PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
GAGAL



"Turunlah," perintahnya. Namun Chloe tetap tidak mau, dia menggelengkan kepala nya.


Hah....


Jaeden menghela nafas karena Chloe benar benar manja kepada nya. Padahal jika di pikir Tidak seharusnya Chloe seperti itu. Mereka bukanlah kekasih, tapi Chloe bertingkah layak nya kekasih yang sangat merindukan kekasih nya.


Padahal selama menjadi Kekasih Alvin, Chloe tidak pernah sekalipun bertingkah seperti itu. Hanya kepada Jaeden lah dia bertingkah berani.


Jaeden pun duduk di kursi dan Chloe berada dalam pangkuannya, "Princess," panggil nya lembut.


"Em," jawab nya masih dengan wajah di reruk leher Jaeden.


"Apakah tetap akan seperti ini?"


"Apa?" Tanya Chloe malam menghirup wangi tubuh Jaeden yang menurutnya menyenangkan.


Jaeden yang tahu jika Chloe sedang mengendus leher nya tersenyum kecil, terkekeh dengan apa yang di lakukan Calon istrinya kelak itu. "Apakah kau akan tetap berada dalam pangkuan ku? Aku haus Princess."


Eh...Chloe langsung menatap Jaeden, melepas aroma wangi yang menenangkan itu. "Chloe melihat ke bawah, dan ternyata benar dia berada di pangkuan Jaeden.


Dengan buru-buru Chloe langsung turun dari pangkuan Jaeden, "Ehem...Kenapa tidak bilang dari tadi?" kesal nya sambil cemberut. Jaeden yang melihat menahan tawa, dia tahu jika Chloe salah tingkah dengan perbuatan nya sendiri.


"Aku haus."


"Kau haus? Akan ku ambil kan minum. Air dingin atau yang lainnya?"


"Air dingin saja," jawab Jaeden yang matanya masih menatap Chloe.


"Baiklah," Jawab Chloe dan pergi ke dapur dengan jalan tergesa-gesa karena sebenarnya dia sungguh sangat sangat lah malu dengan apa yang dia lakukan tadi.


Jaeden yang melihat langkah kaki Chloe yang tergesa-gesa pergi ke dapur terkekeh kecil sambil menggelengkan kepala. "Dasar."


Di dapur, Chloe memukul wajah nya sendiri mengingat apa yang di lakukan nya kepada Jaeden karena dia sangat sangatlah merindukan orang itu. "Dasar gadis gila, mesum. Kenapa kau bertingkah seperti itu? Memalukan!" Gumam nya pada diri sendiri.


"Huh, kau tidak boleh bertingkah seperti itu lagi," Gumam nya lagi sambil membawa Minuman dingin di tangan nya sebelum keluar dari dapur.


Chloe berjalan dengan pelan, dia otak nya di mengusir pikiran yang menginginkan Jaeden.


"Dia tampan ya Chloe?" tanya Sisi iblis nya dan Chloe mengangguk saat mata itu melihat Jaeden duduk di kursi dengan tubuh gagah nya.


"Kendalikan diri mu Chloe! Kamu ini wanita, jangan bertingkah yang memalukan," Sisi Malaikat berbicara.


"Ya, aku tidak boleh bertingkah memalukan," Gumam nya pelan.


"Tapi itu tidak boleh di sia-siakan. Kontrakan ini hanya ada kalian berdua, bukankah sebelum nya kau ingin menghabisinya? Nah ini kesempatan mu. Dia harus bertanggung jawab karena pergi meninggalkan mu terlalu lama," Sisi iblis berkata lagi.


Mendengar sisi iblis nya berbicara, Chloe tersenyum. Otak nya berkelana yang tidak tidak.


"Jangan! Jangan lakukan itu. Kau harus bisa mengendalikan diri mu Chloe," seru Sisi Malaikat.


Chloe tidak memperdulikan mereka berdua yang terus berbicara dalam Otak nya. Dia berjalan mendekati Jaeden sambil membawa Minuman nya.


"Ini minuman nya," Chloe menyerahkan Minuman dingin itu kepada Jaeden, dan Jaeden pun menerima nya dan meneguknya dengan cepat. Mata Chloe masih terus melihat jaeden. Dia melihat ke arah leher putih itu, jakun nya naik turun membuat dia memikirkan sesuatu hal yang mesum.


"Sial!" kesal nya pada Jaeden karena laki laki sangatlah tampan.


