PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
BERAKHIRNYA KELUARGA KOCH DAN JOHNSON SERTA MAFIA SINALOA



Ellie, Alvin dan Elice yang mendengar penjelasan itu terkejut. "Putri Raja," pikir mereka seakan tidak percaya bahwa Chloe adalah seorang bangsawan. Tapi kenapa? Kenapa dia menjadi orang biasa? Pertanyaan demi pertanyaan berputar di kepala mereka. Namun mereka tetap tidak menemukan jawaban itu. Dan kini hanya ada penyesalan karena telah salah mencari lawan.


"Chloe!" panggil Alvin lirih.


"Aku tidak akan berbelas kasih kepada kalian," jawab Chloe dingin. "Dan untuk mu Nyonya Ellie yang terhormat. Kau selalu saja mencari gara-gara dengan ku. Kau selalu memandang diri mu paling tinggi di dunia ini, sehingga kau seenak jidat menghina dan mencaci maki ku. Kau pikir aku akan maafkan mu? Tidak! Walaupun kau bersimpuh dan memohon aku akan tetap membunuh kalian semua....." ucap Chloe dengan suara lantang dan menembak mereka bertiga.


Door.....


Door.....


Door.....


Tanpa belas kasih Chloe menembak Ellie hingga ia mati mengenaskan.


Alvin dan Elice yang melihat ketakutan, namun mereka mengusir ketakutan itu. "Aku bersumpah kau tidak akan tenang dan tidak akan bahagia seumur hidup mu," ucap Alvin emosi.


"Kau berani menyumpahi ku hm....!"


Plak.....


Chloe menampar wajah Alvin dengan keras. Chloe beralih melihat Elice yang juga menatap nya dengan permusuhan. "Apakah kau ingin mata mu ku congkel?" tanya Chloe kesal.


"Aku yakin kau tidak memiliki keberanian itu," jawab Elice yang percaya Chloe tidak akan melakukan nya.


Chloe yang mendengar tertawa keras.


Hahahahha......


"Kau pikir aku tidak akan berani, gadis jala*ng!" ucapnya dan menarik rambut itu dengan kiat hingga membuat Elice mendongak dan menatap nya.


"Apakah kau ingin tahu seberapa kejam nya aku?Apa pelajaran yang ku berikan tempo hari belum mengurangi rasa takut mu?"


Chloe mengambil pisau kecil di yang dia selipkan di tubuhnya. Dia memutar pisau itu di tangan nya, memperlihatkan pisau runcing itu di depan Elice.


Elice yang melihat melotot, sedikit takut dengan benda runcing nan tajam itu. Namun dia mencoba untuk terlihat tidak takut. "Aku yakin kau tidak akan berani melakukan nya."


Namun apa yang di pikirkan Elice salah, Chloe langsung menggores wajah itu dengan pisau tajam nya.


Argh!


Teriak nya kesakitan saat merasakan kulit wajah nya di sobek paksa oleh benda itu. Darah terus mengalir karena Chloe terus menerus melukai wajah itu. Teriakan terus terdengar karena rasa sakit yang ia rasakan.


"Hahahaha.......terus berteriak lah, aku suka jeritan mu."


Sreek....


Argh..!!!!!


Melihat wajah Elice yang sudah hancur dan penuh darah. Chloe memerintahkan anak buahnya untuk mencari air garam di markas Gusman. Setelah mendapatkan nya, anak buah itu memberikan nya kepada Tuan putrinya.


"Berteriak lah dengan keras, aku ingin mendengarnya.


Byur....


Chloe menyiram air garam itu tepat di wajah Elice. Elice yang merasakan perih luar biasa di wajah nya menjerit sekuat-kuat nya.


Chloe menikmati itu, setelahnya ia menatap Alvin. "Lihatlah yang ku lakukan pada nya. Dan untuk mu aku akan berbelas kasih dan akan membunuh mu dengan cepat."


Dooor.....


Peluru itu melesat ke dada Alvin.


Dooor....


Satu peluru lagi bersarang di kepala dan akhirnya Alvin pun mati di tangan Chloe.


Melihat Alvin yang sudah tidak bernyawa Chloe hanya mendecih, setelah itu menatap Elice yang terus berteriak karena kesakitan.


Lama kelamaan Tubuh Elice semakin lemah, karena merasakan sakit yang luar biasa. Melihat itu Chloe langsung saja menembak Wanita itu beruntun.


Dooor.....


Dooor....


Dooor....


Beberapa peluru langsung membunuh Elice dalam sekejap mata. dan akhirnya berakhir sudah keluarga Koch dan Johnson di Negara K ini.


Sedangkan Gusman yang masih hidup melihat Tubuh ketiga nya ambruk di sampingnya dengan bersimbah darah langsung bergetar, walaupun dia seorang ketua Mafia, tapi dia tetaplah manusia yang takut akan kematian.


"Bagaimana? Apa kau takut melihat mereka mati?" tanya Chloe mengitari tubuh Gusman.


Gusman berkata, "Tuan putri maafkan saya. Saya akan melakukan apa saja asalkan anda memaafkan saya. Saya siap menjadi budak anda selama nya."


Chloe yang mendengar tertawa terbahak-bahak. "Kamu pikir aku memerlukan bawahan seperti mu? Tidak! Aku tidak akan mau memiliki bawahan yang pernah mencoba membunuh ku. Kau tahu kan alasan nya? Itu karena aku tidak mau mengambil resiko jika suatu saat dia akan berkhianat dengan ku. Lebih baik kau pergi lah ke neraka bersama dengan anak buah mu," Chloe menempelkan senjata api nya di belakang kepala Gusman.


Gusman yang merasakan itu memejamkan mata, siap menerima tembakan itu.


Door....


