PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
DI AMBANG KEBANGKRUTAN



Jaeden yang melihat seseorang seperti mengintai nya langsung menendang tubuh Alvin hingga tersungkur.


"Pergi kau dari sini! Jika kau menolak aku akan membunuh mu!" ancam Jaeden dan pergi ke motor nya mengambil dua pistol dari bagasi nya.


Jaeden kembali dengan membawa senjata di tangan nya. Alvin yang ingin membantah langsung diam saat melihat pistol di tangan Jaeden.


"Pergi kau!" perintah nya sambil mengisi Senjata nya dengan peluru.


"Apa!" jawab Alvin malah kebingungan karena melihat Jaeden menatap nya tajam dan sambil melihat sekeliling.


Jaeden pergi meninggalkan Alvin dan menuju ke arah orang yang menurutnya mencurigakan. Alvin yang melihat hanya menatap bingung. pikirnya kenapa dengan Brian ini?


Melihat Jaeden yang pergi meninggalkan nya, Alvin pun juga mengikuti Jaeden dari jarak sedikit jauh. Di lihat nya Jaeden berdiri diam sambil melihat sekeliling di tempat itu.


Jaeden yang melihat tidak ada siapa pun akhirnya kembali. Saat kembali, Jaeden melihat Alvin yang mengikutinya. "Sudah ku peringatkan pergi dari tempat ini! Kenapa kau malah mengikuti ku?" tanya Jaeden sambil menodongkan senjatanya.


Alvin yang melihat Jaeden dengan wajah seriusnya langsung menelan ludah dengan kasar.


Glek...


"Sial! Kenapa dia mengerikan sekali? Pandangan itu sungguh sangat mengintimidasi ku!" batin Alvin.


"Jika kau tidak pergi sekarang juga, aku akan menembak kepala mu itu," lanjutnya dengan ancaman serius.


"Oke-oke aku pergi! Tapi bisakah kau mengatakan dimana kekasih berada," pinta Alvin.


"Apakah itu penting buat mu? Tapi menurut ku itu tidak penting bagi mu, karena aku yakin tidak adanya Chloe pasti malah membuat mu senang karena terus bisa bermain dengan lacu*r mu itu," jawab Jaeden.


"Apa! Apa maksud mu berbicara seperti itu? Aku sama sekali tidak ada wanita selain Chloe," elak Alvin dengan gugup.


"Tidak ada! Apa kamu pikir kamu bisa membohongi ku? Asal kamu tahu, jika saja Chloe tidak memberikan mu waktu, mungkin aku sudah membuat mu cacat seumur hidup. Pergi kau!" dorong Jaeden mendorong tubuh Alvin dan setelah itu pergi meninggalkan Alvin yang sangat geram.


"Kurang ajar! Awas saja kau, suatu saat aku pasti akan membuat mu menyesal karena memperlakukan ku seperti ini," gumam Alvin dan pergi dari tempat itu.


Saat pergi, ponsel nya berbunyi. Di lihat nya Papa nya menghubungi nya.


"Ada apa Pa?" tanya Alvin.


"Al, cepat ke perusahaan. Perusahaan semakin memburuk setelah kejadian seminggu yang lalu, tentang data perusahaan yang di bobol oleh orang bajingan itu."


"Baiklah, Aku akan segera kesana."


Alvin pun langsung bergegas pergi menuju kantor papanya, JN's Group.


Setelah sampai, dan benar saja Perusahaan nya benar benar di ambang kebangkrutan. Para pemegang saham di perusahaan nya satu persatu menarik semua saham nya karena tidak mau bekerja sama dengan perusahaan yang meniru produk perusahaan lain, ADS Group.


"Kenapa bisa seperti ini Pa? Bukankah kemaren sudah bisa di atasi, dan kita juga sudah menjelaskan kepada mereka bahwa prodak yang kita jual adalah milik kita. Tapi sekarang, kenapa mereka malah menarik saham mereka? Ini benar-benar akan merugikan kita."


"Papa sudah berusaha meyakinkan mereka, tapi mereka tetap saja tidak mau mendengarkan penjelasan Papa. Jika ini tetap berlanjut, tamat sudah perusahaan kita," jawab Harond pusing.


"Dan untuk Perusahaan itu, Papa yakin mereka sebenar nya memang sudah berniat menghancurkan kita. Tapi apa masalah nya, Papa sama sekali tidak pernah menyinggung mereka?"


"Kita gugat saja perusahaan itu."


