
Tengah malam, Chloe datang dengan pasukan nya ke kediaman Johnson. Harond dan Ellie yang tidak mengetahui kedatangan Chloe masih menikmati tidur nyenyak nya di ranjang tanpa tahu nasib yang akan dia terima.
Pasukan yang di bawa berjumlah 20 orang, kini telah sampai di depan kediaman Johnson. Tanpa izin kepada pemilik rumah, anak buah Chloe langsung menabrak pagar besi itu dengan mobil mereka.
Brak....
Suara keras yang tiba-tiba itu mengagetkan penjaga rumah yang sedang tidur. Dan dengan cepat para penjaga rumah berlari ke arah suara.
Di lihat nya 4 mobil masuk ke halaman rumah dan berhenti di tepat di depan mereka semua.
Anak buah Chloe keluar dengan pakaian hitam nya, dan dengan senjata di tangan nya. Para penjaga itu yang melihat beberapa laki laki keluar dari mobil dengan persenjataan di tangan nya, tubuh mereka langsung gemetar ketakutan.
"Si-si-apa kalian?" tanya nya mereka dengan nada gemetar.
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami. Jika kalian ingin selamat, jangan beran-berani terhadap kami bila kalian masih sayang dengan nyawa kalian," jawab salah seorang anak buah Chloe sambil menodongkan senjata ke arah mereka.
Mereka yang melihat beberapa senjata di arah kan ke arah mereka, tubuh mereka langsung gemetar. Keringat menetes di dahi mereka.
Namun karena mereka di kediaman itu di bayar untuk keamanan, mereka pun hendak melawan. Namun sebelum mereka menyerang anak buah Chloe, Chloe yang batu saja keluar menembakkan senjata nya ke arah mereka.
Door....
Door....
Door....
Beberapa pot bunga di taman depan hancur karena tembakan Chloe. Semua orang beralih melihat ke arah itu. Para penjaga yang melihat kelompok berbaju hitam di depan tidak main-main menelan ludah dengan kasar.
"Jangan kira kami tidak berani membunuh kalian," seru Chloe dengan nada dingin.
"Apa? Wanita?" batin penjaga itu tidak percaya jika di rombongan itu ada seorang wanita.
"Cepat hancurkan tempat ini, dan bunuh siapa yang melawan," perintahnya dengan suara keras.
Para penjaga yang mendengar beberapa laki laki itu memanggil wanita itu Bos, terkejut. Mereka tidak menyangka jika wanita dalam kelompok itu adalah seorang ketua dari kelompok yang datang untuk menghancurkan kediaman Johnson.
"Jangan berani kalian mengahncurkan kediaman ini. Sebelum kalian melakukan nya, lawan kami terlebih dahulu," seru seorang laki-laki muda dia antara para penjaga itu.
"Ya, kalian harus melangkahi mayat kami terlebih dahulu," seru mereka semua kompak.
Chloe yang mendengar tertawa keras. Niat ia tidak ingin menyakiti orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan nya, namun ternyata malah ada yang berani melawan nya. Padahal sudah jelas-jelas mereka semua ketakutan.
"Hahahaha....Nyali kalian besar juga ternyata."Jawab nya. "Hajar mereka semua," perintahnya dengan memberi kode kepada anak buah nya lewat tangan, agar mereka tidak membunuh mereka semua.
Anak buah Chloe menyimpan senjata nya. Mereka melemaskan otot tangan nya dan lehernya siap mengajar para penjaga itu.
Buk....
Buk...
Buk....
Dengan cepat anak buah Chloe langsung mengajar bebepa penjaga itu hingga babak belur. Mereka semua yang di hajar tanpa bisa melawan karena menurutnya begitu cepat anak buah Chloe dalam melakukan nya.
Kini wajah dan tubuh mereka penuh dengan memar karena pukulan Anak buah Chloe yang sudah terlatih.
Melihat mereka sudah tidak berdaya, Chloe memberi tanda agar anak buahnya melanjutkan niat nya menghancurkan kediaman Johnson.
.
.
.