
"Benarkah tidak mengatakan apapun?" tanya Jaeden menyelidik sambil mendekatkan wajah nya di wajah Chloe.
Chloe yang melihat Jaeden begitu dekat dengan nya, wajah nya langsung bersemu. "Kenapa dekat-dekat?" serunya mendorong dada Jaeden.
"Kenapa memang nya? Hanya ingin menatap mu saja, memang nya tidak boleh?"
"Bukan tidak boleh! Hanya saja aku__!" Jawab Chloe sambil memainkan kedua jari telunjuknya. Jaeden yang melihat sungguh sangat sangat gemas.
Jaeden mengelus kepala Chloe dengan lembut, "Aku pulang ya?"
"Mm, nanti," jawab nya dengan suara manja sambil menahan tangan Jaeden.
"Ini sudah malam Princess!" ucap Jaeden melihat jam di pergelangan tangan.
"Benarkan udah malam! Jika aku terlalu lama disini, aku takut tidak bisa menahan untuk menyentuhnya. Apalagi melihat dia yang manja seperti ini," ucap nya dalam hati.
Chloe juga melihat jam di tangan nya yang ternyata memang sudah pukul 10 malam. Tapi entah kenapa Chloe benar benar tidak ingin di tinggal Jaeden. Mungkin memang sangat memalukan, namun di tidak memperdulikan itu, lagian hanya ada mereka berdua.
"Persetan dengan rasa malu, aku hanya ingin dengan nya," batin Chloe memeluk lengan Jaeden dengan erat.
Jaeden yang melihat hanya menatap dengan diam. Ada apa dengan nya, pikir nya dalam hati melihat tingkah aneh Chloe.
"Princess, jangan seperti ini. Aku ini pria normal yang kapan saja bisa tergoda dengan semua ini. Lebih baik aku pulang saja."
"Tidak boleh!" serunya mempererat pelukannya di lengan.
Jaeden yang mendengar menghela napas melihat Chleo yang benar benar manja dengan nya. "Baiklah, aku akan menemani mu. Tapi kamu harus segera tidur," pintanya dan di angguki Chloe.
Chloe menyandarkan kepalanya di bahu, mereka berdua saling bercerita tentang hal hal yang tidak berguna. Lambat laun Chloe memejamkan mata dan akhirnya tidur di sandaran bahunya.
Jaeden yang melihat Chloe sudah tertidur, dia mengelus kepala Chloe dengan lembut. "Sayang! Jangan selalu seperti ini. Aku benar benar tidak bisa menahan jika kamu selalu bertingkah manja di depan ku. Aku takut tidak bisa mengendalikan sesuatu yang terus meronta jika bersama mu," gumam nya pelan dan mencium kening Chloe dengan lembut.
Perlahan Jaeden mengangkat tubuh Chloe dan membawa nya ke kamar. Dengan hati hati, Jaeden meletakkan tubuh Sexy itu di atas ranjang. "Tidur yang nyenyak, aku akan menjaga mu malam ini," ucap nya lirih dan mengecup kening Chloe dengan lembut.
Setelah mencium dan menyelimuti tubuh Chloe, Jaeden keluar dan tidur di kursi.
.
.
Beberapa bulan kemudian, Chloe dan Jaeden semakin dekat. Namun bukan dekat karena menjadi kekasih, melainkan Teman Tapi Mesra.
Chloe juga sudah menjelaskan bahwa dirinya tetap memiliki hubungan kepada Alvin karena hanya ingin bermain main dan memberi pelajaran kepada dua keluarga besar itu yang berniat untuk membunuh nya dan memberi pelajaran kepada Alvin karena memainkan perasaan nya.
Dan Jaeden pun mengerti dan membiarkan Chloe bermain dengan keluarga yang menurut nya tidak penting itu, keluarga yang tidak seberapa jika di bandingkan dengan dirinya.
Sedangkan Alvin masih sama, dia terus menerus mencoba mendekati Chloe yang semakin dingin kepada nya. Dia terus mendekati dan mendekati hingga membuat Elice benar benar benci kepada Chloe yang menurutnya mengganggu hubungan nya dengan Alvin. Padahal sudah jelas jelas bukan Chloe yang mengganggunya, melainkan Alvin yang terus menerus mengejar nya. Namun Elice tetap saja menyalahkan Chloe, bukan Alvin yang sudah jelas jelas menghianati dirinya.
