
Merasakan kelembutan itu, perlahan Jaeden menggerakkan bibirnya, menikmati bibir manis itu.
Chloe yang merasakan kelembutan itu menutup mata, menikmati permainan Jaeden. Napas kedua nya memburu saat mereka saling bertukar Saliva dengan kenikmatan yang mereka rasakan.
Jaeden menekan tengkuk Chloe dan memeluk pinggang Chloe dengan kuat, sedangkan Chloe mere**as dada itu karena begitu menikmati permainan Jaeden, laki laki yang ia sukai.
Jaeden yang seperti terbakar gairah membalik tubuh Chloe dan menindih nya. Mereka berdua saling bertatapan, dan Jaeden kembali mencium bibir itu dengan rakus, menikmati rasa manis milik calon istri nya.
Chloe mengalungkan tangan nya di leher, menyambut ciuman panas itu. Merasa puas dengan bibir manis itu, Jaeden beralih ke leher Chloe, memberikan kecupan kecupan kecil tanpa meninggalkan tanda merah.
Jaeden benar benar tidak bisa menahan untuk memakan Chloe yang berada di bawah kukungan nya. Namun saat nap*su nya memuncak, dia teringat jika Chloe belum bisa di sentuh nya.
Jaeden berhenti dan menyembunyikan wajah nya di dada Chloe, berdiam sambil mengatur napas nya yang sudah memburu. Chloe yang melihat Jaeden berhenti mengelus kepala itu dengan lembut.
"Kenapa?" tanya Chloe bingung saat Jaeden diam.
Jaeden yang mendengar langsung mendongak menatap wajah cantik di bawah nya, menatap nya dengan damba.
Jaeden langsung bangun, membenarkan handuk yang sudah terlepas. Chloe yang melihat hanya diam menatap Jaeden yang tidak menjawab pertanyaan nya. Jaeden hanya takut tidak bisa menahan keinginan nya, dia pun mengulurkan tangan nya menggendong Chloe dan membawa nya ke kamar.
"Tidur lah, sudah malam," di elusnya kepala itu dengan lembut. "Aku harus segera pulang, ibu pasti sedang menunggu ku."
Jaeden berbalik dan hendak meninggalkan Chloe. Namun sebelum kaki itu melangkah, Chloe menahan tangan itu.
"Kenapa?" tanya Chloe.
Jaeden yang mendengar menoleh, "Kenapa apa nya?" tanya Jaeden bingung.
"Kenapa menghindar?"
Jaeden diam menatap Chloe yang menggenggam tangan nya.
Hah..... Jaeden menghela napas dan setelah itu berjongkok di depan Chloe. "Maafkan aku! Aku tidak bermaksud melakukan itu pada mu tadi," jawab Jaeden menggenggam kedua tangan Chloe.
"Kenapa minta maaf? Apakah kamu begitu menyesal?"
"Kenapa?"
"Kamu masih milik Alvin."
"Apakah jika aku bukan milik Alvin kau akan____?"
"Aku tidak akan melakukan itu walaupun kamu bukan milik Alvin. Untuk saat ini aku tidak bisa merusak mu," jawab nya sambil mengelus pipi mulus itu.
Chloe tersenyum, setelah itu mengangguk. Ia merebahkan tubuh nya dan Jaeden menyelimuti nya dan setelah itu mencium kening Chloe dengan lembut.
"Aku pergi dulu," pamit nya dan di angguki Chloe.
Jaeden pergi dari kamar itu, sebelum itu dia berganti dengan pakaian yang di sediakan Chloe. Pakaian yang di beli nya saat pulang menuju kontrakan nya tadi.
Melihat Jaeden yang keluar dari kamar nya, Chloe membuka mata nya. Di raba nya bibir dan leher nya, teringat dengan apa yang di lakukan Jaeden terhadap nya.
"Aku benar benar sudah gila! Membiarkan dia seperti itu terhadap ku. Aaah...kenapa aku tidak menolak? Dan malah terang terangan menikmati sentuhan itu. Dasar bodoh! Seharusnya kau jual mahal Chloe, jangan seperti itu, bertingkah sangat memalukan."Gumam nya sambil menepuk pipinya sendiri dengan pelan.
"Tapi tubuh dan bibir nya____Ah....itu sangat menggoda," seru nya lagi saat membayangkan tubuh Jaeden yang begitu sempurna.
"Dia sangat Waw. Apakah jika___ Em, seperti itu dia bertambah Waw.....?" gumam nya membayangkan yang tidak-tidak.
"Ah, apa yang kau pikirkan Chloe? Otak mu sungguh mesum sekali," pukulnya pelan di kepalanya sendiri.
.
.
Sedangkan tak jauh dari kontrakan Chloe, Alvin yang melihat Jaeden keluar dari kontrakan Chloe mengepalkan tangan nya dengan kuat.
"Kurang ajar! Berani nya dia berlama-lama di dalam kontrakan bersama kekasih ku! Apakah mereka___ Sial!! Aku belum pernah menyentuh nya, tapi dia___! Baiklah, aku tidak akan segan lagi untuk menyentuh mu Chloe. Lihat lah apa yang akan ku lakukan pada mu," kesal nya dan setelah itu pergi meninggalkan tempat itu.
Alvin tidak terima, selama dia menjadi pacar Chloe, Alvin sama sekali belum pernah berlama lama di dalam kontrakan Chloe. Alvin berpikir Jaeden dan Chloe pasti melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.