
Melihat wajah pucat mereka Chloe tertawa terbahak-bahak.
Hahahahaha.........
Harond dan Ellie yang mendengar langsung membuka mata mereka, di lihat nya Chloe begitu menikmati permainan nya.
"Dasar Gadis gila!" Ellie begitu setengah mati menahan ketakutan nya, tapi ternyata Chloe malah begitu menikmatinya.
"Terserah kau mengatakan ku seperti apa. Taruh kembali buah itu di lengan mereka," perintahnya lagi.
Ellie dan Harond benar-benar tidak percaya jika Chloe akan mengulang kembali permainan menembaknya.
Bawahan Chloe langsung melaksanakan perintah itu dengan cepat. Di setiap lengan mereka di taruh buah Apel merah. Ellie dan Harond menelan ludah nya kembali melihat Chloe bersiap menembak lagi.
Dengan jantung berdetak tak karuan, mereka berdua siap menerima tembakan itu.
Door....
Door....
Chloe berhasil menembak dua apel di masing masing lengan mereka. Melihat keberhasilan nya dalam menembak, Chloe tersenyum dan meniup ujung pistolnya, merasa bangga pada dirinya.
Dia memutar tubuh nya dan bersiap menembak kembali Apel itu. Harond dan Ellie hang melihat aksi itu melotot kan matanya, bersiap menerima tembakan itu lagi.
Door...
Door...
Argh! Teriak mereka berdua saat merasakan tembakan di lengan nya. Darah langsung keluar dari lengan itu, Harond dan Ellie melihat ke arah rasa sakit itu dan itu benar benar terluka oleh tembakan Chloe.
Chloe yang melihat lengan mereka berdua terkejut pura-pura. "Ups! Tidak sengaja," serunya sambil menutup mulutnya sendiri.
Harond dan Ellie yang mendengar begitu geram. "Tidak sengaja kau bilang! Dasar Gadis sialan! Beraninya kau menembak ku!" marah Harond dengan wajah merahnya.
Harond menoleh ke arah Istrinya yang meringis kesakitan karena tembakan itu. Nafasnya naik turun melihat hal itu. Harond kembali mantap tajam Chloe. Sedangkan Chloe yang di tatap tidak peduli, dia malah kembali mengarahkan pistolnya dan menembak kembali.
Door...
Sebuah peluru melesat di paha Harond.
Argh! rintih nya saat peluru itu menembus daging nya.
"Berani sekali kau menatap ku sepeti itu! Apa kau tidak takut mati?" kata Chloe dengan pandangan dinginnya. "Jika kau masih berani memberikan tatapan itu pada ku, aku tidak akan segan membunuh mu."
"Dasar Gadis sialan! Gadis jala*ng! Jika kau berani jangan menggunakan senjata itu untuk mengancam kami," teriak Ellie malah memberikan ide bagus untuk Chloe.
"Oh, jadi kau meminta ku untuk mengajar nya untuk latihan tinju ku? Baiklah, akan ku kabulkan," Chloe merekat kepalan tangan nya siap menghajar Harond.
Dia mendekat dan langsung memukul perut itu.
Buk....
Uhrg! Uhuk...Uhuk....
Harond terbatuk-batuk karena pukulan keras itu.
"Rasakan lah kekuatan ku."
Buk....
Buk....
Buk....
Harond memuntahkan seteguk darah dari mulut nya karena menjadi bahan latihan Chloe. Ellie yang melihat terus berteriak melihat apa yang di lakukan Chloe. Dia tidak menyangka jika Chloe akan melakukan itu, bukan nya Chloe berhenti menyiksanya dengan senjatanya. Malah sekarang dia menyiksanya menggunakan tenaga nya.
"Berhenti! Jangan lagi! Jangan lakukan itu, aku tidak ingin suami ku mati," teriak Ellie terus menerus, namun Chloe tidak memperdulikan itu.
Buk....
Terakhir Chloe meninju rahang itu dengan keras.
Harond benar benar tidak berdaya, tubuhnya begitu lemas mendapatkan pukulan bertubi-tubi itu.
"Cih, lemah!" hina nya
"Pa, Papa! Bangun Pa!" panggil Ellie kepada suami nya yang seperti nya tidak sadar.
Chloe berjalan menghampiri Ellie. Ellie yang melihat Chloe ada di depan nya menatap nya tajam. "Lepaskan aku sialan!" teriaknya memberontak.
Chloe bukan nya menjawab namun malah menampar pipi itu dengan keras
Plak.....
Kau..!
Plak....
Chloe kembali menampar pipi wanita itu. "Cih, ingin sekali aku membunuh dan merobek wajah busuk mu ini! Namun entah kenapa aku merasa tidak tega melakukan nya. Mungkin karena aku masih ingin bermain main dengan mu."
Cus....
Argh! teriak Ellie merasakan sakit di pahanya.
Chloe menancapkan pisau kecil yang ada di tangan nya ke paha itu tanpa di ketahui Ellie.
"Apakah sakit?" tanya Chloe malah menekan kuat
Argh! Teriak Ellie begitu keras.
Sreeet....
Chloe merobek paha itu hingga darah segar mengucur keluar. Teriakan Ellie menggema di tempat itu. Para pelayan yang melihat sudah ada yang pingsan melihat kekejaman Chloe. Tapi sebenarnya itu belum seberapa, terkadang jika Chloe benar-benar marah, tawanan nya pastinya akan di cincang dan di berikan kepada peliharaan Daddy nya.
Saat menyiksa Ellie, tiba tiba dari arah luar terdengar suara tembakan. Chloe yang mendengar mengerutkan kening.
"Siapa?" tanya Chloe.
Anak buah Chloe yang mendengar suara tembakan itu langsung berlari melihat ke arah depan, siapa yang berani datang membunyikan tembakan itu.
.
.
.
Bersambung.