
"Aku pergi dulu, kalian tunggu warung ya!" Ucap Chloe berdiri dan berjalan pergi mengambil keranjang belanjaan.
"Kamu mau kemana?" tanya Aldirch dan Daffin.
"Ke pasar, beli bahan."
"Aku anterin," tawar Aldirch.
"Tidak! Aku bisa sendiri. Kalian berdua tetap disini dan jaga warung ku," tolak Chloe. "Dan oh ya, jangan sampai uang ku hilang. Jika sampai hilang, ku gorok leher kalian," ancam Chloe sambil tangan nya memperagakan menggorok leher dengan pisau.
Mereka berdua menelan ludah. Tapi sedetik kemudian Mereke berdua tercengang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Chloe. "What!! Mencuri? Apa kamu gila? Mana mungkin kami mencuri uang receh mu itu! Tidak! itu tidak akan terjadi. Karena itu akan menurunkan level kami sebagai laki-laki tampan, kaya, dan mapan di kasur," jawab Daffin.
"Apa nya yang mapan di kasur," pukul Aldirch di kepala Daffin.
"Kau itu tidak sopan sekali dengan kakak mu ini!" kesal Daffin.
"Tidak peduli," jawab Aldirch santai. Chloe yang sama melihat hanya menggeleng kepala melihat mereka berdua.
"Aku pergi dulu. Ingat! Jangan sampai ada yang hilang," Choe memperingati setelah itu pergi ke pasar.
Chloe pergi dengan menggunakan ojek. Di belakang Chloe ada dua orang pengendara motor yang mengikutinya sejak keluar dari warung. Chloe tidak menyadari akan hal itu. Namun, pengemudi ojek yang melihat Kaca Spionnya mengerutkan kening, melihat dua orang yang ada di belakang terus mengikutinya.
"Nona, seperti nya kita di ikuti."
"Di ikuti!" Chloe menoleh ke belakang, di lihat nya dua orang yang mencurigakan berada di belakang nya.
"Siapa mereka? Kenapa mengikuti ku?" batin Chloe.
"Terus saja pak, jangan pedulikan mereka," perintah Chloe.
"Tapi Nona, jika orang itu berbuat tidak baik dengan kota bagaimana?"
"Bapak tenang saja, tidak perlu khawatir," jelas Chloe.
Dan benar saja seperti yang di khawatirkan tukang ojek itu. Saat di jalan sepi, mereka berdua di hadang oleh dua orang yang sejak tadi mengikuti.
"Nona, bagaimana ini?" tanya tukang ojek takut.
"Bapak tenang saja, aku yang akan menghadapi mereka," Chloe turun dari motor dan berjalan mendekati mereka. "Mau apa kalian?" tanya Chloe menatap dingin.
Wajah semula bersahabat kini berubah datar dan dingin. Nada bicara nya pun kini telah berubah, sangat sangat tidak bersahabat. Kedua orang yang menghadang nya pun nyali nya sedikit menciut melihat Chloe yang seperti nya tidak takut dengan mereka.
"Aku kira gadis ini akan takut dengan kita," bisik Seorang dari mereka.
"Aku kira juga iya. Tapi seperti nya dia malah ingin melawan kita," jawab nya.
Chloe yang melihat mereka saling berbisik mengerutkan kening. Pikirnya kenapa dengan mereka? Bukankah jika mereka berniat ingin macam macam dengan nya, mereka akan langsung menyerang? Tapi ini tidak! Mereka malah asyik berbisik bisik.
"Aku tanya pada kalian, kenapa kalian menghadang jalan ku?" tanya Chloe bersedekap dada sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.
Glek...
"Tatapan itu mengerikan sekali," batin mereka berdua.
"Ehem...Kami menghadang mu karena ingin membunuh mu," jawab seorang dari mereka dengan sikap senormal mungkin agar Chloe percaya jika mereka adalah seorang pembunuh. Padahal kenyataan nya mereka hanyalah preman pasar yang di tugaskan untuk menakut nakuti Chloe saja
"Membunuh ku! Apakah aku tidak salah dengar?" tanya Chloe menaikkan sebelah alisnya karena tidak percaya.
"Tentu saja kami akan membunuh mu. Tapi jika kau takut mati, kau harus menuruti apa yang kami katakan," jawabnya.
