuti ku?" tanya Chloe selidik.
"Hehehe....Benar Nona," jawab mereka sambil menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.
"Dasar kurang ajar!" Chloe meninju perut mereka semua karena tidak kelihatan saat dia di hadang oleh dua orang di jalan tadi.
Buk...
Buk..
Buk...
Buk...
"Ampun Yang Mulia," Mereka semua meminta maaf. Namun alasan mereka tidak muncul bukan karena tidak ingin membantu, tapi karena itu adalah perintah dari Daddy Tian yang melarang mereka untuk membantu Chloe. Tian ingin Chloe belajar menghadapi musuh nya sendiri.
Semua orang yang ada di pasar itu melihat Chloe yang meninju beberapa pengawal nya, begitupun dengan lima orang yang baru datang. Mereka berlima saling pandang melihat Chloe yang berani memukul beberapa orang bertubuh kekar itu.
Chloe yang sudah selesai memberi pelajaran kepada pengawal nya akhirnya memerintahkan pengawalnya itu untuk menghajar mereka berlima.
Lima orang yang melihat lawan nya tak kalah menyeramkan, nyalinya menjadi menciut. Bagaimana tidak takut, mereka berlima melihat pengawal Chloe membawa masing-masing Pistol di celana nya. Mereka tahu jika pengawal itu bukanlah pengawal biasa.
Ketakutan mereka berlima menjadi kenyataan. Beberapa pengawal Chloe menghajar mereka dengan membabi buta, hingga membuat mereka berlima tidak berdaya.
Sedangkan wanita yang berada dalam tawanan Chloe berteriak memohon agar mereka semua menghentikan penyiksaan itu. Wanita itu menangis melihat suami nya yang babak belur di buat oleh anak buah Chloe, "Kau lihat! Itulah akibat jika berani membuat ulah kepada ku," ucap Chleo.
"Memohon setelah membuat ulah! Aku ini bukan tipe orang pemaaf dengan orang yang telah membuat ulah dengan ku lo! Aku ini seorang pendendam," bisik nya di telinga Wanita itu.
Chloe menampar wanita itu hingga terhuyung, dan menamparnya berulang kali. "Ini sudah cukup untuk kalian. Ingat ini baik baik!" mereka berenam mengangguk serempak. "Jika kalian melihat ku lagi, lebih baik kalian langsung pergi dan jangan berani membuat ulah lagi kepada ku. Jika sampai ku lihat kalian berani muncul di hadapan ku, aku akan langsung membunuh kalian semua." ucap Chloe dengan tatapan tajam.
Glek....
Mereka menelan ludah dengan kasar melihat tatapan tajam Chloe yang menakut kan. Sedangkan banyak mata yang melihat hanya diam, mereka tidak berani menolong atau melerai pertikaian mereka. Melihat Chloe dan pengawal Chloe saja nyali mereka semua sudah menciut dan mereka pikir, diam itu lebih baik dari pada ikut campur dengan masalah orang lain.
Setelah menghajar mereka ber enam, Chloe dan pengawal nya pergi dari pasar setelah membeli semua belanjaan nya.
Di tempat parkir, Bapak Ojek tadi masih setia menunggu Chleo. "Maaf pak membuat anda menunggu lama," ucap Chleo tersenyum.
"Tidak masalah Nona," jawab Pak Ojek.
"Kita langsung pulang saja ya pak."
"Baik Nona," jawab Pak ojek dan menyalakan motor nya. Chloe naik dan mereka pun pergi meninggalkan pasar.
Sedangkan pengawal Chloe tadi sudah menghilang, mengikuti Chloe dari jarak kejauhan. Di tempat tak jauh dari sana seorang Ellie yang melihat Chloe keluar pasar dengan baik baik saja memukul setir mobil nya. "Kurang ajar! Kenapa dia masih baik baik saja? Dasar preman tidak berguna," kesal nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
Dilain tempat Seorang Gadis sedang mengikuti calon Tunangan nya. "Mau kemana dia?" batinnya yang melihat Alvin pergi menuju Warung Sate.
Dia membuntuti hingga sampai di Warung Sate milik Chloe dan melihatnya dari kejauhan. "Kenapa dia datang ke Warung kumuh itu? Apa yang dia lakukan sebenarnya?" Bingung Alice sambil melihat Alvin yang sedang berbicara kepada dua orang pemuda yang tak lain adalah Aldirch dan Daffin.
Lama Elice menunggu Alvin yang tak kunjung pergi, mata nya menatap seorang gadis yang baru turun dari motor. Kening nya mengkerut saat melihat Alvin yang menghampiri Chloe.
"Siapa gadis itu?" gumam Elice penasaran.
Di lihat nya Alvin seperti memohon kepada gadis itu. Elice yang melihat sangat geram dan akhirnya turun dari Mobil dan menghampiri mereka.
Elice berjalan ke arah mereka dengan langkah lebar. Sesampainya disana Elice langsung menarik tangan Chloe dan melayangkan tamparan nya ke pipi mulus itu.
Plak...
Mereka ber empat yang tidak menyadari Kedatangan Elice tentu saja terkejut. Apalagi saat melihat Elice yang tiba tiba menampar pipi Chloe.
Chloe yang melihat gadis asing di depan nya berani menamparnya langsung balik menampar dengan sangat keras, hingga membuat pipi putih itu membekas cap Lima Jari milik Chloe.
..
..
..
Maaf nya Autor lagi rewang tepat tetangga, Yasinan giliran bapak bapak malam Jumat. Jadi hanya bisa Update ini.🙏🙏🙏
Ayo tebak, coba apa ini?