
Setelah acara perjamuan selesai. Tian membawa ke ruang tamu, untuk mengobrol masalah yang akan mereka bahas.
Jaeden duduk di depan Tian dan Ceril. Sedangkan Mayang, duduk di kursi yang tak jauh dari Jaeden.
"Bagaimana kabar Keluarga mu?" tanya Tian basa basi.
"Semua nya baik Yang Mulia," jawab Jaeden sangat sopan.
Ceril yang melihat masih saja mengagumi calon mantu nya ini. Semoga saja terkabul menjadi calon mantu idaman. Tian melirik Istri nya, masih tetap sama pikir nya. Mengagumi pemuda tampan di depan nya. "Sayang kendalikan diri mu. Kamu ini seorang Ratu, jaga image," bisik Tian memperingati.
"Apaan sih! Terserah aku dong sayang. Aku bosan berlagak anggun. Lagian dia akan menjadi calon menantu kita," jawab nya berbisik juga.
"Belum tentu dia datang kesini karena ingin mencalonkan diri menjadi menantu," jawab Tian.
"Aku yakin dia pasti akan mencalonkan diri menjadi menantu kita. Jika itu terjadi, aku akan langsung menyetujui nya. Menjadikan nya menantu idaman ku," Ceril terkekeh kecil.
Jaeden yang melihat mereka berdua malah bisik-bisik mengerutkan kening. "Kenapa dengan Yang Mulia Raja dan Ratu? Kenapa mereka malah berbisik bisik?" batinnya bingung.
Bukan hanya Jaeden yang bingung Mayang dan Samuel yang ada disana juga bingung melihat kedua nya. "Tuan," panggil Samuel lirih di samping Tian.
"Ya, ada apa?" tanya nya mendongak melihat Samuel yang berdiri di samping nya.
"Bisakah anda serius? Tuan Jaeden sedang memperhatikan anda," jawab nya.
Mendengar itu Tian menoleh, menatap Jaeden yang memang sedang menatap nya dengan bingung. "Hahaha....Maafkan aku Jaeden! Istri ku yang hamil ini suka sekali mengajak ku berbicara dengan bisik bisik," jelas nya.
Jaeden yang mendengar bertambah bingung. Apa iya ada seperti itu, pikirnya. Tian yang melihat Jaeden bertambah bingung dan seakan tidak percaya berkata lagi. "Ini bawaan bayi kami."
Mendengar itu Jaeden akhirnya mengangguk saja, walaupun sebenarnya dalam hati dia masih saja tidak paham.
"Oh ya, Jaeden. Jika saya boleh tahu apa yang ingin kamu bicarakan kepada kami," tanya Tian pada inti nya dan tidak ingin basa basi lagi.
"Sebelum nya saya minta maaf karena membuat janji dengan anda secara mendadak. Saya datang kemari ada keperluan yang menurut saja ini sangat penting, karena ini menyangkut masa depan saya," jelas Jaeden.
"Masa depan?" jawab Tian dan Ceril bersamaan.
"Maksud nya?" tanya Tian pura pura tidak mengerti.
"Saya datang kemari ingin melamar putri anda, Chloe Dominic. Saya tidak ingin berbelit atau pun mengulir waktu, saya menyukai putri anda dan menginginkannya menjadi pendamping saya," jelas Jaeden yang berani.
Tian dan Ceril yang melihat saling pandang. Dia berani melamar sendiri tanpa kedua orang tua nya! Wah..Wah...Wah...bukan kah ini sangat Gentleman. Benar benar harus di beri jempol sepuluh dengan keberanian Jaeden yang melamar putri Raja.
"Kapan kau menyukai putri ku?" tanya Tian penasaran, pasal nya Tian belum pernah melihat Jaeden dekat dengan Chloe.
"Sejak pengangkatan nya menjadi Putri Mahkota Yang Mulia. Saat itu saya menghadiri nya, melihat nya dan langsung jatuh hati. Dan untuk saat ini saya sudah lebih dekat dengan nya. Saya mengikuti nya sampai di Negara K," jawab Jaeden.
