
Anak buah Chloe yang mendapat perintah dari ketua nya langsung menyerang mereka semua, tanpa memberikan mereka kesempatan.
Door....
Door....
Door....
Mereka terus menembakkan senjata nya ke arah anggota Geng Joker secara bersamaan. Dalam sekali serang, mereka semua langsung mati. Bagaimana tidak! Mereka sama sekali tidak ada persiapan untuk melawan, hanya bermodalkan kekuatan fisik.
Sedangkan Anak buah Chloe semua nya bersenjatakan lengkap. Ketua Geng Joker yang melihat banyak anak buah nya mati di depan matanya sangat marah.
"Bajingan! Berani nya kalian membunuh anak buah ku," teriaknya marah dan menembak kan senjata nya ke arah anak buah Chloe.
Anak buah Chloe sama sekali tidak takut, mereka berjalan maju sambil terus menembakkan senjata ke arah mereka semua.
Door....
Door....
Door....
Argh!
Jerit anak buah Geng Joker yang terkena tembakan.
"Mati kalian! Hahahhaha.......Bunuh semua, jangan sampai ada sisa," teriak ketua bayangan itu memerintah anak buah nya.
Door...
Door...
Door...
Ketua Geng Joker juga menembak, namun dia kalah cepat dari anak buah Chloe yang menggunakan senjata terbaik dari perusahaan TYREND Crop's. Hingga dua peluru melesat ke tubuh nya.
Argh!
Jeritnya saat peluru itu tepat mengenai dada dan lengan nya.
"Sampah rendahan ingin bermain dengan kami, ini lah akibat nya," seru ketua itu menendang tubuh ketua Geng Joker.
Buk...
Tubuh itu terpental hingga tersungkur di tanah. Ketua bayangan itu mendekati tubuh Ketua Geng Joker dan langsung menginjak kepala ketua itu dengan kaki nya dan menekannya dengan kuat. "Ini lah akibat karena kau berani mengusik kami," ucapnya menekan kaki Itu hingga membuat ketua Geng Joker merintih
Ugh!
"Si-apa ka-lian i-ni?" tanya ketua Geng Joker terbata sambil menahan sakit di kepala nya karena injakan kaki itu.
"Kau benar-benar ingin tahu? Baiklah, aku akan mengatakan nya. Tapi sebelum itu lihat lah apa yang akan ku lakukan pada anak buah mu yang tersisa."
"Bunuh semua yang masih tersisa," perintahnya kepada teman satu tim nya.
Dan benar saja, mendapatkan perintah itu mereka langsung saja membunuh semua nya. Ketua Geng Joker yang melihat anak buah nya mati tanpa sisa hanya memejamkan mata, menyesal karena menyinggung Tuan orang yang ada di depan nya.
"Bagaimana? Menyesal tidak?" tanya ketua bayangan itu.
Ketua Geng Joker diam, tidak menjawab pertanyaan itu. Ketua Bayangan milik Chloe yang melihat diam nya orang yang saat ini dia injak tertawa keras.
"Hahaha......baiklah, baiklah. Aku akan mengatakan sesuai janji ku siapa Tuan kami sebenarnya. Kau pasti mengenal gadis ini bukan?" tanya nya sambil menunjukkan Foto Chloe di ponsel nya. "Dia adalah Tuan kami, Putri Mahkota Mafia GEROGRE LORIZD," Jelasnya dan langsung membuat ketua Geng Joker terkejut.
Ketua Geng Joker tidak menyangka jika dia mencari lawan yang salah. Pantas saja jika mereka dengan cepat membabat habis anggota nya, karena ternyata lawannya adalah Anggota Mafia yang terkenal di Dunia bawah. Dan dia juga tidak menyangka jika target untuk dia bunuh adalah Putri dari pemilik Mafia besar itu. Andai saja dia tahu, sudah di pastikan dia tidak akan menyanggupi permintaan konyol dari keluarga Koch itu.
"Katakan siapa yang menyuruh mu?" Tanya ketua bayangan.
Mendengar itu Ketua Geng Joker langsung berkata, "Benarkah kau akan mengampuni ku?"
"Tentu saja."
