PRINCESS CHLOE

PRINCESS CHLOE
GAGAL LAGI



Anak buah bayangan yang di perintahkan Chloe untuk mengantarkan senjata kini telah tiba. Dan kini sedang menyerahkan senjata itu kepada Chloe, Aldirch dan Daffin.


"Ini Tuan putri senjata yang anda minta," ucapnya sambil menyerahkan senjata api itu.


Chloe mengambil nya dan menyerahkan empat Pistol kepada Aldirch dan Daffin, dan masing masing mereka mendapatkan dua. Anak buah bayangan itu juga menyerahkan senjata tajam lainnya untuk Tuan mereka.


Setelah memberikan senjata itu kepada Tuan nya, mereka pun pergi meninggalkan Tuan mereka.


Aldirch dan Daffin yang telah menerima senjata itu langsung bersembunyi. Sedangkan Chloe dia tetap di tempat itu menunggu orang yang di perintahkan Keluarga Johnson.


Chloe duduk santai sambil memainkan ponselnya. Dan tak berselang lama, dua mobil hitam berhenti di depan warung nya. Chloe yang tahu bahwa mereka orang-orang yang di kirim Ellie hanya diam dengan santai seolah tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.


Beberapa orang turun dari mobil hitam itu, dengan tubuh besar, dan juga membawa senjata.


"Itu dia orang nya," Tunjuk ketua kelompok itu pada Chloe yang sedang duduk santai.


"Hanya seorang Gadis tapi keluarga Johnson meminta kita untuk membawa banyak anggota, buang waktu saja," jawab seorang dari kelompok itu.


"Sudah! Tidak perlu banyak bicara lagi. Satu dari kalian maju dan bunuh Gadis itu," perintah si ketua.


Satu orang maju dengan langkah sombong nya, dia percaya dia akan mampu membunuh gadis yang sedang duduk itu. Saat dia sampai, "Hai gadis manis! Mau Abang temenin?" tanya nya hendak mengulurkan tangan untuk membelai wajah Chloe.


Chloe yang melihat tangan tidak sopan itu langsung saja mencekal, matanya menatap dengan dingin. Dan secepat kilat, orang kurang ajar itu tubuhnya di banting ke tanah oleh Chloe.


Buk...


"Argh! Kurang ajar!" marah nya melihat Chloe yang berani membanting tubuhnya yang besar. Chloe yang mendengar malah tersenyum Devil sambil memiringkan kepalanya.


Melihat Chloe yang sangat santai tanpa takut, orang itu langsung bangun dan mengambil senjata tajam nya. "Kau berani membanting ku, setelah ini aku akan menunggangi mu," serunya dan langsung menyerang Chloe.


Tangan yang memegang senjata itu mengayun ke arah tubuh Chloe. Chloe yang melihat langsung mencekal dan menendang selangkangannya.


Buk ..


Ugh! Argh!


Rintihnya saat kaki Chloe mengenai dua telur berharga nya.


"Dasar Gadis jala*ng! Berani nya kau pada ku," marah nya sambil mendekap barang berharga nya.


Chloe yang mendengar tidak peduli, dia menatap laki laki lain yang sedang menatap nya. "Jika kalian datang kesini untuk membunuh ku, ayo sini! Aku akan membunuh kalian semua."


Mendengar Chloe yang menantang mereka semua, Semua orang itu menjadi geram dan langsung maju menyerang Chloe. Chloe yang melihat mereka maju untuk menyerang nya langsung mengambil senjata api nya.


Door...


Door...


Door...


Chloe menembakkan senjatanya ke arah mereka. Satu persatu dari mereka terkena tebakan. Namun ada juga yang masih selamat dan menyerang jua dari jarak dekat. Chloe yang melihat itu mengeluarkan Senjata tajam nya dari pahanya dan menancapkan nya ke tubuh mereka.


Buk..


Buk..


Buk..


Craas..


Craas..


Chloe menendang dan memukul serta menghunuskan senjata tajam itu ke tubuh mereka dengan cepat dan sadis. Darah pun berlumuran di tangan dan wajah nya. Tanpa takut dan tanpa ampun Chloe terus menusuk tubuh mereka satu persatu pada lawan yang menghampiri nya.


