
Setelah menyerahkan minuman kepada Alvin, Chloe duduk di kursi, menyilangkan kaki sambil menatap Alvin. Alvin yang di tatap seperti itu bingung. Pikirnya kenapa dengan kekasihnya itu.
"Tadi malam kamu kemana?" tanya Chloe menyelidik.
"Tadi malam, aku ada acara dengan keluarga sayang. Memang nya kenapa?"
"Cih, pembohong," batin Chleo kesal karena beraninya Alvin berbohong kepada nya. Dia pikir Chloe tidak tahu jika semalam Alvin bersama dengan gadis lain.
"Hanya tanya saja. Bagaimana? Apa kamu sudah memberitahukan hubungan kita kepada keluarga? Aku ingin bertemu dengan mereka."
Walaupun Chloe pernah di hina, dia ingin melihat seperti apa semua keluarga Johnson. Apakah mereka semua sama dengan Ellie ibu Alvin atau tidak?
"Em, seperti nya untuk saat ini tidak bisa sayang. Orang tua ku akan pergi keluar Negeri dan mungkin akan lama," jawab Alvin berbohong.
Chloe menyipitkan matanya, "Pembohong," batinnya saat tahu jika Alvin berbohong.
"Baiklah, tapi lain kali temukan aku kepada keluarga mu. Aku ingin hubungan yang jelas."
"Baiklah. Maaf sayang aku benar benar tidak berbohong. Jika nanti orang tua sudah kembali, aku akan mengajak mu ke rumah untuk menemui kedua orang tua ku."
"Em, sekarang pulanglah. Aku ingin istirahat." usir Chloe yang sudah muak melihat Alvin.
Dia meminta untuk di pertemukan kepada orang tua Alvin hanya ingin mengetahui saja, apakah Alvin benar benar mencintai nya atau tidak.
"Kenapa kamu mengusirku sayang? Aku kangen dengan mu," Alvin mendekati Chloe, tangan nya terulur menyentuh tangan Chloe. Chloe yang melihat tangan nya di pegang langsung menepis.
Alvin yang melihat bingung, karena tidak seperti biasanya Chloe seperti itu. "Kamu kenapa sih? Kamu marah karena aku tidak mengenalkan mu kepada orang tua ku?"
"Tidak! Aku hanya lelah, ingin istirahat. Kamu pulanglah, aku benar-benar lelah."
Alvin yang melihat Chloe seperti nya marah kepada nya hanya menghela napas dan setelah itu pergi. Namun sebelum itu Alvin ingin mencium Chloe, tapi lagi lagi Chloe menolak. Dan akhirnya Alvin pulang dengan pikiran bingung.
"Seperti nya dia marah karena tidak ku perkenalkan kepada orang tua ku. Tapi jika ku perkenalkan, aku yakin Papa dan Mama tidak menyukai nya. Karena kita berdua berbeda status," keluh Alvin.
Alvin pun pulang dan akan membicarakan ini kepada Mama dan Papa nya tentang niat ingin memperkenalkan Chloe pada mereka berdua.
..
..
Di kediaman Johnson.
Saat masuk kedalam rumah, Alvin melihat Elice ada di sana bersama dengan Mama nya.
"Nah itu dia Alvin," tunjuk Ellie pada Elice ke arah Alvin yang baru masuk.
Alvin berjalan menghampiri mereka berdua. "Kamu disini?" tanya Alvin pada Elice
"Ya, baru saja. Aku ingin menemui mu, aku merindukan mu," Jawab Elice menarik Alvin duduk di sampingnya.
Alvin tidak menolah, dan Elice pun memeluk erat lengan itu tanpa malu jika disana ada Ellie ibu Alvin. Ellie yang melihat senang, karena kedua nya akur tanpa penolakan.
"Kalian mengobrol lah, Mama ke atas dulu mau istirahat," Ellie pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
Setelah melihat Ellie pergi, Elice berkata, "Aku merindukan mu Al," ucap Elice dengan nada manja.
"Tadi malam kan aku sudah menemani mu, masa kangen lagi?"
"Tapi aku masih kangen, tadi malam belum puas bersama mu," jawab Elice dengan senyum menggoda nya.
