PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
MENOLAK



Setelah sampai Di negara N, Chloe di sambut hangat oleh seluruh keluarganya. Sedangkan Jaeden, setelah Chloe berangkat, ia pun juga kembali ke Negara asal nya untuk bersiap ke Negara N melamar Chloe Dominic, kekasih hatinya.


.


.


Sebelum acara pertunangan Aldirch, Daddy Tian dan Mommy Ceril mengobrol dengan Chloe, mengatakan jika malam ini Chloe juga akan bertunangan dengan laki laki yang melamarnya.


Chloe yang mendengar tentu saja sangat marah dan kesal, ia mencintai laki laki pilihan nya. Tapi apa! Daddy nya malah seenak nya saja memutuskan pilihan nya.


"Tidak! Princess tidak mau. Princess hanya mau dengan pilihan Princess sendiri. Jangan paksa Princess untuk menerima laki-laki yang tidak Princess suka Dad," tolak Chloe.


"Terserah, Daddy tidak butuh pendapat mu. Yang Daddy inginkan kau menurut dengan perintah Daddy," jawab Tian membuat Chloe benar-benar marah.


"Daddy jahat!" Chloe menangis, namun Tian tidak peduli.


Ceril yang melihat putri nya menangis tidak tega, "Sayang, tenanglah. Turuti saja kemauan Daddy mu."


"Apa? Tidak Mom, Princess tidak mau. Kenapa kalian tidak mengerti Princess? Princess mencintai Brian Ma, Princess tidak menyukai pemuda bernama Jaeden itu. Tidak! Pokoknya Princess tidak mau," Chloe kekeh ngotot tidak mau bertunangan dengan Pemuda bernama Jaeden dari keluarga Tesla. Pikirnya, bagaimana dengan Brian laki laki yang di sukai nya, jika dia bertunangan dengan laki-laki pilihan Daddy nya.


Chloe menangis sesegukan di pelukan Mommy Ceril. Melihat itu Ceril hanya bisa mengelus punggung putrinya dengan sayang.


Sedangkan Tian yang melihat Chloe menangis sebenarnya tidak tega, tapi itulah permintaan Jaeden, laki laki yang di cintai putri nya. Dan akan memberikan kejutan untuk putri yang disayanginya itu.


"Malam nanti Daddy tidak mau kamu terlambat. Jika sampai berani kabur, lihat lah apa yang akan ku lakukan pada laki-laki mu itu," ancam Tian


Chloe yang melihat melotot, menatap kesal Daddy nya yang seenak jidat. "Aku benci Daddy," marah nya, melepas pelukan Mommy Ceril dan tengkurap di ranjang mewah nya, merajuk.


Tian hanya menghela napas kasar, setelah itu mengajak Ceril untuk meninggalkan Chloe yang menangis.


"Ayo Sayang, biarkan dia sendiri."


"Tapi___" jawab Ceril yang tidak tega.


"Dia sudah besar. Dia pasti memikirkan konsekuensinya jika dia membantah perintah Daddy nya ini."


Dengan berat hati, Ceril pun meninggalkan Putri nya yang marah.


.


.


Setelah Tian dan Ceril keluar, di depan pintu Aldirch langsung menghampiri kedua orang tuanya. "Bagaimana reaksi nya Mom, Dad?"


"Tentu saja dia marah dan menangis. Dia tetap ngotot menolak dan hanya ingin dengan Brian."


Aldirch yang mendengar tertawa, sungguh lucu pikirnya. Bukankah Jaeden itu Brian? Hah, sangat aneh tapi nyata. Jika biasanya Chloe akan mengetahui apapun, tapi tidak saat ini. Semua informasi benar benar di tutup oleh Tian dan Jaeden, sehingga Chloe tidak bisa mengetahui semua nya.


"Sudah, kita pergi dari sini. Takut Princess mendengar nanti," ucap Tian dan di angguki mereka berdua.


.


.


.


Malam hari, Chloe merajuk dengan pandangan kesal dan marah. Selain marah dengan Daddy nya, dia juga marah dengan Jaeden, karena Jaeden nomor nya tidak bisa di hubungi.


"Dasar Brian sialan!" maki Chloe memukul meja rias.


Brak...


Penata rias yang saat ini sedang mendandaninya menelan ludah, ketakutan melihat Putri Mahkota begitu marah, ia takut kena depak dengan tendangannya itu.


Dari arah pintu, Ceril datang dan menghampiri Chloe. Chloe hanya melirik tanpa menyapa. Ceril yang tahu putri nya marah dengan nya hanya bisa mengelus perutnya yang besar.


"Sekarang merajuk dan marah, tapi lihatlah sebentar lagi," batin Ceril sambil mendekati Chloe.


"Sayang, sudah siap?"


"Em," jawab Chloe singkat.


Ceril yang melihat Chloe masih saja merajuk sebenarnya ingin sekali tertawa.


"Sudah dong, jangan marah. Cqnyiknya nanti hilang Lo. Nanti kalo calon tunangan mu melihat kamu cemberut seperti itu bisa bisa gagal dia melamar mu."


"Biar saja gagal, dan malah ingin ku buat pertunangan ini gagal."


"Jangan seperti itu dong, Mommy takutnya malah kamu menyesal jika melepasnya."


"Siapa juga yang akan menyesal, tidak sama sekali."


"Sudah, ayo kita ke tempat acara. Dan jangan cemberut lagi. Mommy tidak suka. Ayo tersenyum," Ceril menarik bibir Chloe agar tersenyum manis.


Dengan malas, Chloe tersenyum, walaupun sangat berat.


.


.


Bersambung