
Pertarungan dua Mafia itu terbilang cukup sengit, Aries dan yang lainnya yang saat ini sedang menonton pertarungan itu sedikit was-was, apalagi saat melihat kelompok Chloe yang lebih mendominasi di pertarungan itu.
"Ris, sepertinya kelompok wanita itu yang lebih unggul! Lebih baik kabur, sebelum wanita itu berhasil mengalahkan Gusman," Ucap Harond.
"Ya, kau benar. Lebih baik kita cepat pergi dari tempat ini. Gusman sangat payah."
Mereka semua pun pergi dengan cepat, berharap tidak ada yang melihat nya. Namun pemikiran mereka salah, ada seorang anak buah Chloe yang melihat kepergian mereka. Dengan cepat dia meminta rekan nya yang berhasil membunuh anak buah Gusman langsung menyusul Harond dan Aries yang melarikan diri.
Sedangkan di pertarungan Gusman dan Chloe, Chloe menendang tubuh itu hingga tersungkur.
Bugh....
Gusman terjatuh dengan ke adaan terluka. Dari pertarungan nya tadi dia banyak mengalami luka karena Chloe menggunakan senjata tajam nya untuk mengalahkan Gusman, sedangkan Gusman sendiri tidak mempersiapkan semua nya karena serangan dadakan itu.
Dan saat ini dia menatap Chloe yang berjalan ke arah nya dengan wajah dingin nya. Gusman melihat gadis cantik itu, seolah seperti berubah menjadi malaikat mencabut nyawa yang siap mengambil nyawanya.
"Se-sebenarnya siapa kau?" tanya Gusman ingin tahu. Ia berpikir, jika Chloe hanya Gadis biasa yang sama sekali tidak memiliki kekuatan, lalu kenapa ia memiliki banyak pasukan. Dan hal itu di pastikan bahwa gadis di depannya memanglah bukan orang biasa.
Chloe tidak menjawab, namun kaki nya malah menendang tubuh itu.
Bugh....
Bugh....
Bugh....
"Hanya kelompok kecil saja berani melawan ku!" seru Chloe menatap tajam.
Gusman yang di hajar habis habisan oleh Chloe kini tidak berdaya. Tubuh nya lemas tidak memiliki tenaga. Bagaimana tidak! Banyak darah keluar dari tubuhnya karena goresan-goresan benda tajam di tubuhnya.
Chloe mengangkat senjata nya, siap menembakkan peluru itu ke kepala Gusman. Namun sebelum Chloe menarik pelatuknya, suara seseorang menghentikan nya.
"Tuan putri!" panggil nya dengan keras.
Chloe yang di panggil langsung menoleh ke arah anak buah nya. Di lihatnya beberapa anak buahnya menyeret paksa Keluarga Koch dan Johnson.
"Lepaskan kami," ronta mereka semua.
Chloe yang melihat menyipitkan mata, kenapa anak buahnya menarik paksa mereka?
Sesampainya di depan mereka, Anak buah nya langsung melaporkan apa yang terjadi.
"Oh, jadi kalian bermaksud kabur begitu?" tanya Chloe menghampiri mereka yang saat ini sedang di tahan oleh anak buah nya.
Plak...
Plak...
Plak...
Plak...
Chloe menampar mereka satu persatu dengan keras. Mereka berenam yang merasakan tamparan itu menatap tajam penuh permusuhan.
Argh...!! Rintihnya kesakitan karena Chloe menjambak nya terlalu keras.
"Lepaskan Elice," teriak Alvin menatap Chloe marah.
Chloe yang mendengar langsung melihat ke arah Alvin. "Cih, melepaskan nya! Enak saja. Aku bukan orang yang mudah untuk menuruti permintaan konyol orang lain."
"Apakah kau belum puas membuat kami menderita?" tanya Alvin
"Puas? Hahahahah... Sebelum kalian semua mati, aku tidak akan puas!" jawab Chloe mantap tajam.
"Dasar Gadis gila!" marah Alvin.
"Tutup mulut mu! Jangan kau berani menghina nya bajingan!" marah Jaeden menghampiri mereka. Dia menodongkan senjata nya tepat di kepala Alvin.
Alvin yang melihat senjata itu menempel di keningnya menelan ludah, takut.
"Turunkan senjata mu, kau menakuti nya," perintah Chloe dengan nada berbeda, sedikit lembut dari sebelum nya saat berbicara dengan dua keluarga menyebalkan itu.
"Alvin sayang! Sekarang kau tahu siapa aku kan? Aku ini memang gadis gila. Setelah kau tahu siapa diri ku, apa kau masih mau mengejar ku?" tanya Chloe berdiri di depan Alvin dan mengelus pipi itu dengan pisau runcing.
Alvin yang melihat nada dan tatapan itu sungguh bergidik ngeri, ia seperti menatap Psikopat yang ingin mencincang tubuhnya.
"Chloe, jauhkan benda ini," pinta Alvin dengan nada sedikit bergetar.
"Kenapa? Apa kau takut?" tanya Chloe malah membuat Alvin dan lainnya bergidik ngeri.
Melihat wajah mereka yang sudah pias, Chloe tertawa keras, tertawa begitu menakutkan, seperti layaknya seorang wanita gila.
Hahahahha......
Tawa Chloe keras dan dia duduk di kursi yang disiapkan oleh anak buah nya.
"Bawa mereka semua kemari," perintahnya dengan wajah kembali dingin.
Anak buah Chloe pun mendorong mereka hingga bersimpuh di depan Chloe.
"Memohon lah, agar aku mengampuni kalian!" perintahnya layak nya seorang Raja.
Semuanya mendongak termasuk Gusman, pikirnya jika mereka memohon apakah wanita ini akan melepaskan dan memaafkan mereka. Namun sebelum ada yang berbicara. Elice yang mendengar perintah itu menatap tajam dengan mata memerah karena marah.
"Sampai mati pun aku tidak akan sudi memohon kepada mu wanita jala*ng!" jawab Elice dengan nada keras. Semua yang mendengar langsung menoleh ke arah Elice yang nampak berani.
"Apakah kau gila Elice? Kenapa kau berbicara seperti itu?" bentak Aries dengan keras. Saat ini yang ada di pikiran nya, bagaimana caranya Chloe mau mengampuni mereka, bukan malah memprovokasi nya. "Dasar anak sialan!" Batin Aries merutuki kebodohan putri nya.
Chloe yang mendengar itu langsung mengangkat tangan nya yang sedang memegang pistol, menembakkan peluru itu.
Dooor....
Argh!