
Sebentar lagi ujian semester akan dilaksanakan, Alya tentu sudah mempersiapkannya walaupun ia sedang bekerja part time nya. Rania sudah melarangnya namun Alya tetap saja bersikeras untuk bekerja. Ia terus berusaha meyakinkan Rania bahwa ia sanggup untuk menjalankan pekerjaannnya ini. Dengan berat hati Rania pun menyetujuinya.
Hari hari yang dilalui Alya tidak lah berjalan mulus, Banyak rintangan dan cobaan yang menghampirinya namun ia sangatlah tegar menjalaninya.
Tepat hari ini adalah ulang tahun Alya yang Ke-16 tahun. Ia tak pernah merayakan ulang tahunnya begitu juga dengan Rania. Mereka sepakat tak merayakannya hanya saja ungkapan selamat itu wajib mereka ucapkan satu sama lain. Tadi subuh Rania sudah menelfon Alya dan mereka pun saling melepas rindu walau hanya ditelfon.
Hari ini juga Alya Libur bekerja, karna setiap hari sabtu toko ahjussi jang dan ahjumma Nam tutup. Mereka biasanya melakukan ritual agama nya dikuil seharian penuh.
"Hmm sebaiknya aku bersiap kesupermarket dan toko buku" gumam Alya kepada dirinya sendiri.
ia akan membeli beberapa kebutuhan sehari harinya yang sudah habis. Ia pun bersiap untuk pergi ketoko yang ia maksud.
Alya sangat simpel dalam berpakaian, ia hanya mengenakan celana panjang bewarna hitam dan juga kaos bewarna senada dilengkapi dengan topi bewarna senada pula. Alya sangat suka dengan warna hitam. Sebab itulah ia selalu membeli pakaian bewarna hitam namun sesekali memilih warna yang lainnya.
Sesampainya disupermarket, ia cukup terkejut karna didepan supermarket itu dijaga oleh dua pengawal. Alya sangat bingung namun Alya tak menghiraukannya. Ia pun segera masuk kedalam toko itu.
Ia mengambil trolly yang akan memudahkan ia membawa barang barang. Pertama ia menuju sayur dan buah buahan terlebih dahulu.
"Ini sangat bagus untuk membuat kimchi" gumamnya lagi. Dan ia juga memilih sayuran lainnya dan beberapa buah buahan.
Selanjutnya ke lorong Daging, ia dengan teliti mencari daging yang halal untuk dikonsumsinya.
Ia melihat daging yang biasa ia beli tinggal satu, dengan cepat ia pun hendak mengambil namun sayangnya sudah diambil oleh orang lain.
"Yahhh.. itu daging satu satunya" ujarnya dengan nada kecewa.
mendengar bahasa yang tidak familiar ditelinga seseorang itu, ia pun penasaran dan menoleh kearah sumber suara.
Alya sangat terkejut dan membulatkan matanya ketika melihat siapa yang ada dihadapannya itu dengan menggenggam daging itu. Ya dia Suga, Idolanya Alya.
"Hmm apa kamu sedang berbicara denganku?" Tanya Suga yang tak mengerti ucapan Alya tadi
Alya hanya diam tak berkedip bahkan ia tak bernafas " heii Nonaa apa kau baik baik saja? Bernafaslah" ujar suga lagi. Ia sangat kebingungan melihat gadis dihadapannya ini
"Haaah?"respon Alya dan langsung bernafas dengan panjang.
Ia pun berusaha menetralisir kegugupannya dan bersikap normal kembali "apa kau tadi berbicara denganku?" Ulang Suga lagi
Alya menggeleng "hmm maafkan saja jika itu membuat Oppa terganggu" jawab Alya sambil menunduk.
"Hmm sepertinya aku pernah melihatmu" ujar Suga lagi
Alya bingung menjawab Apa, ia memilih diam "yahh aku baru ingat, kau adalah karyawan baru itu kan?" Tebak suga
Alya sangat terkejut dengan ingatan suga yang sangat kuat bahkan ini sudah beberapa bulan yang lalu. Namun suga bisa mengingatnya dengan sangat jelas
Alya mengangguk sebagai jawaban iya. Suga tersenyum karna bisa bertemu kembali dengan gadis yang membuat ia sangat penasaran kepada Alya.
Suga melihat Daging yang ada digenggamannya, di bungkusannya itu terdapat label halal. Kemudian ia pun memberikan daging itu kepada Alya "sepertinya kau lebih membutuhkan nya dari pada aku" ujar Suga
"Tidak Oppa tidak perlu. Aku bisa mencarinya ditoko lain" tolak Alya
Namun suga terus memaksa Alya untuk mengambil daging itu, dengan perasaan tak enak hati alya pun mengambil daging itu dan segera pamit kepada Suga.
Alya sangat mengidolakan Suga namun ia tak ingin mengambil kesempatan itu untuk berfoto atau sejenisnya. Ia sangat tau bahwa mereka sangat susah untuk keluar seperti ini dan Alya berusaha menghargai privasi mereka. Dan terlebih lagi karna ia sangat malu bahkan ia tak bisa berbicara banyak jika didekat suga.
