
Mendengar Jaeden mengatakan dirinya menggoda, Chloe mendekatkan wajah nya di wajah Jaeden. "Kau mengatakan aku penggoda?"
"Ya, kau itu Gadis nakal dan penggoda."
'Tidak! Mana ada. Aku ini tidak pernah menggoda siapa pun tahu," Jawab Chloe tidak terima. "Ya, walaupun sedikit sering menggoda mu," gumam Chloe dengan bibir di kerucutkan.
Jaeden yang melihat hanya tersenyum kecil mendengar gumaman Chloe, "Jangan mengerucutkan bibir mu seperti ini! Aku takut diri ku benar benar tergoda," ucap Jaeden.
"Benarkah kamu tergoda?" tanya Chloe malah mendekatkan wajah nya. Wajah Chloe benar-benar sangat dekat sampai deru napas nya dapat di rasakan oleh Jaeden.
Jaeden menatap wajah Chloe yang sangat dekat dengan nya, menatap bola dan bibir indah itu. Perlahan tangan nya terulur menyentuh dagu. "Jangan terus menggoda ku Princess!" Ucap Jaeden dengan pelan dan dengan suara lembut.
"Aku tidak menggoda! Apakah seperti sangat menggoda mu?"
"Tentu saja," jawab Jaeden mulai meraih bibir itu dengan Bibirnya. Namun lagi lagi saat ingin mencium bibir itu, pintu si buka oleh seseorang tanpa permisi.
Dengan spontan mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu, di lihat nya dua orang sedang menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena melihat kedatangan nya yang tidak tepat.
"Kenapa selalu seperti ini?" batin kedua nya berdiri di tengah pintu.
Dengan perlahan mereka berdua berjalan menghampiri mereka berdua yang menatap nya. "Em, apakah kami mengganggu kalian?" tanya Aldirch.
"Tidak!" Jawab Jaeden.
"Ya," jawab Chloe.
Mereka berdua menjawab bersama namun dengan kata yang berbeda. Mendengar itu, Aldirch dan Daffin salah pandang, bingung mendengar jawaban kedua nya. Tapi yang pasti kedatangan mereka memang mengganggu mereka berdua.
Jaeden yang mendengar menoleh ke arah Chloe. "Jangan seperti itu."
"Ya," jawab Chloe dingin dan membuat Jaeden sangat sangat gemas.
Chloe menatap kedua nya yang sudah duduk di depan nya, "Ada apa kalian datang kemari?"
"Aku__" jawab Aldirch melihat ke arah Jaeden, ragu untuk mengatakan hal penting ini.
"Aku apa?" Tanya Chloe melihat arah pandang Aldirch, "Bicara saja," perintahnya.
"Dua keluarga itu mulai bergerak, mereka mulai mencari suatu kelompok untuk membunuh mu. Dan yang aku dengar mereka mencoba mencari kelompok Mafia," jelas Aldirch.
"Mafia? Hahahha....Mereka benar-benar ingin sekali membunuh ku. Aku benar benar tidak menyangka hanya karena anak nya terus mengejar ku mereka ingin melenyapkan ku. Tapi inilah keinginan ku, akan ku layani mereka. Tapi kira kira mereka akan menyewa Mafia mana?" tanya Chloe.
"Aku belum tahu pastinya. Tapi aku yakin itu bukan hal besar untuk kita," jawab Aldirch.
Jaeden yang mendengar hanya diam saja, dia tahu jika itu bukan hal besar bagi Chloe karena seorang putri dari kerajaan, dia mungkin akan dengan mudah untuk melawan para Mafia itu. Hanya saja, apakah Chloe benar benar akan mengerahkan pasukan kerajaan untuk melawan Mafia itu, pikirnya.
"Ya," jawab Chloe singkat.
"Oh ya, satu Minggu lagi Mommy meminta kita untuk kembali," ucapnya memberitahu.
"Tidak tahu! Tapi yang penting Mommy meminta kita harus kembali," jawab Aldirch.