"Chloe," panggil Jaeden ulang.


Chloe yang di panggil pun akhirnya sadar, "Ya, apa?" tanya Chloe nampak bodoh.


"Kenapa masih berdiri? Duduklah."


"Duduk! Duduk dimana?" tanya Chloe benar-benar bodoh.


Jaeden mengerutkan kening, "Tentu saja di kursi," jawab Jaeden yang juga bingung melihat tingkah Chloe Hari ini.


"Tapi dimana?" tanya lagi Chloe.


"Hah, disini," jawab Jaeden menepuk tempat duduk di samping nya. Chloe melihat ke arah tangan Jaeden yang menepuk tempat duduk di samping nya itu.


"Tidak! Aku tidak mau?" jawab nya menggelengkan kepala.


"Kenapa?" tanya Jaeden bingung, Jaeden pikir Chloe akan mau di lihat dari tingkah Chloe yang sepertinya ingin dengan nya.


Chleo tidak menjawab. Jaeden yang tidak mendengar jawaban itu langsung menarik tangan Chloe agar duduk di samping nya. Tapi Chloe yang kaget malah membuat nya oleng dan akhirnya terjatuh di pangkuan Jaeden.


Mereka berdua saling tatap. Tangan Jaeden refleks terangkat dan mengelus pipi itu dengan lembut. Chloe diam, tidak bergerak sama sekali. Perlahan wajah kedua nya semakin mendekat, hembusan napas pun sudah menyentuh kulit. Namun saat bibi kedua nya hampir bersentuhan, suara pintu di ketuk dari luar.


Mereka berdua yang kaget langsung menoleh ke arah pintu. Dengan cepat Chloe berdiri dan langsung pergi membukakan pintu tanpa berkata apapun kepada Jaeden.


Di buka nya pintu itu dan ternyata adalah Aldirch dan Daffin yang tersenyum menyebalkan. Chloe yang melihat mendengus. "Kenapa kalian kemari?" tanya Chloe melipat tangan nya di dada.


"Eh, apakah kita tidak boleh datang kemari?" tanya kedua nya bingung. Tidak seperti biasanya Chloe berbicara seperti itu, ada yang aneh.


Jaeden yang dari dalam menghampiri mereka. "Kenapa tetap di pintu? Masuklah," perintah nya yang seolah dia adalah tuan rumah.


"Apa? Aku tidak mengijinkan mereka masuk," tahan Chloe berdiri di tengah pintu.


"Kenapa kau tidak mengizinkan aku masuk? Brian mengizinkan kita tuh," jawab Daffin.


"Tapi tidak untuk ku," jawab Chloe masih menahan.


Mereka berdua saling pandang, Daffin dan Aldirch yang otak nya encer langsung berkelana kemana mana. "Ah, jangan jangan kau melarang kami masuk karena kalian ingin em_____Sesuatu kan?" Daffin yang menjawab itu langsung mendapatkan bogem di kepala nya oleh Chloe.


"Apa yang kau pikirkan?" marah nya dengan wajah kesal.


Chloe sebenernya sangat kesal kepada mereka berdua karena datang di waktu yang tidak tepat. Padahal sedikit lagi, Chloe bisa merasakan bibir manis itu. "Menyebalkan, karena nya aku tidak jadi di ciuuuuum, awas kalian ya!" teriaknya dalam hati.


Dan mau tidak mau, Chloe pun akhirnya mengizinkan mereka berdua masuk. Mereka berkumpul bertanya tentang kedatangan Jaeden dan keadaan nya selama pulang kampung. Sedangkan Chloe masih bersungut-sungut sambil menyantap cemilan nya. Dia mengunyah makanan itu seolah yang di kunyah adalah Aldirch dan Daffin si pembuat masalah.


Aldirch melirik Chloe, dan dia berbisik kepada Daffin. "Lihatlah cara makan nya. Aku yakin dia membayangkan keripik itu adalah kita. Jika kita bisa di kunyah, aku yakin dia sudah mengunyah kita sampai habis."


"Dia pasti kesal karena kita mengganggu nya. Kau tahu sendiri kan? Di tinggal Brian, dia seperti orang gila. Sekarang dia kembali, kita malah mengganggu nya. Dan aku yakin setelah ini pasti dia akan memberikan kita pelajaran yang membuat wajah tampan kita penuh lebam." Jawab Daffin berbisik.


..


..


..