PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
PAKET BERISIKAN MAYAT



Chloe yang mendengar bahwa Jaeden tidak mendengar apapun merasa lega sambil mengelus dadanya. "Ah, syukur lah dia tidak mendengar apapun," gumam Chloe pelan.


Jaeden yang ada di sampingnya menoleh, "Kamu mengatakan apa?" tanya Jaeden yang mendengar gumaman itu.


"Apa? Aku tidak mengatakan apa apa!" jawab Chloe.


"Aku kesana dulu, kamu lanjutin saja ini," serunya dan pergi meninggalkan Jaeden. Jaeden hanya melihat punggung Chloe dengan diam. Setelah itu melanjutkan pekerjaan nya.


Chloe yang sudah menjauh dari Jaeden langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Pengawal bayangan nya.


"Hallo Tuan Putri, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya ketua pengawal bayangan.


"Aku mendengar suatu tembakan tak jauh dari warung ku, apakah itu kalian?"


"Benar Tuan Putri. Mereka para pengganggu yang ingin mengganggu anda. Saya sudah membereskan nya, dan bahkan saya sudah menghancurkan tempat sampah sampah itu," jelas nya.


"Bagus. Apakah kau tahu siapa yang menyuruh mereka?" tanya Chloe.


"Tahu Tuan Putri, dia adalah keluarga Koch."


"Keluarga Koch! Hahaha...... Ternyata mereka benar-benar sudah tidak sabar membunuh ku. Bagus-bagus, ini lah ku harapkan. Buat mereka ketakutan dan akhirnya terus mengirim banyak sampah sampah kepada ku. Aku ingin mereka fokus kepada ku karena ketakutan nya, dan tidak memperdulikan perusahaan mereka. Jika itu terjadi, aku akan membuat keluarga itu hancur," jelas nya


"Dan untuk Keluarga Johnson apakah mereka ada pergerakan?" Tanya Chloe


"Belum ada Tuan Putri. Tapi seperti nya tidak akan lama lagi mereka juga akan melakukan pergerakan."


"Em, baiklah. Aku percayakan semuanya kepada kalian. Jika sudah waktunya menghancurkan mereka, aku akan memimpin langsung untuk menghancurkan kedua keluarga sombong itu."


"Baik Tuan Putri."


Panggilan pun berakhir, Chloe meremas ponselnya. "Jangan harap kalian bisa membunuh ku." gumam Chloe dan melanjutkan aktifitasnya.


.


.


Di tempat lain, anak buah Chloe yang membawa mayat Ketua Geng Joker kini telah sampai di depan kediaman Keluarga Koch. Mereka menekan Bell di luar pagar, dan tak lama seorang satpam datang menghampiri mereka.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya satpam.


"Apakah ini tempat kediaman Koch?" tanya Nak buah Chloe basa basi.


"Benar Tuan."


"Saya di sini untuk mengantarkan paket ini," tunjuk nya pada paket besar yang dia letakkan di depan nya.


Satpam itu melihat ke arah paket yang di bungkus rapi itu. Mungkin barang penting, pikirnya.


"Baik Tuan. Tapi bisakah anda bantu saya membawa nya ke dalam? Saya seperti nya tidak kuat jika harus membawa nya sendiri," pinta nya karena melihat paketan yang begitu besar.


'Tentu saja, biarkan kami yang mengangkat nya. Anda hanya perlu menunjukkan jalan saya."


"Baik, terimaksih Tuan."


Kedua anak buah Chloe pun membawa paket besar itu masuk kedalam rumah besar itu. Setelah sampai mereka meletakkan nya dengan sangat hati hati, takut barang berharga itu rusak.


Setelah meletakkan barang itu, Revina yang baru turun dari lantai dua menghampiri mereka saat melihat dua orang asing masuk kerumah nya.


"Siapa kalian?" tanya Revina sambil melirik box besar di depan nya.


"Pesanan? Tapi aku merasa tidak memesan apapun?" tanya Revina bingung.


"Tapi ini memang benar paket dari keluarga Koch! Mungkin Suami anda yang memesan nya," jelas nya.