"Apa!!" tanya Chloe ingin tahu.
"Kau harus meninggalkan Pemuda bernama Alvin," jelas nya.
Mendengar itu Chloe langsung tertawa keras. Sekarang dia tahu siapa Tuan yang menyuruh mereka berdua.
Melihat Chloe yang tertawa, kedua orang itu bingung, mereka saling tatap. Berpikir, apakah ada yang lucu? Tapi sepertinya tidak! Semua ucapan nya benar, dan tidak ada yang salah.
"Apa yang kau tertawakan?" tanya seorang dari mereka yang bingung.
Chloe bukan nya menjawab tapi dia malah balik bertanya, "Apakah yang menyuruh kalian bernama Ellie Johnson?"
Mereka berdua yang mendengar saling pandang. "Kenapa dia tahu?"
"Entah," jawab teman nya. "Jika dia sudah tahu, kita hajar saja dia, dan buat gadis itu cacat agar kita dapat bayaran doble."
Mereka berdua menggulung lengan mereka dan mengeluarkan Pisau kecil nya untuk merusak wajah Chloe. "Kau pegang dia, aku yang akan merusak wajah cantik nya itu," perintah seorang dari mereka.
"Oke," salah satu dari mereka berdua maju mendekati Chloe, namun sebelum tangan itu menyentuh tubuh Chloe, dengan cepat Chloe mencekal tangan itu dengan kuat dan memelintir nya.
"Berani kau menyentuh ku dengan tangan jelek mu ini?"
Argh!
Teriak nya saat tangan nya di pelintir dengan kuat oleh Chloe. "Argh! Sakit, lepaskan aku," teriaknya.
"Melepaskan mu? Enak saja," Chloe menendang tubuh laki laki itu hingga terpental.
Seorang dari rekan itu menoleh tercengang. "Kau tidak apa-apa?" tanya nya membantu teman nya yang terkena tendangan Chloe.
"Kau bilang tidak apa-apa? Apakah mata mu buta? Dia menendang ku tadi, dan uh ..tendangan nya kuat sekali, dada ku sampai sakit di buat nya."
"Kurang ajar, berani nya kau pada kami," teriak nya marah melihat teman nya yang terluka.
"Kenapa tidak berani? Kalian itu hanya sampah," hina Chloe dan langsung membuat kedua orang itu sangat marah.
"Dasar gadis ******, beraninya kau menghina kami. Ku bunuh kau," marahnya dan langsung menyerang Chloe.
Chloe yang melihat seorang itu berlari ke arah nya menggunakan Pisau kecil, tersenyum menyeringai. "Waktunya olahraga. Sudah lama aku tidak melemaskan otot ku yang kaku ini," gumam Chloe melemaskan otot tangan dan kaki nya.
Buk...
Chloe menendang perut orang itu saat hendak menyerang Chloe. "Ish...Ish...seharusnya kau itu menghindar saat kaki ku akan menendang."
"Mana ada kau kan tidak bilang bilang mau menendang ku," kesal Seorang itu
"Tentu saja aku tidak akan bilang," jawab Chleo dan langsung menyerang mereka.
Buk...
Buk...
Buk...
Chloe menghajar kedua orang itu hingga tak berdaya. Wajah mereka babak belur, penuh lebam. "Ampun, ampun. Ampuni kami Nona," ucap kedua nya memohon.
Hahahah....
"Ampun kau bilang? Tidak ada kata ampun dari ku."
Buk...
Buk...
Buk...
Chloe kembali mengajar mereka dengan bringas.
"Hahaha....Aku senang sekali karena ada yang menjadi alat latihan ku."
"Ampun Nona, ampun."
"Tidak ada kata ampun karena kau berani mengganggu ku," Chloe terus memukuli padahal mereka berdua sudah tidak berdaya.
"Cih! Menyebalkan. Terlalu lemah."
Buk....
Chloe menendang tubuh mereka karena kesal melihat mereka yang lemah. "Bilang sama orang yang menyuruh mu, jika ingin membuat ku terluka kirim yang yang benar benar kuat, jangan mengirim orang yang lemah seperti mu."
Setelah mengucapkan itu, Chloe pergi meninggalkan dua orang yang babak belur karena ulah nya.
.
.
.