
Setelah menghajar Alvin, Aldirch meminta anak buah nya untuk membawa Alvin ke markas yang ada di Negara K. Markas dimana anak buah Chloe sudah di siapkan untuk menghancurkan keluarga Johnson dan Koch, serta orang yang membantu mereka.
Sedangkan jaeden sudah membawa Chloe ke rumah sakit, dan saat ini ia sedang berbaring di atas ranjang pasien setelah mendapatkan perawatan.
Jaeden merasa marah saat melihat Chloe di perlakukan seperti itu oleh Alvin, ia ingin sekali membunuh bajingan itu dengan tangan nya. Namun saat memikirkan nya, lebih baik Chloe sendiri yang memberikan Alvin pelajaran.
Malam hari, Chloe terbangun. Di lihatnya Jaeden tidur di samping nya. Tangan nya perlahan terulur , mengelus kepala Jaeden dengan lembut.
Jaeden yang merasakan sentuhan itu langsung bangun, di lihatnya Chloe sudah sadar. "Sudah bangun? Bagaimana keadaan mu, apakah sudah lebih baik?" tanya Jaeden dengan khawatir.
"Ya, lebih baik," jawab Chloe lirih dengan semburat merah di wajah nya saat mengingat sekelebat bayangan apa yang di lakukan nya terhadap Jaeden di dalam mobil. "Sial! Ingatan apa ini? Kenapa sangat menjijikkan," batinnya saat mengingat dirinya mencumbu Jaeden dengan paksa. *Mencium nya dan memberikan gigitan di leher serta dada.
"Aaa.....aku pasti sudah gila!" teriaknya dalam hati.
Jaeden yang melihat Chloe menutup wajah nya mengerutkan kening, pikirnya, ada apa dengan Chloe?
"Princess," panggil nya sambil membuka tangan yang menutupi wajah itu. "Ada apa dengan mu?" tanya Jaeden.
Chloe bukan nya menjawab, namun dia malah menatap sesuatu yang membekas di leher Jaeden, suatu tanda merah yang begitu banyak. "Apa itu? Kenapa banyak sekali? Mungkinkah___? Aaa....Tidak tidak! Pasti itu bukan perbuatan ku!" serunya dalam hati.
"Chloe," panggil Jaeden lagi sambil menggoyangkan bahu.
"Ha, iya, apa?" tanya nya bingung.
Jaeden yang melihat menghela napas, "Hah.....Ada apa dengan mu?" tanya Jaeden menatap Chloe yang masih melihat ke arah leher nya.
Jaeden yang mengerti langsung menarik tangan Chloe. "Apa kamu bertanya tanya dari mana asal tanda merah ini?"
"Apa? Tidak!" jawab nya membuang muka.
"Benarkah kamu tidak ingin tahu siapa yang melakukan nya?"
"Tidak ingin tahu!" Lagian pasti bukan aku."
Jaeden yang mendengar tersenyum kecil. "Oh benar kah bukan kamu! Apakah aku perlu ingat kan siapa yang membuat ini?"
"Tidak! Siapa yang mau."
"Tapi aku ingin mengatakan Lo, siapa yang melakukan ini. Bahkan bukan di sini saja, masih ada di tempat lain yang ada tanda merah ini," ucapnya mendekatkan wajah nya. Chloe melihat langsung mendorong wajah Jaeden.
Mendengar itu Jaeden tertawa keras. "Hahahha........ Lucu sekali sih kamu," cubit nya di hidung mancung itu.
Saat mereka asik dengan canda nya, Aldirch dan daffin datang. "Em, apakah aku mengganggu kalian?" tanya Aldirch
"Tidak! Masuklah," jawab Jaeden mempersilahkan mereka berdua masuk.
Aldirch dan Daffin pun masuk dan menghampiri Chloe, "Bagaimana keadaan mu? Apakah sudah lebih baik?"
"Ya, sudah lebih baik. Bagaimana dengan nya?" tanya Chloe tentang Alvin.
"Dia ada di tempat mu," jawab Aldirch sambil melirik Jaeden.
"Baiklah, jika aku sudah keluar dari rumah sakit ini aku akan menemui nya."
"Em, aku akan menemani mu," jawab Aldirch.
"Aku juga akan menemani mu. Jika perlu aku akan membunuh nya," saut Jaeden yang tangan memang sudah gatal ingin membunuh Alvin.
.
.
Keesokan hari nya, Chloe sudah di perbolehkan untuk pulang. Dan malam hari nya chloe langsung ke markas nya untuk menemui Alvin.
Dengan di ikuti oleh Jaeden, Aldirch, Daffin dan anak buah nya, Chloe berjalan menuju ruangan Alvin dengan wajah dingin, apalagi saat mengingat apa yang di lakukan Alvin terhadap nya.
Setelah sampai di ruangan itu, ruangan dimana Alvin sedang di tawan, Chloe langsung menghampiri dan duduk di kursi tepat di depan Alvin.
Alvin yang melihat seseorang datang langsung mendongak, di lihatnya Chloe dengan wajah dingin menatap nya dengan tajam.
.
.
.