Sama hal nya dengan Elice. Keluarga Johnson, Ellie dan Harond juga semakin benci kepada Chloe yang menurutnya membuat Alvin menjadi seorang pembangkang yang susah di atur. Keluarga Koch pun sama, mereka juga sangat membenci Chloe karena menurutnya Chloe sebagia penghalang hubungan putri nya dengan Alvin calon menantu idaman nya.
Seperti saat ini kedua keluarga itu sangat marah karena lagi lagi mereka gagal membunuh Chloe. "Kurang ajar! Kenapa dia tetap saja masih hidup. Padahal sudah banyak orang yang kita sewa untuk membunuh nya. Namun sial nya orang suruhan kita selaku saja kembali dengan keadaan mengenaskan," kesal Aries berbicara di depan Revina, Ellie dan Harond.
"Mungkinkah Gadis itu memiliki latar kelaurga yang kuat? Jika hanya dia sendiri aku yakin dia tidak akan mampu untuk membunuh orang orang suruhan kita," Jawab Harond
"Aku sudah menyelidikinya, dia sama sekali tidak memiliki latar keluarga yang kuat, dan dia pun juga tidak di bantu oleh siapapun. Dia hanya Gadis miskin biasa yang hanya hidup dengan seorang adik bernama Aldirch," jelas Aries.
"Jika dia sama sekali tidak memiliki latar keluarga yang kuat, berarti gadis itu benar benar handal dalam membunuh!" sela Revina.
"Jika memang dia ahli dalam membunuh kita harus mencari seorang yang benar-benar sangat-sangat kuat, seperti Mafia," saut Ellie.
"Mafia!" jawab mereka semua menatap Ellie.
"Ya, Mafia. Tidak ada cara lain. Aku juga ingin ketenangan. Selain dia selalu mengganggu hubungan putra putri kita, dia juga selalu membuat ku dan suami ku was-was. Bagaimana tidak! Dia selalu saja meneror ku dengan mayat-mayat yang menjijikkan itu ke rumah ku," jawab Ellie bergidik ngeri mengingat hampir setiap minggu kediaman Johnson mendapatkan paket mengerikan.Terkadang mereka mendapatkan paket tangan putus, kepala, bola mata dan lain sebagainya.
"Apakah kalian mendapatkan teror itu?" tanya Revina.
"Ya," jawab Ellie mengangguk
"Ku kira aku saja, ternyata kalian juga sama. Jika memang seperti ini kita tidak bisa membiarkan ini berlanjut. Kita benar benar harus membunuhnya. Jika kita tidak segera menyingkirkan nya, aku yakin dia akan membunuh kita," ucap Aries dan di angguki semuanya.
"Jadi dimana kita harus mencari Kelompok Mafia itu?" tanya Harond.
"Aku akan meminta Asisten ku untuk mencari Mafia terkuat di Negara ini. Jika disini tidak ada, aku akan meminta nya untuk mencari di Negara lain," jawab Aries.
"Baiklah aku percayakan semua nya kepada mu."
.
.
Saat kedua keluarga besar itu sibuk untuk membunuh Chloe, Chloe malah memulai aksinya untuk menghancurkan Perusahaan Keluarga Johnson dan Keluarga Koch. Dia mengacau dan membobol semua data kedua perusahaan itu.
Jaeden yang menemani Chloe memulai aksinya dengan menggunakan komputernya, Jaeden hanya menggelengkan kepala melihat calon istri nya yang benar benar dendam terhadap kedua keluarga itu.
"Aku akan membuat kalian hancur karena berani membuat ku kesal dan marah," gumam nya yang masih di dengar Jaeden.
Jaeden yang mendengar gumaman itu menggelengkan kepala dan menyentil kening Chloe karena menurutnya Chloe sangat nakal. "Kau itu benar benar nakal sekali."
"Nakal begini tapi masih tetap imut dan cantik kan?" jawab Chloe sambil mengedipkan sebelah matanya.
Jaeden yang melihat hanya tersenyum sambil mengelus kepala Chloe dengan sayang. "Dasar penggoda."
.
.
.