
Setelah membunuh dua orang itu, dia mengeledah tubuh mayat itu untuk mencari sesuatu, berharap dia menemukan petunjuk dari mana dua orang itu berasal.
"Ketemu. Ternyata hanya Geng sampah saja, tapi berani mengusik Yang Mulia Putri. Kalian bawa mayat itu dan kirim ke markas Geng Joker. Tulis ancaman untuk nya agar semua nya keluar," perintahnya kepada rekan nya yang sembunyi.
"Baik," jawab mereka.
"Aku yakin mereka akan marah melihat dua anak buah nya mati, dan mereka akan mengirim beberapa lagi. Kita akan bermain dengan sampah sampah itu,"
"Baik Bos," jawab mereka semua pada ketua kelompok itu.
Dua orang dari mereka, mengirimkan dua mayat itu ke Markas Geng Joker dengan sebuah tulisan yang mereka letakkan di atas tubuh mereka.
***Dasar lemah. Jika kalian punya nyali, jangan hanya mengirimkan dua begundal sampah ini. Kirim banyak sampah sampah lain untuk membunuh ku. Aku tunggu kedatangan kalian.
Cih! Sampah tidak berguna***.
Itulah bunyi surat yang mereka kirim untuk menghina Ketua Geng Joker.
Setelah mengirim dua mayat itu beserta surat menghinakan itu. Dua anak buah Chloe langsung meninggalkan tempat itu. Dan tak berselang lama keduanya pergi, anggota Geng Joker melihat dua mayat tergeletak tak jauh dari Markas mereka.
"Siapa yang melakukan ini? Kurang ajar! Kita harus segera melaporkan kepada Bos kita," seru nya dan di angguki rekan nya.
Mereka pun membawa dua mayat itu masuk kedalam markas untuk di tunjukkan kepada Bos mereka.
Sesampainya di depan Bos mereka. Ketua Geng itu yang melihat langsung arah, apalagi saat membaca surat penghinaan itu.
"Kurang ajar! Berani nya dia menghina Geng Joker Ku. Kita harus membunuh Gadis itu," marah nya dengan menatap tajam ke arah depan.
"Bos, seperti nya Gadis yang hendak kita bunuh itu bukanlah gadis biasa Bos. Dia benar benar pandai ilmu beladiri. Di lihat dari tubuh mereka berdua, aku yakin mereka di hajar habis habisan dan setelah itu di bunuh dengan sebuah tembakan. Itu sudah jelas bahwa gadis itu juga memiliki senjata," jelas seorang anak buah nya
"Ya, kau benar. Tapi aku tidak ingin Gadis itu hidup. Jika dia sudah mengirimkan dua orang anak buah ku tempat ini dan berani menghina ku dengan surat penghinaan itu, dia harus mati. Mati di tangan ku, karena berani menyinggung ku." jelas nya dengan marah.
"Kirim beberapa orang lagi untuk membunuh gadis itu, jangan hanya dua orang. Jika perlu 10 orang. Aku yakin gadis itu pasti tidak akan berkutik melawan anak buah ku yang berjumlah lebih dari dua," perintahnya.
"Baik Bos," jawab anak buah nya itu dan langsung memerintahkan 10 anggota untuk pergi membunuh Chloe.
Ketua Geng Joker tertawa keras, dia berpikir Chloe akan mati di tangan 10 anak buah nya itu. Tapi pemikirannya salah, mungkin mereka lah yang akan mati di tangan anak buah Chloe.
.
.
Sedangkan Chloe yang tidak tahu apa-apa masih santai berjualan sate bersama Jaeden dan Ibu Meli serta di temani Aldirch dan Daffin.
Sejenak saat dia mengantarkan pesanan, telinga seperti mendengar sesuatu. Sesuatu yang tak asing, yang tak lain adalah sebuah tembakan.
Chloe mendekati Aldirch, "Al, apa kau mendengar sesuatu?" tanya Chloe.
"Mendengar apa? Tidak! Telinga ku tidak mendengar sesuatu," jawab nya santai sambil membersihkan meja untuk pelanggan.
