
Setelah sampai di rumah sakit, Jaeden langsung di bawa oleh keruang operasi untuk pengangkatan peluru yang ada di dada nya.
Sebelum itu dia meminta suster untuk menghubungi Meli untuk datang kerumah sakit, mengatakan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.
Meli yang mendapatkan pemberitahuan itu langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan menemani Jaeden yang sedang terluka.
Sesampainya disana, Jaeden masih di ruang operasi, Meli menunggu sambil mondar-mandir di dekan ruangan itu. Cukup lama menunggu, Dokter pun keluar. Melihat itu Meli langsung menghampiri Dokter itu.
"Bagaimana keadaan putra saya Dok?" tanya Meli tentang ke adaan putra asuh nya.
"Apakah anda ibu dari pasien?" tanya Dokter dan di angguki Meli.
"Benar Dok."
"Pasien baik baik saja Nyonya, luka nya tidak tidak terlalu dalam. Dan juga hanya ada beberapa luka goresan ringan. Saya sudah menangani nya. Jadi anda tidak perlu khawatir."
"Oh, syukurlah," jawab Meli merasa lega.
Tak berselang lama Jaeden di bawa oleh suster ke ruang perawatan. Meli meminta kamar VVIP untuk Tuan muda nya itu, karena ia ingin Jaeden mendapatkan perawatan yang terbaik untuk kesembuhan nya.
Meli menemani Jaeden di ruangan itu, menatap wajah tampan yang sedang memejamkan mata. "Baru kali ini anda begitu mencintai wanita sampai rela seperti ini Tuan Muda," gumam Meli sambil mengelus kepala Jaeden dengan lembut.
.
.
Sedangkan Chloe yang berada di Negara N entah kenapa begitu cemas. Dia mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor Jaeden.
Meli yang melihat ponsel Jaeden berdering langsung mengangkat nya saat tahu siapa yang menghubungi.
"Hallo Chloe," jawab Meli
"Oh, ibu ya. Em, Brian mana Bu?" tanya Chleo.
"Tu, eh maksud ku Brian sedang ada di rumah sakit Chloe," jelas Meli.
"Rumah sakit! Memang kenapa dia Bu?"
"Terluka! Bagaimana bisa Bu?" Chloe seperti tidak menyangka jika Jaeden akan terluka. Mungkin ini karena dia? Atau orang yang ingin membunuh nya namun salah sasaran?
"Terus keadaan nya bagaimana Bu?"
"Dia baik baik saja. Tadi habis operasi dan sekarang masih tidur karena efek bius nya."
"Baiklah. Em oh iya Bu, jika nanti dia sudah siuman tolong hubungi saya ya Bu, saya ingin berbicara dengan nya."
"Ya, jika dia sudah siuman ibu akan menghubungi mu," jawab Meli.
Setelah itu panggilan pun berakhir. Chloe yang mengetahui Jaeden terluka merasa gelisah, dia mondar mandir di kamar nya.
"Mungkin dia terluka karena aku," gumam Chloe, dan mengambil ponsel nya, menghubungi seseorang.
"Hallo Tuan putri, ada yang bisa saya bantu?" tanya orang itu di seberang telepon.
"Bisakah kau mencari tahu, siapa yang melakukan penyerangan terhadap Brian di Negara K!"
"Baik Tuan Putri akan saya cari tahu siapa orang nya," jawab orang itu.
Setelah mengatakan dan meminta bantuan orang itu, Chloe memutus panggilan. Dan berdiam sambil menunggu informasi dari orang itu tentang siapa pelaku yang melukai Jaeden.
Setelah cukup lama menunggu, orang yang di minta itu menghubungi dan mengabarkan bahwa pelaku yang melukai Jaeden adalah anak buah Mafia SINALOA. Mendengar itu Chloe benar benar marah karena mafia Abal Abal itu berani menyerang orang nya. Dia tidak akan melepaskan Kelompok Mafia itu dan akan menghancurkan kelompok tak tahu diri karena berani menganggu orang yang di inginkan nya.
Maaf ya Autor ga bisa Up hari ini di karenakan sibuk buat acara besok. untuk besok pun Autor entah bisa up atau tidak.
Jadi tolong di maklumi.🙏🙏🙏🙏
.
.
.