"Suami ku? Ah, mungkin saja iya," jawab nya mengangguk. Dan setelah itu menerima paket besar yang di berikan anak buah Chloe.


Setelah berhasil memberikan paket besar berisikan mayat itu, anak buah Chloe langsung pergi meninggalkan Kediaman Koch dengan senyum seringai nya. "Aku yakin, mereka akan syok melihat isi di dalam nya," ucap seorang dari mereka.


"Ya, kau benar. Dan ku pastikan mereka akan ketakutan. Itulah akibat jika berani mengganggu Tuan kami."


Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali kepada kelompoknya, melaporkan bahwa tugas yang mereka jalankan telah selesai.


.


.


Di kediaman Koch, Revina sangat penasaran dengan isi Box besar itu. "Kira-kira apa ya isi nya? Aku jadi penasaran," gumam nya dan langsung memanggil seorang pelayan untuk membawakan gunting untuk membuka paket besar itu.


Seorang pelayan datang membawa sebuah gunting di tangan nya. "Buka itu," perintahnya menunjuk Paket besar itu.


"Baik Nyonya," jawab nya dan langsung membukanya. Revina berdiri sambil melipat tangan nya di dada, menunggu Box besar itu terbuka sepenuhnya.


Perlahan pelayan itu membuka pembungkus cantik itu. Dan kini tinggal membuka box itu. Saat tangan pelayan ingin membuka nya, Revina mencegah nya. "Tunggu! Biar aku saja yang membuka nya."


"Baik Nyonya," jawab pelayan itu dan berdiri sedikit menjauh.


Perlahan Revina membuka Box besar itu. Saat tangan itu membuka, matanya melotot tak percaya dengan apa yang di lihat nya, dia sampai terjatuh karena keterkejutan nya melihat wajah yang berlumuran darah.


"Aaaa....... A-apa i-iiitu," teriaknya sambil menutup wajah nya, tubuh nya bergetar melihat pemandangan mengerikan itu.


Mendengar teriakan Nyonya besar itu, beberapa pelayan datang menghampiri. Di lihatnya Nyonya dan seorang pelayan begitu sangat ketakutan.


"Ada apa Nyonya?" tanya seorang pelayan.


"Ma-ma-mayat," jawab nya dengan nada sangat ketakutan sambil tangan nya dengan gemetar menunjuk Box besar yang ada di depan nya.


"Mayat?" jawab mereka semua dan mendekati Box besar itu dan membuka nya perlahan.


Saat melihat isi dari Box itu, semuanya langsung menjerit bersama. Mereka begitu terkejut dan ketakutan melihat isi nya. Bagaimana tidak! Yang mereka lihat saat ini adalah sebuah wajah berlumuran darah dengan mata melotot. Siapa yang tidak akan takut di suguhi pemandangan itu.


Revina yang melihat itu terus ketakutan, tubuhnya bergetar hebat dan keringat keluar dari tubuh nya. Seumur-umur baru pertama kali dia melihat pemandangan semengerikan ini.


Seorang pelayan yang melihat Nyonya nya begitu ketakutan, langsung membawa nya untuk duduk di kursi, setelah itu menghubungi Tuan nya untuk segera pulang dan melihat kejadian yang ada di rumah saat ini.


Tak butuh lama, Aries langsung pulang bersama Asisten nya setelah mendengar itu. Aries langsung menghampiri Istrinya yang sedang ketakutan. "Ma!"


"Pa!" Revina langsung memeluk tubuh suami nya dengan erat dan menyembunyikan wajah itu di dada suaminya. "Mama ta-takut Pa. I-itu sangat me-mengerikan," serunya dengan tubuh bergetar dan dingin.


Aries yang mendengar langsung menoleh ke arah Asisten nya untuk melihat apa isi Box itu sehingga membuat istrinya begitu ketakutan.


Asisten Aries pun membuka nya, saat melihat itu dia juga tak kalah terkejutnya hingga kakinya mundur beberapa langkah karena keterkejutan nya. "Ma-mayat!" gumam nya.


.


.


.