Suga menatap punggung Punggung Alya dengan perasaan yang semangkin penasaran "gadis itu sangat Aneh" gumamnya dan memilih melanjutkan kembali kegiatannya yang sempat tertunda.
"Hobi-ah kemari" teriak suga dan seketika jhope pun segera menghampiri suga
"Wae hyung?" Tanya Jhope
"Hmm apa aku tidak menarik?" Ujar suga sambil mengambil jeruk. Mendengar pertanyaan itu jhope sangat bingung "apa maksudmu?"
Suga menggeleng "Tidak ada" jawabnya masih fokus memilih jeruk. Ia dihadapan Alya sangat tidak percaya diri bahkan ia merasa tidak menarik bagi Alya.
Ia terlebih dahulu menitipkan belanja nya ditempat penyimpanan. Kemudian ia mencari buku yang akan ia beli.
Alya menemukan buku itu, namun ia tidak bisa meraih buku nya karna berada di rak paling atas. Ia berusaha mengambil buku itu namun ia sangat terkejut melihat tangan yang sedang menjangkau buku yang ia cari.
"Ini Ambil lah" jawab pria itu. Ya dia adalah RM leadernya BTS. Alya sudah tak heran jika RM bisa disini karna RM sangat menyukai buku. Apalagi ia lebih dahulu bertemu suga tadi.
RM pun melirik kearah buku "apa kau sedang berkuliah kedokteran?" Tanya RM menghentikan lamunan Alya
Alya mengangguk sebagai jawaban ia. RM pun tersenyum "wahh kau sangat hebat" puji RM
"Oppa lebih hebat lagi" balasku
"Kau mengenal ku?" Tanyanya
"Tentu saja aku sangat mengenalmu" jawab Alya bersemangat karna ia tak merasakan gugup seperti Melihat Suga.
"Apa kau juga seorang ARMY?" tanyanya tak kalah antusias
Alya mengangguk "aku tidak pantas dikatakan Army, karna aku tak pernah menonton konser Oppa" jawab Alya dengan jujur.
"Jangan seperti itu, Aku sangat senang bertemu dengan mu" jawab RM
"Oh iya siapa namamu?" Sambungnya lagi
"Nama ku Alya. Aku berasal dari indonesia" jawab Alya
RM pun mengangguk mengerti "wahh Dari indonesia, 8 bulan yang lalu kami melakukan konser disana"
"Iyaa Alya tau itu, Tapi Alya tidak bisa datang kekonser itu karna Alya sedang melakukan ujian beasiswa untuk kuliah disini"
"Wahh kau sangat keren, apa kau lulus dan mendapatkan beasiswa itu?" Tanyanya penasaran
"Ya alhamdulillah Alya lulus. Senang bertemu dengan Oppa" jawab Alya dengan tersenyum
RM mengangguk "apa kau tak keberatan menemani aku disini? Karna Aku sangat bosan menunggu suga hyung sedang berbelanja" ujar RM
"Dengan senang hati Oppa" jawab Alya sangat bersemangat
Mereka pun saling bercerita tentang pengalaman mereka. Alya dan RM sama sama memiliki otak yang jenius dan mereka sangat cocok dan nyambung bercerita.
RM pun sangat kagum kepada Alya dengan kepintaran yang ia miliki, ia sangat suka dengan bahasa Alya yang sangat fasih berbahasa korea dan juga inggris.
"Berapa usiamu?" Tanya RM
"Hmm hari ini usia ku 16 tahun Oppa" jawab Alya
RM pun sangat terkejut mendengar itu "wah hari ini ulang tahun mu. Selamat ulang tahun" ujarnya sambil memberikan selamat
"Terimakasih Oppa. Oppa adalah orang ke tiga yang mengucapkannya" jawab Alya sambil tersenyum.
Mendengar itu RM pun tersenyum "benarkah? Wahh aku sangat beruntung" ujarnya. Ia melirik tangan nya yang tengah memakai gelang. Ia pun membuka gelang itu dan memberikan kepada Alya
"Aku tak punya hadiah namum ini mungkin bisa jadi hadiah dari ku untuk kamu" ujarnya sambil memakaikan gelang ditangan Alya
Alya hanya diam, ia sangat terkejut melihat itu "sekali lagi selamat ulang tahun. Hmm aku harus pergi. Sampai jumpa senang bertemu dengan mu Alya" ujar RM berpamitan
"Terimakasih Oppa. Senang bertemu dengan mu juga" jawab Alya sambil melambaikan tangannya.
Ditoko itu tidak lah ramai. Alya menatap punggung RM yang semakin menjauh dari pandangannya. Ia melihat Mereka memasuki mobil masing masing dan meninggalkan toko itu. Alya tersenyum memandangi kepergian mereka. Ia tidak habis pikir akan bertemu dengan mereka. Sore itu Alya pulang dengan perasaan yang bahagia.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita Author dan jangan lupa tinggalkan like coment dan votenya 🥺