"Mereka dari Keluarga Koch, orang terkaya Nomor 01 di Negara K ini," jelasnya yang berpikir Ketua bayangan itu akan mengampuni nyawa nya. Namun pikiran nya salah, tidak semudah itu mereka akan melepaskan nya. Siapa pun yang membuat masalah kepada mereka sudah di pastikan mereka semua akan mati di tangan nya.
Ketua Geng Joker terlalu naif jika berpikir mereka akan memaafkan dirinya. Tidak ada kata maaf di kamus mereka, apalagi berani menganggu Tuan nya sudah di pastikan mereka akan mati dengan tragis.
"Keluarga Koch! Em, berani juga mereka ternyata. Mungkin nyawanya memang doble maka dari itu mereka berani mengganggu Tuan kami. Dan untuk mu aku sudah memaafkan, dan ini ucapan terimakasih ku karena kau sudah mengatakan siapa dalang nya."
Door....
Door....
Door....
Tiga peluru melesat ke kepala Ketua Geng Joker dan dia pun langsung mati seketika degan mata terbuka.
Setelah membunuh Ketua itu, dia memerintahkan tim nya untuk mengantarkan mayat Ketua Geng Joker ke Keluarga Koch. "Kirim mayat ini di rumah utama Keluarga Koch. Aku yakin mereka akan terkejut dan ketakutan. Buat surat ancaman untuk mereka," perintahnya.
"Baik Kak," jawab mereka dan langsung membawa mayat ketua itu untuk di antarkan ke rumah Keluarga Koch.
Sedangkan beberapa anggota lainnya, mereka mengumpulkan mayat mayat berserakan itu dan menyiramnya dengan bensin, setelah itu membakar mereka semua tanpa sisa. Dan setelah itu pergi meninggalkan Markas Geng Joker dengan kemenangan.
.
.
Di warung, Chloe lagi-lagi mendengarkan tembakan yang tak jauh dari tempat nya. Tembakan yang di lakukan anak buah nya untuk membunuh 10 anggota Geng Joker lalu. Aldirch yang juga mendengar bertanya. "Kau mendengar tadi?"
"Ya, aku mendengar," jawab Chloe. Chloe melihat ke arah Jaeden yang masih santai. "Menurut mu, Brian mendengar tidak ya?" tanya nya.
"Entah! Aku tidak tahu. Tapi ku rasa itu adalah anak buah Daddy, tapi kenapa mereka sampai menggunakan senjata? Mungkinkah ada bahaya di sekitar kita?" tanya Aldirch berpikir.
"Aku nanti akan menghubungi mereka. Dan untuk Brian semoga dia tidak mendengar nya," serunya dengan nada lirih.
"Coba kau tanya, dia mendengar atau tidak? Jika tidak syukur dech. Jika iya, semoga saja dia tidak curiga." Ucap Aldirch dan di angguki Chloe.
Chloe pun beranjak dari duduk nya dan menghampiri Jaeden, berdiri di damping laki laki yang selalu menggetarkan hati nya.
"Kamu lelah?" tanya nya dengan tangan mengusap keringat di dahi Jaeden dengan tisu.
Jaeden menoleh, menatap Chleo. "Tidak! Hanya gerah saja," jawab nya sambil tersenyum dan pandangan nya kembali ke arah sate yang dia kipas.
"Bri," panggil Chloe
"Em,"
"Apa kau mendengar sesuatu?"
"Mendengar apa?" tanya nya menoleh ke arah Chloe.
"Ya mendengar sesuatu!"
"Tidak! Aku tidak mendengar apa pun, aku hanya mendengar suara bising kalian berdua saja," jawab Jaeden berbohong. Padahal telinga nya yang tajam itu juga mendengar suara jeritan dan tembakan dari arah yang tak jauh dari Warung nya. Jaeden mengatakan itu, karena dia tahu Chloe pasti takut jika penyamaran nya sebagai orang biasa di ketahui Jaeden. Padahal tanpa Chloe memberitahu, Jaeden malah sudah lebih dulu tahu. Bahkan dia sudah melamar nya, tinggal menunggu hari pertunangan dan pernikahan nya saja.
.
.
Ayo like dan komen nya serta Hadiahnya. Autor sedih Lo, jika tidak di like. Padahal itu mudah tinggal Klik saja.
Selamat membaca.