Saat Chloe benar benar serius, Chloe jika di lihat sudah seperti Duplikat Tian versi wanita. Kesadisan dalam membunuh nya benar benar tak main main. Jika di banding kan dengan Aldirch, Chloe sangat lah lebih mengerikan.


Aldirch dan Daffin serta Jaeden yang mengintai hanya terbengong melihat brutal nya Chloe membantai mereka semua. Padahal niat awal Aldirch dan Daffin adalah akan membantu Chloe saat bertarung dengan kelompok itu. Tapi kenyataan nya mereka hanya diam melihat semuanya hampir habis di bunuh oleh Chloe, dan akhirnya mereka hanya bisa menjadi penonton di perkelahian itu.


Chloe masih terus berkelahi dengan mereka, menembak, menendang dan memukul mereka.


Buk...


Buk...


Argh!


Orang terakhir yang dia bunuh kini terkapar karena tendangan Chloe. Chloe menatap dengan dingin sambil berjalan menghampiri orang itu dengan kedua tangan memegang senjata nya. Tangan kanan membawa semua senjata tajam, dan tangan kiri membawa sebuah senjata api.


"Ja-jangan mendekat," ucap orang itu


Chloe diam, dan tetap berjalan ke arah orang itu tanpa memperdulikan ucapannya.


"Tidak! Ku mohon jangan mendekat dan jangan bunuh aku," serunya dengan nada bergetar


Tapi lagi lagi Chloe tidak mendengar permohonan orang itu. dia tetap berjalan dan langsung menendang tubuh orang itu.


Buk...


Tubuh langsing terguling. Dan Chloe lagi lagi menendang nya kembali.


"Berani nya kalian menyerang ku!" marah nya.


"Ampun! Ampuni saya Nona. Jangan Bunuh saya!


"Hahhaha......jangan membunuh mu! Kamu itu tidak berhak hidup, dan kamu itu pantasnya mati seperti mereka," serunya sambil menunjuk ke arah tubuh tubuh yang bergeletak tak bernyawa.


"Tidak! Saya mohon ampuni saya," mohonnya sambil bersimpuh di kaki Chloe yang melihat hanya tertawa dan menendang orang itu. Wajah nya kembali dingin, dia berjongkok dan mencengkram rahang laki laki itu dengan kuat, "No-nona!"


Tanpa menjawab, Chloe langsung menembakkan senjata api nya di dada orang itu.


Door...


Orang itu melihat ke arah dadanya. Sebuah senjata api masih menempel di dadanya. Orang itu kembali melihat ke arah wajah Chloe yang tanpa ekspresi. Dan Lagi-lagi Chloe menembakkan pelurunya ke dada orang itu berulang kali hingga membuat orang itu mati seketika.


Setelah melihat orang itu mati, Chloe berdiri menatap mayat mayat yang berserakan di depan nya. "Cih! Menjijikkan."


Chleo berteriak memerintahkan semua nya yang bersembunyi untuk keluar. Dan tak lama mereka semua keluar termasuk Aldirch dan Daffin. Saat kedua nya keluar Chloe menatap dengan pandangan dingin.


"Jangan salahkan kami berdua. Kau tidak menyuruh kami keluar untuk membantu mu." seru Aldirch membela diri.


Melihat itu, Chloe kembali berdecih lagi dan berkata. "Bereskan semua mayat mayat tidak berguna itu. Buang mereka ke hutan, aku muak melihat mereka semua."


Tanpa membantah semua nya langsung mematuhi perintah itu dan memasukkan semua mayat itu ke dalam mobil untuk mereka buang ke dalam hutan. Namun sebelum itu mereka terlebih dahulu membersihkan tempat yang penuh dengan darah itu, tempat yang menjadi pertarungan antara orang suruhan keluarga Johnson dan Chloe Dominic.


Setelah semua nya bersih, mereka membawa mayat itu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Chloe mencuci tangan nya yang penuh darah itu sebelum dia kembali ke kontrakan nya.


Namun saat Chloe masih mencuci tangan nya, Jaeden datang dengan motor bututnya menghampiri mereka bertiga.