Alvin yang melihat mengelus pipi mulus Elice. Melihat Elice yang menggoda, perlahan Alvin mendekatkan wajah nya, mencium bibir itu dengan rakus. Melu** dan menye**p serta berbelit lidah. Tangan Alvin tidak diam, mencari sesuatu yang empuk di dada Elice.
Elice yang merasakan itu meleng*h menikmati sentuhan Alvin yang kasar.
Mereka tidak memperdulikan saat ini ada dimana, yang mereka inginkan hanya menikmati kenikmatan yang saling mereka berikan dengan sentuhan penuh kenikmatan.
Alvin mencium leher putih itu, memberikan kecupan kecupan kecil, dan hal itu benar benar membuat Elice melayang dengan sentuhan yang membuat tubuh Elice meremang.
Alvin yang juga tidak tahan akhirnya membawa Elice ke kamar tamu, mengunci dan akhirnya bersatu dalam nikmat surga dunia.
Alvin melakukan itu karena menganggap Elice sebagai melampiaskan hasr*at nya. Selama menjalin hubungan dengan Chloe, Alvin tidak pernah menyentuh tubuh Chloe. Mereka hanya saling pegang tangan dan berciuman di bibir, tidak lebih. Oleh sebab itu Elice yang mudah di ajak mengarungi nikmatnya surga dunia, Alvin pun selalu meminta melakukan hubungan itu saat menginginkan Chloe yang tidak pernah tersampai. Terkadang malah Elice lah meminta belaian Alvin terlebih dulu dan Alvin pun dengan senang hati melayani nya.
Setiap kali mereka bersatu di atas ranjang, yang ada dalam bayangan Alvin adalah wajah Chloe. Wajah wanita yang sangat sangat di cintainya.
.
.
Sedangkan Chloe saat ini sedang menerima laporan dari anak buahnya tentang informasi Alvin yang dekat dengan Wanita.
"Nona, ini laporan yang kami dapat," ucapnya sambil menyerahkan laporan tentang Alvin.
Chloe mengambil dan membaca nya. Chloe diam, setelah itu menutup kembali dan meletakkannya di atas meja.
"Jadi gadis itu calon tunangan Alvin?"
"Benar Nona, gadis itu bernama Elice dari keluarga Koch, keluarga dengan urutan No 1 terkaya di Negara K ini Nona."
"Keluarga Koch! Em..Baiklah. Terimakasih sudah membantu ku, sekarang pergilah."
"Sudah tugas saya Nona. Kalau begitu saya pergi dulu."
Anak buah Tian itu pun pergi meninggalkan Chloe sendirian. Sedangkan Aldirch dan Daffin yang baru sampai melihat anak buah Daddy nya keluar dari kontrakan Chloe, mengerutkan kening.
"Apa yang dia lakukan? pikirnya.
Aldirch dan Daffin masuk dan menghampiri Chloe yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya.
"Ada apa dia kemari?" tanya Aldirch duduk di samping kakak nya.
"Mengantarkan itu," jawab Chloe dengan mata menunjuk berkas informasi Alvin.
Daffin dan Aldirch melihat, dan Daffin pun mengambilnya dan membuka nya. Membaca s
keseluruhan informasi itu. "Kan sudah kami katakan jika dia laki laki tidak pantas untuk mu."
"Setelah mengetahui ini kau bagaimana?" tanya Aldirch menatap kakak nya yang biasa saja, seperti tidak ada kesedihan.
"Tentu saja meninggalkan nya, buat apa mempertahankannya," jawab Chloe.
"Tapi aku tidak yakin. Aku yakin kau pasti tidak semudah itu meninggalkannya," sela Daffin dan di angguki Aldirch.
Mereka berdua seakan tidak percaya. Hati Chloe sudah lama jatuh cinta kepada Alvin. Hubungan mereka pun sudah sangat lama, mereka berdua tidak yakin jika Chloe mudah melupakan Alvin, cinta pertamanya.
.
.
.
Selamat membaca.
Jangan lupa
like
Komen
Tap Favorit
Beri hadiah
Dan Votenya.
Mohon dukungannya. Author masih lah Abal Abal. Masih harus belajar lagi dan perlu banyak sekali dukungan dari kalian.