PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
POSISI ANEH



Di markas SINALOA.


"Brengsek! Siapa Gadis itu sebenarnya? Kenapa informasi itu salah?" Marah nya sambil memukul meja dengan kepalan tangan nya.


"Aku harus menghubungi Tuan Aries, mengatakan jika Gadis itu bukan Gadis biasa," gumam nya dan mengambil ponsel nya.


Tut...Tut...Tut....


Ponsel Aries berdering. Di lihat nya Gusman menghubungi nya.


"Ada apa Tuan Gusman?" tanya Aries


"Maaf Tuan mengganggu. Oh ya, saya hanya ingin menyampaikan tentang Gadis yang anda minta untuk di bunuh."


"Apakah Anda sudah berhasil membunuhnya?" tanya Aries penasaran.


"Belum Tuan, bahkan melukai nya sedikit pun saya belum bisa," jelas Gusman.


"Lalu kenapa kau menghubungi jika kau belum membunuh nya? Bukan kah aku meminta mu untuk membunuh nya secepatnya. Dia hanya Gadis biasa, apakan kau juga tidak memiliki kekuatan untuk membunuh gadis sialan itu?" kesal Aries saat mengingat Chloe.


"Bukan masalah saya tidak bisa membunuh Gadis itu Tuan, hanya saja dia ternyata memiliki kekuatan di belakang nya. Dan saya rasa gadis itu bukanlah gadis biasa." jelas Gusman.


"Maksud mu?" tanya Aries mengerutkan kening.


"Saya sudah mengirimkan Anak buah saya untuk membunuh Gadis itu, tapi yang ada bukan nya Gadis itu mati melainkan Anak buah saya yang mati."


Brak...


"Apa?!!" Aries menggebrak meja seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan Gusman pada nya.


"Semua itu benar ada nya Tuan, anak buah saya yang mengintai mengatakan itu, jika Gadis itu bukan lah gadis biasa, dan dia memiliki bawahan yang lebih kuat dari saya," jelas Gusman.


Mendengar itu, Aries berpikir keras. "Jika apa yang di katakan Gusman itu benar, bahwa gadis itu bukan gadis biasa, bagaimana selanjutnya? Mungkin kah Gadis itu akan membunuh kami semua?" batinnya.


"Tuan Gusman, saya minta secepatnya anda membunuh Gadis itu. Saya tidak ingin gadis itu datang kepada ku dan keluargaku. Aku tidak ingin dia membunuh kami," perintahnya dengan ketakutan, takut jika Chloe datang mengambil nyawa nya.


"Baik Tuan, akan saya urus. Anda tenang saja, saya pasti akan membereskan Gadis itu untuk anda," jawab Gusman meyakinkan, namun dalam hati dia merasa ragu dapat membunuh Chloe dengan mudah


"Baiklah, semua nya aku serahkan kepada anda."


"Baik Tuan Aries," jawab Gusman dan menutup panggilan.


.


.


Chloe yang melihat Jaeden hanya memakai handuk yang melilit di pinggang, wajah nya bersemu merah dan menelan ludah dengan kasar. "Kenapa pemandangan ini begitu indah," batinnya ingin menyentuh dada bidang penuh dengan roti sobek itu.


Jaeden yang melihat hanya menaikkan sebelah alisnya, "Princess, ada apa dengan mu? Kenapa air liur mu menetes?"


Chloe yang mendengar langsung mengelap bibir nya dengan cepat, namun semua itu hanya omong kosong dan ternyata tidak ada air liur di bibir nya. Chloe yang merasa di bohongi menatap tajam Jaeden. "Briaaan!!!" Marah nya dan langsung mengejar Jaeden


Jaeden yang melihat berlari menghindari kemarahan Chloe, berputar putar di dalam kontrakan sempit itu.


Namun saat mengejar Jaeden, kaki Chloe tiba tiba tersangkut dan akhirnya jatuh. Jaeden yang melihat Chloe akan jatuh dengan cepat menarik tubuh itu agar tidak jatuh kelantai dan membuat tubuh nya menjadi pelindung.


Buk...


Argh! Jaeden terjatuh ke lantai dengan Chloe berada di atas tubuh nya.


"Bri!" Seru Chloe.


"Aku tidak apa-apa," jawab Jaeden sambil meringis.


Chloe yang melihat tentu saja tahu jika itu pasti sangat sakit. "Jangan berlagak kuat, aku tahu pasti itu sangat sakit," jawab nya dengan wajah kesal, namun masih tetap berada di atas tubuh Jaeden.


Jaeden tersenyum melihat itu, dia memeluk pinggang ramping Chloe yang berada di atas nya. "Aku sungguh tidak kenapa-napa," jawab Jaeden dan malah dapatkan pukulan kecil di dada nya.


"Jangan berbohong," kesal nya


"Aku tidak berbohong," jawab nya sambil menatap mata Chloe dalam-dalam.


Chloe yang di tatap balas menatap, dan kini kedua nya saling bertatapan. Jaeden beralih menatap bibir ranum itu, perlahan tangan nya bergerak ke tengkuk leher Chloe menuntunnya untuk mendekat. Chloe yang terhipnotis dengan itu semua malah dengan sendirinya mendekatkan wajah nya ingin mencium Jaeden, merasakan bibir indah itu.


Posisi kedua nya begitu intim, Chloe berada di atas tubuh Jaeden yang hanya setengah telanjan*g dengan lilitan handuk yang sudah terlepas karena menolong Chloe barusan.


Kedua nya sama sama tidak menyadari jika posisi tubuh mereka begitu intim. Sedangkan Chloe malam menikmati tubuh nya yang berada di atas Jaeden. Tangan nya menempel di dada bidang itu, sedangkan bibir nya perlahan mendekat dan akhirnya saling bersentuhan.


.


.


.