Daffin dan Aldirch yang melihat kedatangan Jaeden langsung pergi meninggalkan Chloe yang masih mencuci tangan nya tanpa tahu jika Jaeden datang mendekati nya.


Jaeden langsung berdiri di belakang Chloe, meraih tangan itu dan membantunya untuk membersihkan. Chloe yang terkejut langsung menoleh ke samping, di lihat nya wajah Jaeden tepat di bahu nya. Dan jika di lihat seperti Jaeden sedang memeluknya dari belakang.


"Kenapa bisa tangan mu penuh darah seperti ini?" tanya Jaeden fokus pada Tangan Putih Chloe yang terkena darah.


Chloe masih menatap wajah Jaeden yang berada di samping tanpa menatap dirinya. "Kenapa dia ada disini? Bukankah dia sudah pulang tadi?" batin Chloe.


Karena tidak mendapatkan jawaban Chloe, Jaeden menatap Chloe yang saat ini sedang melihat ke arah nya. Pandangan mereka saling bertemu, mereka saling diam menyelami sesuatu yang aneh dalam mata mereka masing masing.


"Aku tanya kenapa tidak di jawab?" tanya Jaeden lagi.


"Ah, apa? Kamu tanya apa?" tanya Chloe bingung.


Jaeden hanya tersenyum kecil, "Apa yang kau pikirkan itu, sampai aku tanya tidak dengar," Jaeden menyentil kening Chloe.


"Aduh! Sakit Bri. Kenapa kamu suka sekali menyentil ku setelah kembali?" gerutu nya sambil memanyunkan bibirnya.


"Makanya, jika ada orang bertanya itu di jawab. Jangan malah melamun."


"Iya, iya," jawab Chloe masih cemberut


"Bibir nya juga tidak perlu di monyongin seperti itu. Minta di cium apa?"


"Apa?" tanya nya menatap Jaeden.


"Tidak! bukan apa apa," Jaeden terkekeh melihat wajah Chloe yang ingin tahu bercampur dengan wajah terkejut. Sungguh sangat menggaskan.


"Katakan! Tadi kamu ngomong apa?"


"Tidak ngomong apa apa!"


B"ohong! Tadi jelas jelas kamu ngomong sesuatu."


"Tidak!"


Chloe menarik tangan nya dari tangan Jaeden dan membalik tubuhnya menghadap Jaeden, menatapnya dengan sungguh sungguh. "Katakan! Kamu tadi ngomong apa? Minta apa? Aku tidak dengar."


"Sudah ku katakan aku tidak ngomong apa-apa!" jawab nya sambil menatap manik hitam milik Chloe. Ingin sekali Jaeden mencium mata indah itu.


Tubuh mereka yang sangat dekat membuat Jaeden menginginkan sesuatu, namun dia menahan nya, menahan untuk memeluk dan mencium Wanita cantik yang ada di depan nya ini. Wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya.


Chloe mendengar Jaeden tetap tidak ingin mengatakan itu tadi, semakin cemberut. Bibirnya semakin monyong karena kesal. Dia membalik tubuhnya kembali dan membersihkan tangan serta lengan dan wajah nya. Jaeden yang melihat Chloe kesal semakin gemas. Dia terkekeh kecil melihat wanita nya yang sungguh sangat menggemaskan.


Jaeden membalik tubuh Chloe dan mengangkat dagu nya, menatap bibir merah muda itu. Perlahan Wajah Jaeden mendekat dan Chloe yang melihat perlahan menutup matanya. Namun saat bibir mereka hampir bersentuhan, suara Daffin dan Aldirch mengagetkan mereka. Dan akhirnya gagal sudah untuk merasakan ciumanan itu.


Jaeden Dan Chloe menoleh ke arah mereka berdua. Chloe menatap kedua nya dengan pandangan membunuh, sedangkan Jaeden dengan pandangan biasa saja.


Aldirch dan Daffin yang di tatap tajam oleh Chloe menelan ludah dengan kasar. Mereka berdua tahu jika mereka salah, menampakkan diri di saat waktu yang tidak tepat.


.


.


.


UPS jangan marah ya Chloe. Mereka berdua kan Memang selalu seperti itu.🙈