"Papa sudah meminta Asisten Papa untuk melakukan nya. Namun mereka malah melawan balik dan akan menuntut kita bahwa kita lah yang meniru prodak mereka. Padahal sudah jelas semua itu milik Papa," jawab Harond lemas.


Di perusahaan KC Group pun sama, mereka juga sedang dalam masalah besar. Dan mungkin saja juga akan mengalami kebangkrutan.


.


.


Sedangkan di Warung Sate, Jaeden langsung menutup warung itu dan pergi untuk pulang. Namun saat di perjalanan, dia di hadang oleh beberapa orang.


Jaeden yang melihat langsung berhenti, menatap beberapa orang yang menghadang nya. "Turun kau?" perintah nya dengan sombong.


Jaeden tetap berada di motor, diam menatap mereka, tidak memperdulikan perintah mereka. Beberapa orang itu yang melihat Jaeden tidak mendengar perintah nya menjadi kesal dan marah.


Satu orang menghampiri dan menarik bahu Jaeden agar turun dari motor. Jaeden yang melihat tangan itu menyentuhnya, di lihatnya dan setelah itu membanting orang yang berani menyentuh tubuh berharganya.


Buk...


Argh!


Mereka berfikir Jaeden orang lemah dan mudah di bunuh. Namun kenyataan nya semua nya salah. Jaeden adalah orang yang pandai bela diri dan menembak.


Beberapa orang yang menghadang itu adalah Anggota Mafia SINALOA, mereka mengira bisa menangkap Jaeden untuk di jadikan tawanannya agar Chloe mudah untuk di bunuh, tapi perkiraan nya salah total. Berharap bisa menangkap Jaeden tapi malah sebaliknya, mungkin mereka lah yang akan mati di tangan Jaeden.


Jaeden yang melihat orang itu menyerang nya langsung menendang perut itu hingga membuat orang itu terpental.


Ugh!


Jaeden turun dan berdiri menatap mereka semua, Tangan nya membuka bagasi motor dan mengambil senjata api nya dan memasukkan nya di pinggang nya. Sedangkan senjata tajam nya tetap dia pegang di tangan kanan nya.


"Ayo majulah," tantang Jaeden siap menyerang mereka.


Mendengar tantangan itu, mereka langsung maju dan menyerang Jaeden.


Buk...


Buk...


Buk...


Cuuuus.....Cuuuus....Cuuuus.....


Jaeden melawan serta menghunuskan pisau nya ke tubuh beberapa orang itu.


Mereka juga melawan nya menggunakan Senjata nya, menyerang Jaeden.


Cuuuus...


Jaeden terus menghindari senjata tajam itu saat mereka melayangkan ke tubuh nya. Namun karena banyak nya musuh yang menyerangnya bersamaan, lengan nya pun terkena goresan senjata tajam itu.


Jaeden yang mendapatkan luka melihat lengan nya yang berdarah. Jaeden menatap mereka semua dengan dingin dan pandangan membunuh.


Dan tanpa menunggu mereka menyerang, Jaeden menyerangnya lebih dulu. Dia menyerang dengan menendang, dan menusuk. Jaeden benar-benar tidak memberikan waktu untuk mereka menyerang nya. Dia terus menyerang tanpa ampun hingga membuat mereka semua mendapatkan luka yang serius.


Melihat itu Jaeden tidak menyia-nyiakan untuk membunuh mereka, dia mengambil pistol nya. dan menembakkan peluru itu ke arah mereka.


Dooor ....


Dooor ....


Dooor ....


Jaeden menembak semua musuh musuh nya hingga tewas. Melihat itu Jaeden merasa lega karena bisa membunuh mereka semua. Namun pikiran nya salah, salah satu di antaranya ternyata masih ada yang hidup. Dia mencoba mengambil senjata nya pistolnya yang ada balik pinggang nya dan menembakkan nya ke arah Jaeden.


Dooor....


Argh!


Teriak Jaeden saat peluru itu menembus dada bagian kanan nya.


"Kurang ajar!" marah Jaeden dan menembak kembali orang itu hingga mati mengenaskan.


Door...


Door...


Jaeden yang merasakan sakit di bagian dadanya karena tembakan itu, menahan nya dan pergi meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit terdekat.


Walaupun darah terus keluar di bagian lengan dan dada nya, dia tidak memperdulikan nya. Dia terus mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di rumah sakit.


.


.


.


Maaf jika penjelasan nya kurang baik. Autor sangat bingung hanya bisa seperti ini😭😭😭😭