
Chloe terus saja berpikir sambil memperhatikan Jaeden yang menyerang orang itu.
Door.....
Door.....
Door.....
Argh! Teriakan orang itu saat mendapatkan tembakan di perut.
Jaeden yang melihat orang itu sudah terluka melepas Chloe yang ada di dekapan nya, dan berjalan menghampiri orang yang sedang terkapar dengan luka di perutnya.
"Berani sekali kau ingin menyerang wanita ku!"
Jaeden menatap dengan pandangan tajam dan dingin, Chloe yang berada di belakang nya hanya diam memperhatikan. Sedangkan orang yang saat ini di depan Jaeden tubuh nya sudah bergetar melihat tatapan itu.
Jaeden menodongkan senjata nya dan langsung menembak orang itu tanpa belas kasih.
Door...
Door...
Beberapa peluru melesat ke tubuh orang itu hingga darah mengalir ke tanah. Setelah membunuh orang itu, Jaeden berbalik badan, di lihat nya Chloe masih memperhatikan nya.
"Sial! Mungkinkah dia akan curiga dengan ku?" batin Jaeden saat melihat pandangan mata Chloe.
Dengan perlahan Jaeden berjalan menghampiri Chloe yang masih terus memperhatikan nya dengan pandangan rumit. Saat di depan nya, Jaeden hanya menampilkan senyum manis nya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan Chloe yang melihat hanya menaikkan satu alis nya melihat tingkah Jaeden.
"Em, apa lebih baik kita juga bantu mereka?" tanya Jaeden sambil melihat ke arah banyak orang yang bertarung.
"Mereka bisa mengatasi nya. Lebih baik kita menonton saja," Jawab nya dan duduk di atas motor.
Jaeden yang melihat juga langsung duduk di atas motor memperhatikan orang-orang itu bertarung. Chloe yang berada di belakang Jaeden menyandarkan kepala nya, menonton pertarungan anak buah nya dan musuh yang menghadang nya.
Di pertarungan.
Anak buah Chloe menghajar habis habisan beberapa orang itu, hingga hampir semua nya mati.
Salah seorang yaitu Ketua nya kini sedang terluka parah akibat terkena tembakan, dan kini sedang berada dalam ancaman Ketua bayangan.
"Siapa yang memerintah mu?" tanya ketua bayangan mencengkram dagu orang itu dengan kuat.
"Cih! Aku tidak akan mengatakan, walaupun kau membunuh ku, aku tetap tidak akan mengatakan," jawab dengan pandangan menghina.
"Dasar kerasa kepala."
Plak.....
Ketua bayangan itu menampar keras wajah orang itu hingga terhuyung dan bibir nya robek.
"Kenapa tidak kau bunuh saja? Membuang-buang waktu saja," seru Chloe yang santai sambil menyandarkan kepala nya.
Ketua bayangan itu menoleh ke arah Chloe dan mengangguk, "Baik Nona."
Ketua bayangan itu mengambil pistol nya dan langsung menembak kepala orang itu hingga mati mengenaskan.
"Buang mayat-mayat ini ke hutan, dan cari tahu dari mana asal bajingan-bajingan ini."
"Baik ketua," jawab semua serempak.
Setelah memerintahkan anak buah nya untuk membuang mayat-mayat itu, Ketua itu memberi hormat dan pergi meninggalkan Jaeden dan Chloe.
Di markas Mafia SINALOA, anak buah Gusman yang mengawasi pertarungan tadi kini sedang melaporkan sesuatu yang di lihat nya lewat ponsel.
"Bos, seluruh anggota yang anda kirim untuk membunuh Gadis itu semua mati Bos."
"Apa? Mati! Bagaimana bisa?" tanya Gusman tidak percaya bahwa anak buah yang di latihnya mati semua di tangan gadis ingusan itu.
"Semua nya di bunuh Bos. Dan untuk gadis itu sepertinya bukan gadis biasa Bos jika di lihat dari beberapa bawahan yang membunuh anggota kita," jelas Orang itu
"Maksud mu?" tanya Gusman mengernyitkan alis tanda di tidak mengerti.
"Gadis itu ternyata memiliki bawahan yang handal bos, bahkan juga memiliki Senjata."
"Kurang ajar! Apakah informasi yang kita dapat salah?" marah Gusman sambil mengepalkan Tangan.
"Seperti nya iya Bos. Tapi untuk menyelidiki nya seperti nya sangat susah."
"Baiklah, sekarang kembali lah. Kita akan susun rencana ulang untuk membunuh gadis itu," perintahnya
"Baik Bos," jawab nya dan memutus panggilan.
Anak buah Gusman pun pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Gusman yang mendapatkan laporan itu benar benar marah saat tahu jika Gadis yang hendak di bunuh nya ternyata juga memiliki kekuatan di belakang nya.
.
.
Sedangkan Chloe dan Jaeden kini telah sampai di kontrakan. Chloe turun dari motor dan berdiri menatap Jaeden.
"Masuklah," perintah Jaeden sambil mengelus kepala Chloe lembut.
"Kamu tidak mampir?"
"Tidak! Aku harus pulang dan membersihkan tubuh ku," jawab Jaeden melihat Chloe tang sepertinya kecewa.
Chloe menunduk, enggan untuk memperbolehkan Jaeden pulang. Melihat itu Jaeden menjadi tidak tega, dia menghela napas berat.
"Hah ...Baiklah, ayo kita masuk," Chloe yang mendengar langsung menatap Jaeden dengan binar.
"Benarkah kamu mampir?"
"Tentu saja, aku tidak tega melihat kelinci ini merajuk," jawab nya sambil mencubit hidung mancung Chloe.
"Siapa yang kelinci?" kesal cemberut dan bersedekap dada.
"Hahaha.....Jangan marah, kau bertambah cantik jika cemberut seperti itu," bisik nya di telinga Chloe.
Chloe yang mendengar pipinya langsung bersemu merah.
Blush!!!
"Kau!!" Chloe langsung berlari masuk lebih dulu kedalam Kontrakan meninggalkan Jaeden yang tersenyum kecil.
.
.
.
...________________...