"Kau juga berada di Negara K?" tanya Tian tidak percaya.
"Benar yang yang mulia, saya disana memang berniat mengikuti nya," jelas Jaeden.
"Dia mengenal mu?" tanya Tian kembali dan di angguki Jarden.
"Begitu ya," Tian mengangguk. Sekarang dia mengerti, jika Jaeden benar benar mencintai putri nya. "Apakah dia tahu jika kau mencintai nya?"
"Tidak,"
"Tidak, saya tidak tidak mengatakan nya Yang Mulia Ratu, karena dia mencintai laki laki lain. Tapi biar lah, dia mencintai laki laki itu. Karena jika saya mengungkapkan perasaan nya, saya takut dia malah akan menjauhi ku. Jadi biarlah dia merasakan cinta nya itu terlebih dahulu," jelas Jaeden.
"Aku mengerti, aku mengerti sekarang," jelas Tian.
"Jadi bagaimana Yang Mulia tentang lamaran saya?" tanya Jaeden.
"Baiklah akan aku terima. Berusahalah untuk mengambil hati nya dari kekasihnya saat ini. Tapi pelan pelan saja," jawab Tian.
"Terimakasih Yang Mulia," Jaeden begitu senang, hati nya sangat sangat bahagia karena lamaran nya di terima oleh Tian. Tapi dia harus tetap berusaha mengambil hati Chloe perlahan tanpa tergesa gesa.
"Panggil Daddy saja," ucap Tian.
"Dan Mommy juga," saut Ceril dan di angguki Jaeden dengan senyuman.
Mereka bertiga mengobrol cukup lama. Dan malam hari nya Jaeden di minta untuk menginap di istana.
Jam 11 malam, Jaeden yang batu membersihkan tubuhnya mengambil handphone nya, dan ternyata ada pesan masuk dari Chloe.
"Brian, kau sangat sangat menyebalkan😡😤."
"Ada apa dengan nya? Kenapa dia marah marah lagi?" jaeden sungguh bingung dengan sifat Chloe yang mudah memarahi nya akhir akhir ini.
"Ada apa sih? Perasaan, aku tidak membuat mu kesal?" jawab Jaeden mengirim pesan.
"Apa!! Tidak membuat ku kesal! Yang ada kamu itu membuat ku kesal Brian, 😡😡.
"Apakah dia itu sedang PMS? Marah gak jelas," gumam nya benar benar tidak mengerti.
"Memang salah ku apa?🥺🥺.
"Salah mu banyak. Yang pertama, kau tidak kembali kembali ke sini. Yang kedua, tidak menghubungi ku. Dan yang ketiga, berani nya kamu masih bertanya salah mu apa!😡😡.
"Ya ampun dia mengerikan sekali. Kenapa aku merasa dia seperti si singa betina." batin Jaeden mengingat sang Mama yang suka marah.
Jaeden benar benar tidak mengerti. Dia merasa Chloe saat ini lebih berani kepada nya. Namun Jaeden bukannya marah, dia malah suka melihat Chloe yang seperti ini. Dia merasa Chloe menyukai nya.
"Brian, kenapa tidak membalas pesan ku? Apakah kau ingin membuat ku tambah kesal dan marah?
"Tidak tidak! Mana berani. Maaf sayang tadi aku sedang memakai pakaian ku," tulis Jaeden salah. Jaeden tidak terlalu memperhatikan tulisan yang dia ketik, sampai dia salah menulis kata 'sayang' di pesan itu.
Chloe yang membaca langsung melotot, wajah nya langsung merona membaca pesan Jaeden yang ada tulisan sayang nya. "Dia memanggil ku sayang? Apakah ini tidak salah? Ini kenyataan bukan sih? Ataukah dia hanya salah ketik?" pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di otak nya.
"Sayang, kenapa tidak di balas?" lagi lagi Jaeden mengirim pesan sayang. Dan itu pun dia masih tidak sadar.
Blush!
"Dasar Brian menyebalkan, dia benar benar memanggil ku sayang. Aaa......aku harus jawab apa? Jawab apa?" batin Chloe malah bingung.
.
.
.