"Baiklah," jawab Chloe menyetujui. Jaeden yang mendengar bertanya tanya, kenapa Mommy Ceril meminta mereka kembali? Apakah ada hal penting, pikirnya.
.
.
Satu Hari kemudian, Aries berserta Asisten nya pergi ke suatu tempat. Tempat yang tak lain adalah Markas milik Mafia SINALOA, Mafia yang di pimpin oleh Gusman.
Mafia SINALOA adalah Mafia yang suka membunuh, Mafia yang sering menerima misi pembunuhan untuk setiap Klien yang membutuhkan jasanya. Dan saat ini Aries dan Asisten nya akan datang meminta bantuan untuk membunuh Chloe Dominic.
Sesampainya di Markas SINALOA, Aries dan Asisten itu masuk kedalam bangunan tua yang seperti tidak terawat. Bangunan itu terletak di dalam hutan, namun tak jauh dari jalan raya.
Mereka berdua yang sudah masuk langsung di sambut oleh Anak buah Gusman, karena ia tahu dua orang yang kelihatan berada itu pasti membutuhkan bantuan dari Mafia milik Bos nya.
"Silahkan ikuti saya Tuan-tuan," Ucap orang itu meminta Aries dan Asisten nya mengikuti dirinya. Aries mengangguk dan mengikuti jalan orang yang ada di depan nya itu.
Sesampainya di sebuah ruangan, mereka bertiga masuk. Namun saat masuk mereka berdua di suguhkan dengan pemandangan yang sangat mengerikan, mereka melihat satu orang sedang di siksa oleh seorang laki laki bertubuh besar dan berwajah sangar.
Aries dan Asisten itu bergidik ngeri saat melihat orang yang di siksa itu terkulai lemas dengan penuh luka, dan di lihat nya sebagian tubuh itu sudah ada yang putus, seperti jari jari tangan dan telinga.
Seorang yang duduk santai, sambil melihat penyiksaan yang di lakukan anak buah nya menoleh ke arah pintu saat tahu ada orang asing yang masuk ke ruangan nya.
"Berhenti!" perintahnya kepada anak buahnya yang menyiksa orang itu. Tangan nya memberi tanda untuk membawa orang yang di siksa itu pergi dari ruangan nya.
Anak buahnya mengangguk dan membawa orang yang hampir mati itu. Setelah melihat nya pergi, Gusman mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Silahkan duduk Tuan-tuan."
Aries dan Asisten itu mengangguk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Gusman menatap mereka berdua, dalam sekali lihat dia sudah tahu jika salah satu dari mereka adalah orang yang berada.
"Jika boleh saya tahu, ada kepentingan apa Tuan-tuan kemari?" tanya Gusman sambil menyandarkan tubuhnya di kursi dan menghisap Rokoknya.
"Em, maaf sebelum nya kami mengganggu waktu anda Tuan," jawab Asisten itu dan di angguki Gusman. "Saya disini ingin meminta bantuan kepada anda untuk membunuh seseorang," jelasnya pada intinya.
"Membunuh seseorang? Apakah seseorang itu memiliki latar belakang yang hebat?" tanya nya menyelidik. Walaupun Mafia SINALOA adalah Mafia yang sering menerima misi pembunuhan, namun mereka juga tidak sembarangan membunuh. Mereka akan menyelidiki terlebih dahulu target mereka, apakah memilik latar belakang yang kuat atau tidak.
Dia tidak ingin asal menerima takut nya target yang di minta klien nya adalah anak seorang Mafia kuat. Jika hanya orang kaya biasa, atau Pejabat Negara, mungkin ia akan menerima langsung, karena menurutnya itu tidaklah susah. Tapi berbeda jika target yang di inginkan Klien nya seorang keluarga dari Mafia, pastinya akan sangat ribet dan tidak menguntungkan nya. Yang ada malah merugikan nya. Karena dia tahu sesama Mafia pastinya tidak ada kata ampun. Berani mengusik ya harus berani malawan. Jika pun mati, itulah resikonya.
.
.
.