
Samuel yang mendapatkan perintah itu langsung menjalankan tugasnya, menghubungi kedua Asisten dari dua perusahaan itu menawarkan akan membantu perusahaan yang di ambang kebangkrutan itu.
Samuel mengatakan perusahaan TYREND Crop's akan membantu jika mereka menyetujui syarat yang akan dia buat nanti atas nama Tuan nya. Jika mereka menolak terpaksa perusahaan yang besar itu akan menjadi bangunan kosong yang menjulang tinggi saja.
Kedua Asisten itu langsung menghubungi Tuan mereka masing-masing tentang Samuel yang akan membantu perusahaan Tuan nya.
Setelah kedua Asisten itu menghubungi Tuan mereka masing-masing, mereka berdua langsung pergi ke kantor. Samuel tidak datang ke dua perusahaan itu. Dia hanya mengirimkan sebuah Vidio tentang syarat yang dia berikan. Jika mereka menyanggupi, dia akan langsung datang ke Negara K untuk menemui mereka berdua.
Harond dan Aries yang mendapatkan panggilan Asisten mereka masing-masing, langsung datang. Dan saat ini mereka berdua sedang berada di depan komputer mereka masing-masing untuk melihat isi Vidio yang di kirim oleh Samuel.
Harond dan Aries yang melihat dan mendengar syarat yang di berikan Samuel diam, berpikir tentang apakah akan menyetujui syarat itu atau tidak untuk menyelamatkan perusahaan nya.
Jika mereka berdua menolak syarat itu, bagaimana dengan nasib semua karyawan dan dirinya? Jika mereka berdua menyetujui syarat itu, mereka sudah tidak ada hak atas perusahaan itu, dan dia hanya akan menjadi pekerja di perusahaan yang dia bangun sendiri.
"Menurut mu apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menyetujui syarat itu agar perusahaan ini selamat?" tanya. Harond pada Asistennya.
"Menurut saya lebih baik anda menyetujui Tuan, karena jika anda menyetujui anda juga tidak akan rugi. Selain anda bisa menyelematkan Perusahaan ini, anda masih tetap menjabat sebagai direktur perusahaan. Mereka mempercayakan nya kepada anda untuk mengelolanya walaupun anda bukanlah pemilik perusahaan ini lagi. Dan orang di luar pun masih tetap mengira jika anda masih lah Presdir di perusahaan ini," jelas Asisten nya.
Harond yang mendengar menganggukkan kepala tanda dia menyetujui ucapan Asisten nya. "Ya, kau benar. Baiklah, kamu langsung hubungi Asisten perusahaan TYREND Crop's itu, katakan kepada nya bahwa aku menyetujui syarat nya untuk menjual perusahaan ku," perintah nya.
"Baik Tuan," jawab Asisten nya.
Asisten itu pun langsung pamit dari ruangan Harond dan menghubungi Samuel.
"Hallo Yuan," sapa Asisten Harond.
"Bagaimana?" tanya Samuel langsung.
"Dia sudah menyetujui syarat itu Tuan."
"Bagus! Ternyata kau benar benar melakukan nya. Aku akan memberikan apapun yang kau mau, jika dia berhasil menandatangi surat penjualan perusahaan itu."
"Saya akan berusaha untuk terus membujuk agar Harond menjual perusahaan ini Tuan. Dan untuk apa yang ku minta nanti, terimakasih banyak Tuan."
"Em, kalau begitu aku tutup dulu."
"Baik Tuan," jawab Asisten itu.
Setelah Samuel menutup panggilan, Asisten itu tersenyum jahat, "Jika aku berhasil melakukan nya, aku akan menjadi orang kaya. Aku akan memiliki perusahaan ku sendiri walaupun tidak besar. Hahahaha .......Dasar Harond bodoh, selama ini aku selalu menyembunyikan perusahaan yang ku bangun sendiri. Namun karena masalah dana aku belum bisa menjalankan perusahaan ku sendiri. Dan sekarang aku sudah mendapatkan dukungan dan dana dari Tuan Samuel, dan aku akan langsung bisa menjalan kan perusahaan ku sendiri."
.
.
Sedangkan Samuel yang baru saja berbicara dengan Asisten Harond juga tersenyum remeh. "Dasar bodoh! Siapa juga yang akan mendukung dan memberikan dana besar kepada mu. Kau itu hanya ku peralat agar Harond mau menjual perusahaannya. Jika keinginan ku terwujud, aku akan membunuh mu juga, sama seperti Harond yang harus mati di tangan Tuan putri."
.
.
Dua hari kemudian, Samuel dengan dua orang anak buah nya datang ke Negara K untuk menjalankan tugas nya. Mereka bertiga langsung di sambut oleh Harond dan Asisten nya saat sampai di perusahaan JN's Group.
"Silahkan masuk Tuan-tuan," Haron mempersilahkan mereka masuk kedalam ruangan nya.
Samuel dan dua orang yang menemani nya mengangguk, duduk di sofa yang ada di ruangan itu, menyilangkan kaki nya sambil menatap Harond dan Asisten itu.
"Melihat wajah mereka saja aku langsung ingin menembak kepala mereka," batin Samuel.
Karena Samuel masih memiliki janji dengan Perusahaan KC Group, Samuel pun membuka suara, "Ehem, kita langsung saja pada intinya."
Samuel pun memulai pembicaraan nya tentang ingin membeli perusahaan Harond, dan mengatakan tentang Harond yang masih bisa menjabat sebagai direktur utama di perusahaan itu. Mendengar itu Harond langsung tergiur. Apalagi mendengar harga pembelian perusahaan nya yang menurutnya begitu fantastis. Namun tidak bagi Samuel. Harga yang di berikan nya menurut nya adalah harga terendah.
"Bagaimana?" tanya Samuel.
"Em, baiklah. Saya menyetujui nya, dan saya akan menjual perusahaan ini kepada anda," jawab Harond
"Baiklah, karena anda sudah menyetujui nya silahkan anda tanda tangani berkas ini," anak buah Samuel memberikan sebuah berkas di depan Harond.
Harond pun yang melihat langsung menandatangi nya tanpa ragu. Sedangkan Samuel yang melihat tersenyum senang karena niat nya akhir nya terwujud. Dan setelah membuat Harond menjual Perusahaan itu, dia akan berpindah ketempat KC Group, perusahaan milik Aries Koch untuk melakukan hal sama.
.
.
.