Setelah Chloe berhasil membunuh mereka semua, Chloe memerintahkan anak buahnya untuk mengurus mayat-mayat itu.


Chloe merasa lega karena akhirnya bisa mengakhiri dua keluarga yang sombong dan angkuh itu, Walaupun dengan cara yang keji. Merampas semua harta dan mengambil nyawa semuanya.


Tapi karena dia seorang Mafia dan manusia yang memang penuh Dosa, ia tidak peduli. Baginya keselamatan hal utama, untuk bertahan di dunia ini.


Jaeden yang melihat Chloe selesai dengan permainan nya, ia pun membawa Chloe untuk pergi dari tempat itu.


"Sini bersandar lah, aku tahu kamu pasti lelah," Jaeden menarik tubuh itu untuk bersandar di tubuh nya. Chloe menurut dan bersandar di bahu Jaeden.


Sesampainya di kontrakan, Jaeden langsung meminta Chloe untuk membersihkan diri, begitu pun dengan nya. Dia juga membersihkan diri di tempat Chloe dengan pakaian yang di berikan oleh anak buah Chloe atas permintaan nya.


Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Chloe dan Jaeden duduk di kursi dengan Chloe yang manja di bahu Jaeden.


"Apakah setelah ini kamu akan pulang?" tanya Jaeden.


"Ya, aku akan pulang. Aku akan menghadiri acara pertunangan Aldirch," jawab Chloe. "Dan kau..?" tanya Chloe.


"Aku akan tetap disini menemani ibu ku menjalan kan warung mu."


Chloe yang mendengar langsung menatap Jaeden. "Kamu sebenarnya asli orang mana?" tanya Chloe selidik.


"Kenapa kau tanya seperti itu? Tidak seperti biasanya kamu menanyakan itu?"


"Aku hanya ingin tahu saja."


"Apakah perlu aku jawab?" tanya Jaeden dengan wajah menyebalkan nya.


Plak....


"Jika kau tidak mau menjawab ya sudah," kesal Chloe membuah muka dan melipat tangan nya di da da.


Jaeden yang melihat Chloe merajuk lagi tersenyum kecil. Dia menarik bahu Chloe agar menghadapnya. "Kenapa marah lagi sih? Aku kan hanya tanya. Apakah kamu ingin melamar ku sehingga begitu ingin nya tahu asal ku?"


Chloe yang mendengar benar-benar kesal dengan Jaeden. "Dia bilang apa tadi? Melamar! Dasar gila! Mana ada Seorang Gadis melamar, bukankah seharusnya dia lah yang melamar. Bukan malah sebaliknya."


"Sinting!" kesal nya dan melototi Jaeden.


Jaeden yang melihat itu malah sangat gemas, dia mencubit hidung itu dan membuat pemiliknya mengaduh.


"Baiklah, aku lah yang akan melamar mu. Apakah kamu siap?" tanya Jaeden.


Chloe yang mendengar langsung menatap Jaeden, menatap mata itu dalam-dalam. Mencari apakah ada kebohongan di sorot mata itu. Tidak! Tidak ada sama sekali kebohongan, yang ada hanya kesungguhan.


"Kamu benar-benar akan melamar ku?"


"Em," jawab nya mengangguk.


"Tapi___!"


"Apa kamu takut keluarga mu tidak menerima ku karena aku orang miskin?" tanya Jaeden melihat keraguan itu.


"Bukan! Bukan itu maksud ku. Aku hanya takut kau akan di buat dendeng oleh keluarga ku untuk pantas tidak nya kamu dengan ku," jawab Chloe.


"Kamu tenang saja, aku siap jika itu terjadi," jawab Jaeden dengan senyum manisnya sambil menyelipkan anak rambut.


Melihat keseriusan Jaeden, ia tersenyum. Dan secepat kilat wajah nya berubah murung lagi saat mengingat Daddy nya pernah mengatakan ada yang melamar nya. Jaeden yang melihat perubahan itu bertanya lagi, "Ada apa?"


"Datang lah secepatnya ke Nagara N, aku menunggu mu. Daddy pernah berkata ada yang melamar ku. Jika kau mencintai ku minta lah aku di depan Daddy."


Jaeden diam dan setalah itu tersenyum. "Baiklah aku akan datang dan meminta mu. Kapan kira-kira aku bisa menemui Daddy mu?"


"Aku akan mengabari mu nanti," jawab Chloe.


Jaeden begitu senang mendengar Chloe memintanya untuk melamarnya, dan itu sudah di pastikan bahwa Chloe memang menginginkan nya. Perlahan Jaeden mendekatkan wajah nya, Chloe yang tahu langsung memejamkan mata dan akan menyambut ciuman itu.


Perlahan bibirnya merasakan benda lembut dan kenyal. Dan lama lama benda kenyal itu bergerak dan menye-sap dengan lembut.


Chloe yang terbuai mengalungkan tangannya di leher menyambut ciuman yang di inginkan nya.


Mereka berdua pun saling menikmati bibir dengan Ciuman yang lama kelamaan semakin menuntut.


Jaeden yang semakin lama semakin bergairah, bibirnya berpindah ke leher jenjang nan putih itu menyusuri dengan kecupan dan jilatan, serta meninggalkan jejak kepemilikan.


Chloe pun tidak bisa menahan suara yang sejak tadi di tahan nya, suara keramat itu pun berhasil lolos dari bibirnya dengan tangan mencengkram rambut Jaeden, menikmati apa yang di lakukan laki laki pujaan nya.


Mendengar suara indah yang lolos dari calon istrinya, ga-irah Jaeden semakin membara. Tubuhnya terasa panas dan sesuatu yang di tahan ingin meledak, menginginkan sesuatu yang sempit dan hangat.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like dan komen nya Lo😘😘😘