"Telinga mu itu memang budek, jadi tidak berguna aku ngomong dengan mu," kesal nya dan pergi
Aldirch yang melihat Chloe kesal pada nya hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Ada apa dengan nya? Aku kan berbicara jujur, kenapa dia marah? Lagi PMS kali ya?" gumam Aldirch dan melanjutkan pekerjaan nya.
Daffin yang melihat Chloe susah pergi dengan wajah kesal nya, kini menghampiri Aldirch. "Ada apa dengan nya?"
Daffin mengangguk kan kepala nya, "Jika marah seperti itu harus pawang nya yang menghibur, pasti langsung luluh dan tidak marah lagi."
"Pawang gundul mu peang. Kamu pikir Princess ular apa? Pake pawang-pawangan segala," pukul Aldirch di kepala Daffin.
"Aduh! Kau itu tidak sopan. Dasar adik durjana," kesal nya pada Aldirch yang tidak menghormati nya.
Aldirch tidak menyahuti lagi, dia pergi masuk setelah pekerjaannya selesai. Daffin yang melihat sikap Aldirch yang menyebalkan mengerutu dan menyumpahi nya dengan sumpah serapah.
.
.
Sedangkan Jaeden yang sedang mengipas sate, sebenarnya juga mendengar suara tembakan itu. Tapi dia hanya diam, dia berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi di tempat yang tak jauh dari warung itu.
..
..
Di tempat anak buah Chloe, ketua yang mengetuai kelompok itu bertanya, "Apa sudah kalian kirim mayat mayat itu?"
"Sudah Kak, dan aku juga menulis surat penghinaan itu," jawab nya
"Bagus. Aku yakin mereka tidak lama lagi akan datang untuk mengantarkan nyawa. Dasar orang orang bodoh. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mereka lawan itu. Mencari mati saja," kesal nya saat ada beberapabegundal smapah yang ingin bermain-main dengan Tuan nya.
"Oh ya, jangan sampai Nona tahu kejadian ini. Aku tidak mau Nona ikut terlibat dalam masalah ini. Karena hanya begundal sampah seperti itu tidak pantas untuk Nona hadapi dan kita juga masih bisa untuk mengatasi nya," jelas nya.
"Baik Kak," jawab mereka semua mengangguk.
"Memang benar apa yang di katakan kak ketua. Nona memang tidak pantas untuk menangani masalah ini."
"Baik, kita tunggu kedatangan mereka. Aku sudah tidak sabar menghajar sampah-sampah itu,"
"Benar, hajar saja mereka. Jika perlu hancurkan Geng sampah itu," saut mereka semua.
.
.
Sedangkan 10 orang yang di perintahkan Ketua Geng Joker kini sudah ada di perjalanan menuju warung Chloe untuk mengantarkan nyawa.
"Setelah sampai kita langsung saja membunuh nya. Jangan terlalu lama dalam bertindak, takut ada yang mengetahui nya nanti," jelas orang yang mengetuai kelompok itu.
"Baik," jawab mereka semua.
Tak berselang lama 10 orang itu akhirnya sampai di tempat tujuan. Mereka mengintai di tempat yang sepi.
"Pesan lah satu makanan untuk mengantarkan kemari. Minta gadis itu yang harus mengantarkan nya," perintah Ketua kelompok.
"Baik," jawab nya langsung mengambil Handphone nya dalam saku. Namun sebelum itu terjadi, beberapa Anak buah Chloe datang dan berdiri di belakang mereka memegang bahu seorang yang berdiri paling belakang.
"Apa yang akan kalian lakukan disini?" tanya Seorang anak buah Chloe dengan menampilkan wajah mengerikannya.
Mendengar suara asing itu, semuanya langsung menoleh ke arah sumber suara. Di lihat nya beberapa orang berdiri di belakang mereka dengan mengelus kepalan tangan nya sambil menampilkan wajah mengerikannya, siap untuk menghajar mereka semua.