
Buk...
Anak buah Chleo mendorong kedua nya di depan Chloe yang duduk menyangga kepala nya.
Chloe melihat mereka berdua sudah ada di depan nya menatap nya sambil memicingkan mata saat melihat Harond penuh dengan lebam di wajahnya.
"Kalian menyiksanya?" tanya Chloe menatap kepada anak buahnya.
"Maafkan saya Bos, saya terpaksa melakukan nya karena mereka terus saja memberontak dan melawan," jawab bawahan itu menunduk takut jika Chloe marah akan perbuatan nya.
"Hah, seharusnya jika dia melawan bunuh saja. Kenapa hanya kamu buat seperti ini," Ucap Chloe yang membuat mereka semua tercengang dengan jawaban Bos mereka.
Mereka berpikir, Chloe akan marah karena mainan nya telah di rusak lebih dulu oleh mereka. Namun kenyataan nya, Chloe malah memerintahkan mereka untuk membunuh mainan itu saat mainan itu susah di atur.
"Maafkan saya Bos," jawab nya karena salah tidak membunuh Harond.
"Sudahlah, biarkan aku saja yang membuat mereka mengerti apa itu penyiksaan," serunya dan berdiri mendekati Harond dan Ellie yang menatap nya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Ellie melihat Chloe yang menurutnya mengerikan. Malam ini Ellie benar-benar di buat terperangah dengan apa yang di lihatnya. Selain rumahnya hancur, ia juga tidak menyangka jika pemimpin beberapa laki laki yang menyeretnya adalah Chloe, gadis yang dia hina dan coba ia bunuh.
"Tentu saja memainkan permainan yang menyenangkan," jawab Chloe mencengkram dagu wanita baya itu.
"Ikat mereka berdua," perintah nya.
"Baik Bos. Em, akan di ikat dimana mereka berdua Bos?" tanya bawahan itu bingung karena melihat tempat itu hancur dengan barang-barang berserakan di lantai.
Chloe melihat sekeliling, di lihatnya tempat itu sungguh sangat kacau. Matanya menelisik tempat yang tepat untuk menyiksa mereka. "Di sana!" tunjuk nya pada sebuah pintu yang berjejer.
Bawahan itu pun mengangguk, setelah itu membuat tempat untuk mengikat tangan dan kaki mereka.
Setelah selesai, mereka menyeret paksa Harond dan Ellie dan mengikatnya di pintu. Chloe yang melihat anak buahnya sudah selesai mengambil pistolnya dan mengisinya dengan peluru.
Ellie dan Harond yang melihat Chloe memegang senjata di tangan nya menelan ludah dengan kasar. "Apa yang akan kau lakukan dengan senjata itu?" tanya Ellie dan Harond bersama.
"Tentu saja bermain dengan kalian. Aku sudah lama tidak bermain menembak, oleh sebab itu kalian akan menjadi bahan latihan ku," jawab Chloe santai dan berdiri sedikit jauh dari kedua orang itu.
Mendengar itu Ellie dan Harond begitu terkejut. "Tidak! Jangan lakukan itu!" serunya berteriak agar Chloe tidak melakukan nya. Mereka takut jika Chloe adalah seorang pemula dan berakhir membuatnya mati mengenaskan dengan senjata itu.
"Tidak! Ku mohon jangan lakukan itu."
"Aku tidak peduli. Walaupun kalian memohon dan meminta ampun, aku tetap akan membuat kalian sebagai bahan latihan ku," jawab Chloe.
"Ambil buah dan taruk di atas kepala mereka," perintahnya kepada anak buah nya.
Dengan cepat bawahan nya langsung pergi menuju dapur, mencari buah buahan di dalam kulkas. Dan setelah mendapatkan nya, ia pun membawanya dan menaruhnya di atas kepada Harond dan Ellie.
Ellie yang melihat anak buah Chloe meletakkan buah Apel di atas kepalanya, menolak. Dia berharap Chloe tidak akan melakukan nya. Namun pemikiran nya salah, Chloe yang melihat Ellie terus saja menggoyangkan kepala nya dan membuat buah itu jatuh di lantai menjadi marah.
"Jika kau masih tidak mau menurut, maka kepala mu lah yang akan menjadi bahan latihan ku," bentak Chloe dengan nada mengerikan, dan itu langsung berhasil membuat Ellie dan Harond diam tanpa berkutik.
Melihat Ellie dan Harond diam, Chloe tersenyum senang. "Bagus! Ini lebih baik," sambungnya.
Dengan perasaan takut dan was-was, Harond dan Ellie memejamkan matanya saat melihat Chloe siap membidikkan senjata apinya ke arah nya.
Mereka beroda dalam hati semoga yang tidak di harapkan tidak terjadi kepada nya.
Chloe yang melihat wajah kedua sudah pucat begitu senang. Ia memang berencana membuat kedua nya takut dengan nya dan tidak akan berani lagi menganggu nya.
Perlahan Chloe menarik pelatuk senjatanya dan menembakkan kearah Apel yang ada di atas kepala Harond dan Ellie.
Door....
Door....
Mendengar suara tembakan di telinga mereka, tubuh mereka gemetar tidak karuan, tulang keduanya langsung lemas tidak ada tenaga. Wajah nya begitu pucat dan detak jantungnya seakan berhenti, berharap mereka tidak mati oleh tembakan itu.
.
.
.
Bersambung